Teknik mendampingi penderita gangguan jiwa akut (6)

.Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika menjalin komunikasi pada penderita gangguan jiwa yang sedang over-reaktif atau sedang meningkat emosinya:

  1. Jangan berdiri atau duduk terlalu dekat. Bila penderita gangguan jiwa sedang naik emosinya, maka kita perlu menjaga jarak fisik dengan yang bersangkutan. Ini diperlukan untuk menjaga diri dari serangan atau untuk mencegah agar si penderita gangguan jiwa tidak merasa terancam. Jangan berdiri sehingga menutupi jalan keluar bagi penderita. Bila tidak ada jalan keluar, penderita akan panik dan dapat melakukan tindakan yang membahayakan orang lain maupun dirinya.
  2. Jangan beradu pandang mata dalam waktu lama. Beradu pandang akan dapat diartikan bahwa orang tersebut menentang si penderita.
  3. Bila penderita berdiri, maka kita sebaiknya juga berdiri dan bila penderita duduk maka kita sebaiknya juga duduk. Dalam kondisi emosi sedang tinggi, sebaiknya posisi kita menyesuaikan dengan posisi si penderita gangguan jiwa. Jangan sentuh tubuh yang bersangkutan.
  4. Jangan berdebat. Tidak ada gunanya berdebat atau beradu argumentasi dengan penderita yang sedng emosi. Sebaiknya tenangkan emosi si penderita dan ajak untuk meredamkan emosinya.
  5. Jauhkan benda benda yang dapat dipakai untuk melukai diri sendiri maupun orang lain.

Semoga bermanfaat