Peranan keluarga dalam penyembuhan penderita gangguan jiwa berat

Ada kaitan yang erat antara penderita gangguan jiwa berat yang menjadi kronis dengan tidak adanya dukungan keluarga. Semakin lemah dukungan dari keluarga (atau teman, tetangga, masyarakat), maka kemungkinan seorang penderita gangguan jiwa menjadi kronis akan semakin besar. Dengan kata lain, agar bisa menjadi pulih, dukungan keluarga (teman atau masyarakat) sangat diperlukan.

Sayangnya, banyak keluarga yang kurang mendukung, atau terlalu cepat menyerah ketika salah satu anggota keluarganya ada yang terkena gangguan jiwa. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka (keluarga) tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah tahu apa yang harus dilakukan, keluarga sering tidak sanggup ketika harus bersusah payah melakukan semua upaya bagi kesembuhan anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa tersebut.

Sebenarnya apa yang harus dilakukan oleh keluarga agar penderita gangguan jiwa bisa sembuh?

Pertama dan paling penting adalah mendoakan dengan sungguh sungguh bagi kesembuhan penderita gangguan jiwa tersebut. Berdoa dengan sungguh sungguh berarti berdoa dalam jumlah (kuantitas) yang banyak, dalam waktu yang lama (setiap hari selama berbulan-bulan), pada waktu dan tempat yang mustajab (misalnya: setiap selesai sholat tahajud atau di masjidil haram) dan dilakukan secara bersungguh-sungguh. Hal ini yang sering banyak dilupakan atau tidak dikerjakan oleh keluarga penderita gangguan jiwa.

Dengan doa yang sungguh sungguh dari keluarga, maka nanti akan terbuka jalan bagi penyembuhan penderita gangguan jiwa.

Doa dari ibunya yang bersungguh-sungguh telah mengundang datangnya pertolongan Allah. Meskipun telah beberapa tahun dipasung, seorang penderita dari desa Gebang, Purworejo bisa kembali pulih.

Penderita lain lagi dari desa yang berbeda, ada yang kambuh, ibunya langsung mengadakan doa bersama dan tidak henti-hentinya berdoa memohon kesembuhan anaknya. Tidak lama kemudian, anaknya bisa pulih dan bisa kembali  bekerja.

Kesimpulannya. Mari kita mohon keajaiban Allah bagi kesembuhan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa agar bisa kembali hidup produktif di masyarakat.