Pemulihan gangguan jiwa

Pemulihan gangguan jiwa itu gampang gampang susah.

Gampang karena gangguan jiwa bisa pulih tanpa obat, tidak perlu operasi, dan tidak harus dibantu oleh dokter spesialis jiwa, psikolog atau ahli kesehatan jiwa lainnya.

Pemulihan gangguan jiwa itu gampang karena, bila sudah ada keinginan untuk sembuh dari penderita, maka cukup dengan dukungan keluarga dan lingkungan, penderita akan bisa kembali hidup produktif di masyarakat. Oleh karena itu, perlu selalu ditekankan bahwa penderita gangguan jiwa bisa pulih. Harus ditumbuhkan harapan di kalbunya bahwa hari esok akan lebih baik dibandingkan dengan keadaan sekarang.

Pemulihan gangguan jiwa itu susah karena rajin minum obat setiap hari itu tidak cukup. Penderita gangguan jiwa harus secara aktif berusaha untuk pulih. Tidak bisa hanya pasif dengan minum obat dan tiba tiba kemudian jadi sembuh.

Penderita gangguan jiwa perlu diberi pengetahuan tentang cara dia mengatasi gangguan jiwanya dan dibimbing untuk menerapkan pengetahuan tersebut. 

Pemulihan gangguan jiwa itu seperti orang yang harus berjalan melewati kuburan. Setiap dia melewati kuburan, maka hatinya gelisah dan takut. Kegelisahan dan ketakutan tersebut ditekan dengan minum obat. Sayangnya, obat tersebut mempunyai dampak sampingan. Selain itu, obat tersebut tidak menghilangkan ketakutan yang bersangkutan setiap kali harus melewati kuburan.

Pemulihan gangguan jiwa ibaratnya seperti memberi yang bersangkutan keberanian dan kekuatan jiwa untuk melewati kuburan tanpa minum obat. Yang bersangkutan tetap merasa takut, namun tidak sampai mengganggu dan dia sanggup melewati kuburan tersebut. Dia tahu cara mengatasi ketakutan dan kegelisahan ketika harus melewati kuburan.