10 Langkah memperkuat ketahanan jiwa (1)

Hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Berbagai kejadian negatif bisa saja terjadi, seperti: bikin usaha namun rugi/ bangkrut, dipecat, ditipu teman, ditinggal mati, bercerai, dimarahi atasan, dan banyak kejadian menyakitkan hati lainnya.

Ketahanan jiwa adalah suatu kemampuan untuk bisa tetap bertahan ketika menghadapi hal hal yang sulit dan menyakitkan tersebut. Ketahanan jiwa merupakan suatu kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi) ketika terjadi tragedi, trauma dan hal hal yang membuat stress lainnya.

Ketahanan jiwa sangat penting dalam kehidupan agar kita tidak mengalami gangguan jiwa atau gangguan kepribadian akibat berbagai permasalahan hidup yang dihadapi.

Berikut ini 10 langkah untuk memperkuat ketahanan jiwa yang saya sarikan dari road to resilience (http://www.apa.org/helpcenter/road-resilience.aspx ) dengan beberapa perubahan sesuai dengan pemikiran saya sendiri:

  1. Membangun dan memperkuat jaringan persaudaraan dan pertemanan.  Mempunyai hubungan yang baik dan kuat dengan saudara, sahabat dan teman akan berdampak memperkuat ketahanan jiwa. Hidup menyendiri dan terisolasi memudahkan seseorang terkena depresi dan gangguan jiwa lainnya. Ikutlah kelompok pengajian, arisan, kelompok olah raga atau hobi dan kegiatan sosial  lainnya. Kebiasaan saling memberi kepada tetangga, anak yatim dan orang yang membutuhkan juga akan memperkuat ketahanan jiwa seseorang.
  2. Hindari melihat krisis sebagai suatu masalah yang tidak dapat diatasi. Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi atau dipecahkan. Sebesar apapaun masalah yang kita hadapi, Allah tetap akan mampu membantu kita mengatasi masalah tersebut. Masalah bisa saja tetap terjadi, namun kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap masalah tersebut.
  3. Menerima apa yang tidak bisa kita ubah dan menerima bahwa dalam hidup segala sesuatunya bisa berubah. Banyak hal diluar kendali kita. Dengan menerima hal hal positif maupun negatif yang terjadi diluar kendali, akan membuat kita terhindar dari kegelisahan dan ketakutan yang tidak perlu.
  4. Mempunyai tujuan hidup yang jelas dan mulia serta bertindak untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup dengan tujuan dan sasaran yang jelas dan mulia akan membuat daya tahan kejiwaan menjadi kuat. Soekarno (Presiden pertama Indonesia) waktu muda berkali-kali dipenjara oleh Belanda tetapi tetap kuat karena dia mempunyai tujuan yang mulia, yaitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  5. Bersambung

Sumber bacaan: http://www.apa.org/helpcenter/road-resilience.aspx