Rahasia rezeki (4): dampak hidup dekat dengan Al quran

Di kampung dimana saya dibesarkan, saya kenal dengan seorang ustadz yang walaupun hanya mengelola mushola kecil, namun bisa hidup berkeluarga, punya rumah dan mempunyai kendaraan sepeda motor. Tetangga saya, yang rajin sholat berjamaah di mushola tersebut, juga bisa hidup wajar walaupun sederhana. Dilain pihak, banyak orang yang mempunyai status sosial lebih tinggi (pegawai negeri, lurah, dll) namun terjebak dalam hutang. Hidup mereka selalu gelisah karena dikejar kejar hutang.

Disebuah blog (http://mybothsides.blogspot.in/) ada cerita penulisnya tentang manfaat sholat tepat waktu. Setelah berusaha untuk selalu sholat tepat waktu, berbagai urusan kantor juga menjadi lebih tertata, tidak saling bertabrakan seperti sebelumnya.

Dalam kaitan dengan Al quran ini saya punya pengalaman menarik. Tergerak karena mendengarkan ceramah ustadz Yusuf Mansur, walaupun membaca Al Quran saja masih patah patah, di usia 57 tahun, ditengah kesibukan kerja, saya mulai menghapal Al Quran. Saya mulai dengan menghapal surat surat pendek dalam juz 30. Begitu mulai menghapal Al Quran, saya tiba tiba mendapat ide yang bisa saya pakai untuk memecahkan masalah pekerjaan di kantor yang selama ini berjalan tersendat-sendat.

Ketika saya sampai ke Surat Al Bayyinah, ada sebuah ayat yang menurut ukuran saya cukup panjang dan membuat saya kesulitan dalam menghapalnya. Akhirnya, hapalan saya macet. Ternyata macetnya kegiatan saya dalam menghapal Al Quran membuat beberapa urusan di kantor/ di rumah saya juga ikut macet. Urusan saya yang macet tersebut adalah: spare-part mobil yang harus di-import dari Jepang, perpanjangan passport (UNLP) yang prosesnya bertele-tele, pengurusan pensiun PNS yang macet (berkas hanya disimpan/ dimasukkan kedalam laci oleh staf bagian gaji).

Alhamdulillah, ketika saya mulai sekuat tenaga memulai lagi menghapal Al Quran, persoalan persoalan yang saya hadpi juga mulai terlihat jalan keluarnya. Mungkin ini salah satu manfaat bila kita mau menghapal Al Quran, bertaqwa kepada Allah.