Pendekatan baru dalam mengendalikan halusinasi suara (3)

3. Memahami arti simbolis halusinasi suara.

Bila suara suara itu sangat menganggu dan muncul pada waktu yang tidak sesuai dengan kegiatan yang sedang dilakukan, buatlah perjanjian untuk mendengarkan suara suara tersebut pada suatu waktu yang telah ditetapkan. Misalnya bila anda punya waktu pada jam 3 sore, maka bilang pada suara tadi bahwa anda akan mendengarkan apa yang dikatakannya pada waktu tersebut.

Isi atau pernyataan dari suara suara itu juga perlu dipahami, bukan secara langsung kata per kata, tetapi arti simbolisnya. Misalnya: bila suara itu bilang bahwa anda goblog, maka bisa diartikan bahwa anad perlu belajar sesuatu. Bila suara itu bilang anda sebagai orang tidak berguna, maka bisa diartikan bahwa anda perlu mulai beraktivitas (tidak hanya menyendiri didalam kamar).

4. Mengajak bicara (dialog) suara tersebut.

Bicara atau mengajak dialog terhadap suara tersebut bisa dilakukan bila kondisi memungkinkan (tidak sedang berada ditempat umum dan mengganggu orang lain) dan tidak menjadikan anda dikendalikan oleh suara suara tersebut. Mengajak bicara suara tersebut bertujuan agar anda yang mengendalikan suara dan bukannya suara suara tersebut yang mengendalikan hidup anda. Sebaiknya dialog tersebut dilakukan dengan sopan dan baik, hindari berdebat atau bertengkar dengan suara suara tadi. Dilain pihak, anda juga tidak boleh menuruti saja setiap apa yang disampaikan oleh suara suara tersebut.

Misalnya bila suara itu bilang agar anda jangan melakukan sesuatu (misalnya menjawab telpon atau membuka pintu), hal itu bisa diartikan bahwa suara tersebut ingin melindungi anda. Untuk itu katakan pada suara tersebut: terima kasih atas peringatannya, saya akan melakukan hal tersebut (menerima telpon atau membuka pintu) dengan berhati-hati.

Contoh kasus: Seorang yang mengalami halusinasi suara yang mengaku sebagai tuhan, maka pada suatu hari orang tersebut meminta tolong suara tersebut untuk membuktikan kekuatannya dengan memintanya mencuci piring (atau melakukan sesuatu lainnya). Ketika ternyata suara suara itu tidak mampu melakukannya, maka suara tersebut tidak lagi mengendalikan orang tersebut. Suara yang mengaku tuhan tersebut lama kelamaan mulai berkurang dan akhirnya hilang.

Penderitalain bisa mengendalikan halusinasi visual dengan mencoba menyentuh bayang bayang (gambaran orang tersebut). Ketika dai bisa menyentuh bayangan tersebut dan dia tidak mengalami apa apa, maka perlahan lahan halusinasi yang dialaminya berkurang.