Teknik mendampingi penderita gangguan jiwa akut (5)

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

Berikut ini beberapa saran dalam mendampingi penderita gangguan jiwa dengan GANGGUAN PIKIRAN. Gejala yang dapat dilihat karena gangguan pikiran ini antara lain: bicara ngelantur, sulit memahami pembicaraan, berpikir lambat, kesulitan mengingat, kesulitan mennekspresikan pikiran , dll.

  1. Dengarkan dan terima.Dengarkan dan terima apa yang disampaikannya dengan sabar. Dengan mendengarkan pembicaraannya dalam waktu agak lama, maka perlahan lahan pendamping akan mulai dapat mengenali tema atau topik, isi pikiran dari si penderita gangguan jiwa. Dengan bersedia mendengarkan akan terjalin koneksi/ hubungan sosial dengan pasien.
  2. Beri nama tema pembicaraan. Bila penderita sering berbicara masalah Tuhan, dosa, surga, neraka maka sebagai pendamping kita bisa menyimpulkan bahwa tema yang ada dalam pikiran penderita adalah soal agama. Kita bisa meminta pendapat dari penderita tentang hal hal yang berkaitan dengan agama.
  3. Minta untuk menuliskan. Bila arah pembicaraan tidak jelas, tidak jelas apa yang mereka inginkan, maka pendamping dapat meminta mereka untuk menuliskannya dalam selembar kertas. Berikan selembar kertas dan alat tulis dan minta mereka untuk menuliskan apa yang diinginkannya. Dengan menuliskan apa yang ada dipikirannya, maka proses berpikir mereka akan lebih tertata karena proses berpikir dapat berjalan dengan lebih pelan.
  4. Ingatkan, kembali ke topik pembicaraan. Bila pasien mengalami blocking (hilang kata kata/ berhenti bicara), maka pendamping dapat mengingatkan apa saja yang baru saja dibicarakan. Bisa juga pendamping atau perawat mengulang dengan pelan apa yang ditanyakan.
  5. Pilih topik sederhana dan gunakan kata kata sederhana. Jangan membicarakan hal hal rumit, pilih topik topik sederhana yang nyata dan terkait dengan kondisi sekarang. Gunakan kata kata yang sederhana, jangan memakai istilah istilah ilmiah yang membingungkan.
  6. Minta penjelasan. Bila kata kata yang keluar dari penderita tidak jelas, pendamping atau perawat dengan cara hati hati dan tidak terlalu memaksa, dapat meminta penjelasan. Hal ini tidak boleh dilakukan bila permintaan penjelasan tersebut akan menyebabkan timbulnya kecemasan atau ketersinggungan.

Berlanjut