Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada orang dewasa

Penyakit ADD (attention deficit disorder-gangguan kurangnya perhatian/ atensi) kadang disertai juga dengan gejala hiperaktif sehingga menjadi ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). ADD/ADHD merupakan gangguan mental yang sering dijumpai pada anak anak, yang sering berlanjut hingga dewasa.

Pada orang dewasa, gejala ADD/ADHD berbeda dengan gejala pada anak anak. Ada 5 kelompok gejala:

Gangguan dalam berkonsentrasi. Orang dewasa dengan ADD kesulitan dalam berkonsentrasi, gampang terganggu konsentrasinya atau perhatiannya gampang teralihkan dan kesulitan dalam mengerjakan kegiatan atau tugas kecil yang rutin dan tidak penting.

Hiperfokus. Penderita ADD/ADHD sering kurang bisa konsentrasi pada hal hal kecil dan rutin, namun sering menaruh perhatian berlebihan pada hal hal yang disenangi atau menarik baginya.

Pelupa dan berantakan/ tidak tertata (disorganized). Penderita ADD sering hidupnya tidak tertata karena sering kehilangan kaca mata atau sesuatu barang, ketinggalan barang barang berharga, lupa dimana menaruh kunci, sering terlambat, senang menunda pekerjaan atau tugas, dll.

Impulsive. kurang dapat mengendalikan diri atau sering secara spontan bereaksi terhadap sesuatu rangsangan. Penderita ADD/ADHD sering tidak dapat mengendalikan keinginannya dalam membeli barang barang, memotong pembicaraan orang, cenderung gampang ketagihan.

Gangguan emosional. Penderita ADD/ADHD sering merasa kurang berhasil dalam hidupnya, kurang mampu menghadapi frustasi, gampang mengalami stress, gampang meledak emosinya, kurang percaya diri.

Hiperaktif atau tidak bisa diam. Penderita ADHD sering kesulitan duduk diam/ tenang, banyak omong, banyak ide atau gagasan/ kemauan, ingin mengerjakan semuanya dalam waktu bersamaan.

Sumber: http://www.helpguide.org/mental/adhd_add_adult_symptoms.htm