Rencana kerja pemulihan (2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya

Agar proses pemulihan berjalan lebih terarah dan efektif, penderita gangguan jiwa perlu membuat rencana kerja pemulihan. Tentunya, rencana kerja tersebut tidak harus rumit dan canggih. Rencana kerja yang sederhana, namun tetpat akan sangat membantu proses pemulihan.

Langkah pertama dalam membuat rencana kerja adalah menetapkan tujuan. Tujuan yang ingin dicapai dapat bersifat jangka pendek yang dapat dicapai dalam beberapa minggu atau bulan (misalnya: mampu mengendalikan halusinasi suara, mampu mencegah kambuh). Tujuan dapat juga bersifat jangka menengah atau panjang yang untuk mencapainya memerlukan waktu 1 tahun atau lebih.

Sebaiknya, penderita gangguan jiwa membuat rencana kerja jangka pendek terlebih dahulu. Tentunya, rencana kerja tersebut sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masing masing penderita. Dalam menyusun rencana kerja, penderita gangguan jiwa perlu dibimbing atau bekerja bersama keluarga atau pendampingnya.

Langkah langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Menetapkan tujuan. Berikut ini beberapa contoh tujuan jangka pendek: mampu mengendalikan halusinasi; mampu mengendalikan ketakutan atau kecurigaan sehingga berani ikut sholat Jumat berjamaah di masjid; melakukan olah raga diluar rumah setiap hari.
  2. Mengidentifikasi langkah langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tentunya langkah langkah tersebut tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, langkah langkah untuk mampu mengendalikan halusinasi adalah: (a) mempelajari atau mengenali suara suara yang muncul (siapa, berapa orang, kapan, apa yang dikatakan, dll); (b) melakukan kegiatan kegiatan fisik yang positif terutama diwaktu suara suara tersebut sering muncul (misalnya: bermain musik, membersihkan ruangan, jalan jalan ke luar rumah, dll); (c) dan seterusnya.
  3. Mengidentifikasi dukungan yang diperlukan agar kegiatan kegiatan tersebut dapat terlaksana. Contoh dukungan yang diperlukan, misalnya: anggota keluarga atau pendamping/ perawat. Bisa juga dukungan itu berupa alat musik, alat olah raga, alat berkebun, dll.
  4. Mengamati kemajuan pencapaian tujuan. Misalnya apakah sekarang suara suara sudah mulai berkurang atau tidak lagi menganggu, kalau dulu suara muncul setiap hari dan sekarang suara suara tersebut hanya muncul ketika gelisah.

Rencana kerja tersebut perlu ditulis sehingga bisa dipakai sebagai pegangan dalam melakukan kegiatan maupun dalam mengamati kemajuan yang telah dicapai.