5 komponen utama bagi pemulihan gangguan jiwa

Gangguan jiwa bisa pulih. Salah satunya adalah Dr Patricia Deegan yang meskipun ketika muda pernah dirawat di rumah sakit jiwa karena menderita skizofrenia, namun kemudian bisa pulih dan menjadi psikolog klinis yang membantu penderita gangguan jiwa untuk pulih.

Gangguan jiwa bisa pulih, namun prosesnya tidak gampang karena memerlukan kerjasama dari 5 komponen utama. Mereka adalah:

  1. Dokter ahli jiwa yang menangani penderita dari sisi medis. 
  2. Penderita gangguan jiwa yang berniat pulih dan bersedia melatih kemampuan serta daya tahannya mengatasi goncangan jiwa (stress). Kemampuan mengatasi gejala gangguan jiwa dan meningkatkan kemampuan daya tahan terhadap stress bisa dilatih atau dipelajari oleh yang bersangkutan.
  3. Sesama penderita gangguan jiwa yang saling menolong dan memberikan semangat untuk terus berusaha pulih. Denagn bertemu dan mengobrol dengan penderita gangguan jiwa yang telah pulih, maka harapan dan semangat untuk pulih akan muncul. Selain itu, sesama penderita bisa mengajari bagaimana mengatasi halusinasi, depresi dan gejala gangguan jiwa lainnya. Sesama penderita juga bisa mengajari cara menciptakan lapangan kerja dan ketrampilan lainnya.
  4. Keluarga yang memberikan dukungan psikososial dan suasana nyaman dirumah. Keluarga juga berperanan dalam mendukung penderita agar mau minum obat secara teratur, memonitor efek samping obat, mendeteksi bila ada gejala awal akan kambuh dan menolong penderita bila terjadi kambuh. Peranan keluarga yang tidak kalah pentingnya mendukung penderita dengan doa dan dana.
  5. Masyarakat sekitar yang mau mengajak bergaul, tidak menyingkirkan penderita gangguan jiwa, memberikan lapangan kerja, dan lain lain.

Nantinya penderita gangguan jiwa yang datang atau menginap di Tirto Jiwo akan mendapatkan pelayanan dokter spesialis jiwa, dibimbing agar jiwanya menjadi semakin kuat dan bisa mengatasi stress. Selain itu, Tirto Jiwo juga akan memberikan pelatihan bagi keluarga penderita gangguan jiwa agar mereka siap dan bisa mendukung proses pemulihan gangguan jiwa. Di Tirto Jiwo juga akan ada kesempatan bagi penderita gangguan jiwa untuk bertemu dan mengobrol dengan penderita gangguan jiwa yang telah pulih atau dalam proses pemulihan. Penderita gangguan jiwa juga akan dilatih untuk secara bertahap bisa bergaul, bekerja dan kembali hidup masyarakat