Perumahan dan pekerjaan bagi penderita gangguan jiwa

Latihan membuat kaos

Adanya rumah (tempat tinggal) dan pekerjaan adalah dua kunci penting dalam proses pemulihan gangguan jiwa.

Di Indonesia, belum ada program pendidikan dan pembimbingan bagi keluarga yang salah satu anggota keluarganya terkena gangguan jiwa. Akibatnya, karena hanya mengandalkan minum obat (sering juga penderita tidak patuh minum obat), maka penderita gangguan jiwa menjadi kronis. Akhirnya, setelah bosan merawat, penderita gangguan jiwa tersebut mulai ditinggalkan dan bahkan “dibuang”.

Di Amerika dan Inggris, ada program family therapy yang berlangsung selama 18 bulan. Tujuannya adalah menyiapkan keluarga agar dapat membantu proses pemulihan penderita gangguan jiwa. Selain itu juga ada program “supported employment”, yaitu program untuk membantu penderita gangguan jiwa yang telah mulai pulih untuk dapat bekerja dan mendapat penghasilan yang layak.

Di Tirto Jiwo, kami secara pelan mulai mengarah kesana. Saat ini, sudah ada 2 alumni (1 orang yang jadi motor, 1 orang lagi membantu/ magang) Tirto Jiwo yang berhasil membuka kios HP.

Kami sedang mempersiapkan lahan yang bisa dipakai untuk berkebun, berternak ayam atau burung, sehingga bisa dipakai sebagai latihan kerja. Dengan membuat peternakan ayam, walupun skala kecil, nantinya bisa dipakai untuk menumbuhkan  percaya diri, ketrampilan bergaul, berlatih berdagang dan latihan latihan praktis ketrampilan hidup lainnya.

Dalam hal perumahan, kami sedang mencoba mengembangkan ‘rumah kos” bagi penderita gangguan jiwa yang sudah pulih. Rumah kos tersebut tetap mendapat supervisi dan pembinaan dari Tirto Jiwo sehingga kondisi kejiwaan mereka tetap terpantau dan mendapat dukungan bila membutuhkan.

Kami akan sangat senang bila ada pembaca yang bersedia menjadi sukarelawan atau mitra dalam upaya membantu pemulihan gangguan jiwa. Kami menilai kegiatan tersebut merupakan ladang amal  untuk menggapai ridlo Allah