Dukungan keluarga terhadap penderita gangguan jiwa

Mempunyai anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa memang merupakan beban tersendiri, terutama bila gangguan jiwanya menjadi bersifat kronis.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban tersebut dan menjadikan penderita mampu hidup mandiri, yaitu dengan:

  1. Menjadikan anggota penderita gangguan jiwa sebagai anggota BPJS. Dengan menjadi  anggota BPJS, keluarga cukup membayar iuran bulan (antara rp 25000 Рrp 50000 per bulan). BPJS akan menanggung biaya obat bulanan, biaya perawatan di rs bila diperlukan dan biaya konsultasi. Tentunya pelayanan hanya bisa diberikan oleh rsj yg bekerja sama dgn BPJS.
  2. Mencarikan pendamping agar penderita gangguan jiwa bisa mempunyai kegiatan yg berarti. Pendamping bisa keluarga sendiri sehingga gratis, namun bisa juga orang lain yg dibayar. Fungsi utama pendamping adalah agar penderita tidak hanya melamun seharian. Sesuai dengan tingkat kegelisahan maupun kesadarannya atau tingkat gangguan yg dideritanya, keluarga bersama pendamping dan penderita bersama sama merancang  kegiatan harian, kegiatan mingguan dan kegiatan bulanan. Sedapat mungkin penderita tetap dilibatkan dalam kegiatan sehari hari dirumah.
  3. Bersama penderita menciptakan kegiatan yang menghasilkan, misalnya dengan kegiatan berkebun, memelihara ternak atau membuat kerajinan tangan. Tentunya kegiatan ini harus sesuai dengan tingkat pendidikan, bakat, minat serta modal yang tersedia. Kegiatan ini akan bisa membantu pemulihan dari gangguan jiwanya.

Insya Allah dengan menerapkan ketiga hal tersebut diatas, penderita akan bisa pulih kembali dan hidup mandiri di masyarakat