Dari penderita skizofrenia menjadi psikoterapis

Agar bisa pulih dari skizofrenia, minum obat secara teratur memang perlu, tapi itu tidak cukup. Setidaknya itulah pelajaran yang dapat diambil dari kisah hidup James Hickman, dari Huntville, Alabama, Amerika.

James Hickman lahir pada tahun 1974 dan pada usia 7 tahun harus masuk panti asuhan karena ibunya meninggal dunia. Hidup dalam segala keterbatasan, kemiskinan, kurang kasih sayang, James Hickman akhirnya didiagnosa dengan skizofrenia pada usia 21 tahun. Ibunya dulu juga pernah menderita skizofrenia. Kini, James Hickman sudah menyelesaikan pendidikan S2 dalam bidang kesejahteraan sosial (social work).

Dia tidak pernah berkeinginan untuk menjadi psikoterapis hiingga pada tahun 1998, ketika sedang dirawat di rumah sakit jiwa untuk kedua kalinya, James Hickman bertemu dengan seseorang yang juga menderita skizofrenia. Temannya tersebut berkata:” Mengapa kita tidak berupaya menjadi petugas kesehatan? Kita yang pernah mengalami gangguan jiwa, akan bisa menjadi psikoterapis yang handal. Kita akan bisa membantu orang orang yang mengalami gangguan jiwa”.

Saat itu, James Hickman sudah mau menerima bahwa dirinya menderita skizofrenia. Dia juga menyadari bahwa dia memerlukan obat untuk membantu mengatasi gangguan jiwanya.

Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 2002, saat itu James Hickman bekerja sebagai satpam dan menjadi sukarelawan (volunter) di sebuah LSM yang bergerak dibidang kesehatan jiwa. Dia bertemu dengan seorang perempuan bekas penderita skizofrenia yang menjadi sarjana komputer. Pertemuan itu mendorongnya untuk kuliah hingga akhirnya berhasil meraih gelar S2 dibidang kerja sosial.

Kini James Hickman sukses menjadi motivator, inspirational speaker khususnya di bidang yang berkaitan dengan kesehatan jiwa.