Rencana kerja memulihkan Pak Adam dari gangguan kecemasan

Pak Adam (bukan nama sebenarnya), saat ini berumur 49 tahun, seorang wirausaha dan mempunyai istri yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Mereka dikaruniai 2 orang anak.

Sejak beberapa tahun terakhir, usaha bisnis Pak Adam sering merugi. Keadaan ini menyebabkan Pak Adam sering merasa cemas, takut, keluar keringat dingin, gelisah, tidak bisa konsentrasi, sulit tidur. Meskipun demikian, Pak Adam tidak pernah mengalami halusinasi. Beberapa kejadian kecil, karena sering menyita pikirannya, akhirnya membuat Pak Adam sangat ketakutan dan gelisah. Pak Adam sangat takut bahwa kehidupan dirinya dan keluarganya akan hancur.

Puncaknya, pada beberapa bulan yang lalu, Pak Adam dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.

Sejak saat itu, Pak Adam secara rutin kontrol ke dokter spesialis jiwa di kota Magelang. Pak Adam minum obat sesuai petunjuk dokter. Meskipun demikian, Pak Adam masih terlihat gelisah, tidak bisa duduk tenang ditempatnya dalam waktu lama. Karena sering diejek, Pak Adam kini menjauhi teman-temannya sesama pengusaha. Kini Pak Adam lebih banyak bergaul dengan teman sekampungnya yang secara sosial ekonomi lebih rendah dari dirinya.

 Dalam pertemuan dengan pengelola Tirto Jiwo kemarin sore, Pak Adam masih terlihat gelisah. Meskipun demikian, Pak Adam mulai menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan jiwa dan bersedia untuk minum obat sesuai ketentuan dokter. Pengelola Tirto Jiwo menenkankan bahwa gangguan jiwa seperti yang dialami Pak Adam banyak terjadi di masyarakat dan bahwa penyakit tersebut bisa dipulihkan.  Hal ini penting ditekankan karena adanya harapan dan keinginan untuk pulih dan kembali hidup produktif di masyarakat akan mendorong Pak Adam mengupayakan secara aktif kesembuhannya dari gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang dideritanya.

Menurut penilaian kami, berikut ini beberapa kelompok kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendukung proses pemulihan Pak Adam dari gangguan kecemasan yang dideritanya. Kelompok kegiatan berikut merupakan campuran dari tiga pendekatan terapi, yaitu terapi perilaku, terapi kognisi dan terapi spiritual.

  1. Kelompok kegiatan pertama adalah terapi perilaku untuk mengurangi kecemasan dan memperkuat daya tahan terhadap serangan kecemasan. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan antara lain: melakukan kegiatan sesuai hobi, jalan santai dengan keluarga, ngobrol dan sosialisasi dengan tetangga. Pak Adam perlu pula belajar teknik relaksasi, seperti latihan menarip napas panjang dan melemaskan otot yang dilakukan 2 kali sehari.
  2. Kelompok kegiatan agar mempunyai pola pikir yang lebih sehat. Pak Adam perlu mengidentifikasi hal hal yang memicu timbulnya kecemasan, gejala awal kecemasan, dan hal hal yang selama ini telah dilakukan untuk mengurangi kecemasan. Pendekatan untuk mengubah pola pikir yang negatif kearah yang lebih positif dilakukan dengan gobrol (talk therapy) bersama petugas Tirto jiwo.
  3. Kegiatan spiritual (keagamaan) untuk menanamkan kesadaran bahwa ada Allah Yang Maha Besar dan Maja Kuasa yang bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi Pak Adam. Perlu juga ditanamkan kesadaran akan perlunya berdoa dan memohon kepada Allah dan bahwa Allah akan mengabulkan segala doa. Kelihatannya ini sederhana, namun bila Pak Adam mempunyai pemahaman dan keyakinan yang benar akan peranan Allah dalam kehidupan, maka gangguan kecemasan akan bisa diatasi dan dihilangkan.
  4. Bila ketiga hal tersebut diatas sudah mulai dilakukan, langkah berikutnya adalah meminta Pak Adam untuk membayangkan kejadian atau masalah yang dahulu membuatnya cemas. Ketika membayangkan masalah tersebut, Pak adam diminta menerapkan pola pikir yang positif, berdoa kepada Allah, melakukan relaksasi sehingga kecemasan bisa dihindari.
  5. Langkah berikutnya, bila kecemasannya sudah mulai berkurang, adalah mulai melakukan upaya upaya untuk mengembalikan usaha bisnisnnya. Tentunya langkah ini tidak gampang. Dalam tahap ini Pak Adam perlu menyandarkan segala upaya kepada pertolongan Allah sehingga pikiran dan hati tetap tenang (tidak cemas) dan langkah langkah bisnis yang dilakukan juga tidak keliru karena mendapat petunjuk dan pertolongan Allah Swt.

Demikian pemikiran dan upaya yang akan kami lakukan untuk membantu Pak Adam bisa pulih dari gangguan kecemasan dan hidup produktf 9secara sosial dan ekonomi) di masyarakat. Tentunya ini tidak mudah. dukungan keluarga sangat diperlukan.