Mengatasi khawatir berlebihan

Rasa khawatir berguna bila kekhawatiran tersebut membuat kita mengambil tindakan dan memecahkan masalah. Misalnya, ketika kita khawatir tidak lulus ujian dan kemudian membuat kita rajin belajar, maka kekhawatiran itu positif. Namun, bila kita merasa khawatir terus menerus, selalu memikirkan hal buruk akan terjadi pada diri kita, sehingga menganggu kegiatan sehari-hari, maka kekhawatiran tersebut sudah menjadi negatif dan merugikan.

 Bagaimana cara mengatasi khawatir berlebihan, berikut ini beberapa teknik yang bisa dicoba:

  1. Ciptakan masa waktu (periode) khawatir. Tentukan suatu periode (jangan malam hari, misalnya antara jam 5:00-5:30 sore, diruang keluarga), setiap hari pada waktu yang sama, dimana anda boleh memikirkan hal hal apa saja yang muncul yang membuat khawatir. Diluar waktu tersebut, jangan gunakan waktu untuk berpikir hal hal yang membuat khawatir. Bila timbul rasa khawatir diluar masa tersebut, maka tulis didalam secarik kertas bahwa anda akan memikirkan hal tersebut diwaktu yang sudah ditentukan. Dalam periode masa khawatir, buat daftar hal hal apa yang membuat anda khawatir dan renungkan kekhawatiran anda tersebut. Berhenti merasa khawatir bila waktu yang tersedia sudah habis.
  2. Bedakan antara masalah yang bisa dipecahkan dan tidak bisa dipecahkan oleh kita. Ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, misalnya: semua orang pasti mati, jalanan di Jakarta macet, pejabat banyak korupsi. Mau tidak mau kita harus hidup dengan keadaan tersebut. Khawatir berlebihan terhadap hal yang tidak bisa kita hindari tidak banyak gunanya. Namun kita bisa menyikapi dengan cara berbeda, misalnya: banyak beramal sholeh agar bila mati masuk surga, berangkat lebih awal agar tidak telat, dll.
  3. Terima ketidak pastian. Di dalam hidup ini selalu ada ketidak pastian, misalnya: pesawat terbang bisa jatuh, naik kendaraan umum bisa kecopetan, meskipun sudah belajar keras bisa saja yang keluar pertanyaan yang kita tidak siap, dll. Bila kita terus menerus khawatir karena sesuatu yang tidak pasti, maka hidup kita bisa tidak produktif atau bahkan kita jatuh sakit karenannya. Bila kemungkinan terjadinya hal buruk tersebut kecil (tidak besar), maka terima saja ketidak pastian tersebut. Banyak berdoa dan pasrah bisa mengurangi kekhawatiran.
  4. Perbaiki pola pikir yang salah. Rasa khawatir yang khronis sering timbul dari pola pikir yang salah. Cara meluruskan pola pikir yang salah tersebut adalah dengan menganalisa hal hal yang membuat khawatir tersebut. Misalnya: anda khawatir terus menerus bahwa anak anda akan celaka ketika sedang pulang/ pergi sekolah. Maka kita bisa analisa: apakah ada bukti nyata (evidence) atas kekhawatiran kita tersebut? Berapa banyak anak yg celaka ketika berangkat/ pulang sekolah, mengapa anak tersebut celaka? apakah ada cara untuk menghindari atau mengurangi hal tersebut terjadi pada anak kita, dll.
  5. Cari teman yang positif. Rasa khawatir sebenarnya menular. Bila kita ketemu dengan orang orang yang pesimis dan selalu khawatir, kekhawatiran mereka tersebut bisa menular dan membuat kita ikut-ikutan khawatir. Oleh karena itu, bila kita mau curhat, jangan curhat kepada orang yang pesimis dan suka khawatir.
  6. Berlatih “mindfullness”. Kita khawatir karena kita memikirkan hal hal dimasa yang akan datang. Dengan memikirkan dan menikmati hal hal sekarang yang kita hadapi, maka sedikit demi sedikit rasa khawatir kita akan bisa berkurang.

Semoga bermanfaat