Terapi lingkungan (millieu therapy)

Mas MYT, asal Solo selama belasan tahun menderita skizofrenia dan dikurung diruangan sempit. Badannya lemah, tangannya kaku, punggungnya kesulitan untuk dibawa sujud. Alhamdulillah, tidak sampai 2 minggu tinggal di Tirto Jiwo, Mas MYT sudah ikut sholat berjamaah, jalan jalan pagi keliling kampung bersama rombongan, ikut ikutan memberi makan rusa dan ayam.

Pak D asal Batam, bertahun tahun mengurung diri di kamar. Setiap dibawa berobat dan mondok selalu berusaha lari. Pak D diantar kakaknya ke Tirto Jiwo. Kakaknya ikut menginap selama beberapa hari. Alhamdulillah, dalam waktu tidak sampai seminggu tinggal di Tirto Jiwo, Pak D sudah mau keluar kamar, ikut rombongan jalan pagi keliling kampung.

Ini bukan promosi.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dalam lingkungan fisik dan sosial yang mendukung. Kondisi kejiwaan penderita gangguan jiwa kronis bisa membaik.  Kondisi lingkungan fisik yang nyaman tidak berarti harus mewah. Asal bersih dan nyaman, tentram, tidak ribut, itu sudah bisa membuat penderita gangguan jiwa membaik kondisi kesehatan jiwanya.

Yang tidak kalah penting adalah lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial yang ramah, bersahabat, tidak terlalu padat, akan membuat penderita gangguan jiwa membaik kondisi jiwanya.

Lingkungan fisik dan sosial seperti yang disampaikan diatas bisa diciptakan dirumah masing masing. Penderita gangguan jiwa yang tinggal dirumah sebaiknya tidak dibiarkan melamun seharian. Mereka perlu diajak terlibat dalam kegiatan keluarga dirumah. Keadaan tersebut akan mendukung pemulihan gangguan jiwanya.

Hanya sayangnya, millieu therapy saja tidak cukup. Bila situasi fifik dan lingkungan tidak mendukung, maka penderita akan kembali kambuh. Untuk itu, millieu therapy perlu dilengkapi dengan kegiatan kegiatan untuk memperkuat ketahanan jiwa para penderita gangguan jiwa.