Kampung Tirto Jiwo

Agar bisa kembali pulih, setelah keluar dari RSJ, penderita gangguan jiwa memerlukan dukungan psikososial. Dukungan psikososial tersebut mencakup: dukungan agar penderita bisa mengelola gejala gangguan jiwanya, penderita dapat mempunyai aktivitas (pekerjaan) yang berarti bagi dirinya, dan penderita bisa berintegrasi kedalam masyarakat (kehidupan sosial).

Sayangnya, kebanyakan keluarga tidak mampu memberikan dukungan psikososial tersebut secara penuh. Untuk itu, diperlukan adanya sebuah tim yang memberikan pembinaan dan dukungan psikososial bagi penderita gangguan jiwa di rumah penderita. Hal ini yang dilakukan di MHA Village di Kalifornia, Amerika. Di MHA Village dan di Project Transition (www.projecttransition.com) , penderita tinggal di apartment umum (atau bersama keluarganya), namun mereka mendapat dukungan psikososial dari tim kesehatan jiwa dari MHA Village center.

Tirto Jiwo juga nantinya akan mengarah kesana. Penderita gangguan jiwa yang baru keluar dari RSJ akan sementara tinggal di asrama Tirto Jiwo. Secara bertahap kemudian penderita akan dipindah untuk tinggal di rumah penduduk di sekitar asrama Tirto Jiwo. Mereka akan mendapat dukungan dari Tim Tirto Jiwo hingga punya rasa percaya diri untuk hidup mandiri di luar lingkungan Tirto Jiwo.

Penderita gangguan jiwa akan mendapat bimbingan dalam mengelola penyakitnya, mendapatkan atau menciptakan pekerjaan untuk dirinya (self-employment) dan kembali bergaul dan berperan dalam masyarakat.

Sebenarnya, akan lebih bagus bila Pemerintah berkenan mengadopsi ide ini dan menerapkannya di Indonesia. Tanpa dukungan psikososial yang menyeluruh, Indonesia tidak akan pernah bisa bebas dari pasung.