Pendekatan Maastricht dalam mengatasi halusinasi (2)

Dalam mengatasi halusinasi, pendekatan Maastricht berbeda dengan para psikiater yang langsung memberi obat untuk menekan munculnya halusinasi. Dalam pendekatan Maastricht, perlu dipelajari seluk beluk halusinasi tersebut agar bisa ditemukan jalan untuk mengatasinya. Beberapa informasi yang digali dalam pendekatan Maastricht:

  1. Jenis halusinasi. Apakah suara berasal dari dalam kepala atau berasal dari luar kepala, apakah dua-duanya. apakah ada jenis halusinasi lain (visual, peraba, perasa, dll).
  2. Karakteristik suara. apakah mereka punya nama, laki atau perempuan, suara keras (teriak) atau lunak, apakah ada hierarkhi diantara mereka, siapa yang paling menyakitkan kata katanya, suara siapa yang paling penting, apakah suara mereka mengingatkan suara orang yg pernah dikenal
  3. Riwayat suara. Kapan masing masing suara mulai muncul, dalam kondisi sosial psikologis seperti apa, apakah suara mereka berubah (nada maupun isinya). sering jenis suara yang berbeda muncul pertama kali dalam kondisi psikis dan sosial yang berbeda.
  4. Pemicu munculnya suara. Situasi, tempat dan kondisi yang memicu munculnya suara. apakah kemunculan suara didahlui perasaan takut, marah, sedih, kesepian. bagaimana reaksi suara suara tadi terhadap pemicu (misalnya bila pemicunya adalah perasaan marah, apa kata suara tadi terhadap marah tersebut)
  5. Apa yang dikatakan suara suara tadi. Sering orang tidak mau menyampaikan kata per kata apa yg dikatakan suara suara tadi karena malu atau terlalu menyakitkan. Bisa juga karena suara tadi bilang bahwa yang bersangkutan tidak boleh menyampaikannya kepada orang lain. Biasanya bila yang bersangkutan bisa mengontrol suara suara tadi, dia akan lebih mau menyampaikan apa yg dikatakan suara suara tadi kat per kata.
  6. Bagaimana yang bersangkutan (ybs) menjelaskan asal usul suara tersebut. Sering ybs bisa menjelaskan secara spesifik asal usul suara tadi. Misalnya: melalui pengalaman spiritual, suara setan, suara dari tuhan. Sebagian orang tidak bisa menjelaskan secara spesifik. Dalam interview ini tidak boleh didebat penjelasan yang diberikan oleh yang bersangkutan.
  7. Dampak dari adanya suara tadi dalam kehidupan sehari-hari. Disini bisa sangat bervariasi. apakah suara tadi meminta atau memerintah sesuatu, mengancam. Apakah ybs merasa harus menuruti atau percaya kata katanya, apakah nasehat yang mereka sampaikan bermanfaat, apakah suara tadi menghalangi ybs bekerja atau bertemu dengan orang lain, apakah kata-katanya selalu benar.
  8. Hubungan ybs dengan suara tadi. apakah ybs berkomunikasi dengan suara suara tadi, bagaimana posisi suara tadi terhadap ybs, bagaimana caranya sampai bisa terjadi komunikasi, apakah suara suara tadi mau mendengarkan ybs, apakah suara tadi menghormati ybs, apakah suara tadi setuju dengan ybs, dapatkan ybs memerintah suara suara tadi, menyuruhnya pergi, hubungan seperti apa yang diinginkan oleh suara tadi dengan ybs dan apakah ybs setuju.
  9. Strategi mengatasi suara suara. Apa yang dilakukan oleh ybs untuk mengatasi suara suara tadi. secara kognisi (apakah ybs memakai pendekatan pikiran), perilaku dan fisiologis (obat, meditasi, dll).
  10. Riwayat masa kecil. apakah ada riwayat bahwa ybs tidak diinginkan, perasaan tidak aman, dll.
  11. Riwayat pengobatan. riwayat pengobatan dan dukungan yang selama ini diterima.
  12. Jaringan sosial. siapa orang orang dekat ybs, apakah ybs membicarakan soal suara suara tadi kepada mereka, apakah mereka mendukung ybs.

Setelah selesai mengumpulkan data tentang halusinasi melalui wawancara/ anamnesa, maka perlu dibuat ringkasannya. Ringkasan tersebut perlu disampaikan kepada ybs agar bila ada ketidak cocokan bisa segera diperbaiki. Begitu pula, hal hal yang kurang jelas bisa lebih diperjelas. Selain itu, penyampaian ringkasan kepada ybs agar tidak ada penolakan atau penghindaran. Dengan ringkasan itu maka ybs mulai tergerak untuk mencari strategi yang tepat mengatasi halusinasi yang dialaminya.

Sering dengan dilakukannya wawancara tersebut, maka ybs mulai muncul keinginannya untuk pulih dan mengenali hal hal yang menghalangi proses pemulihan. Ybs menjadi sadar hubungannya dengan suara suara tadi, hal hal atau kejadian penting dalam hidupnya, dan strategi yang bisa dikembangkan untuk mengatasi halusinasinya.