Pendekatan Maastricht dalam mengatasi halusinasi (1)

Ternyata di masyarakat umum, ada sekitar 4% penduduk yang sering mendengar suara suara (halusinasi suara). Sebagian besar dari mereka hidup normal. Sebagian kecil (sekitar sepertiganya) tidak bisa mengatasi halusinasi tersebut, sehingga mengalami stress berat dan akhirnya menderita skizofrenia.

Ada perbedaan yang menyolok antara orang yang mendengar suara suara namun tetap hidup normal dibandingkan dengan orang yang mendengar suara dan kemudian menderita skizofrenia. Menurut Prof Marius Romme (1989) pada orang normal yang mendengar suara suara, ciri ciri mereka (dibandingkan penderita skizofrenia) adalah:

  • lebih percaya diri
  • lebih mempunyai kemampuan membuat batas dengan suara suara tersebut
  • mampu mendengarkan suara suara tersebut secara pilih pilih (selektif)
  • lebih sering berkomunikasi dengan suara suara tersebut (tidak hanya mendengarkan, tapi berkomunikasi)
  • mempunyai kerangka kerja yang bisa menjelaskan (explanatory framework) dari suara suara tadi
  • mempunyai lebih banyak saudara/ teman dan jaringan sosial yang mendukung
  • lebih berani membicarakan suara suara tersebut dengan orang lain.
  • kurang rasa takutnya terhadap suara suara tersebut.

Para pendengar suara (voice hearers- mempunyai halusinasi) kebanyakan mempunyai riwayat masa kecil yang secara psikologis menyakitkan (traumatis). Hanya saja, mereka yang tetap normal meskipun mendengar suara suara, karena mereka bisa mengatasi halusinasi suara suara tersebut.

Di Amerika, karena halusinasi suara dikaitkan dengan penyakit skizofrenia, maka mereka kemudian didiagnosa dengan skizofrenia dengan segala konsekuensinya (harus minum obat, dll).