Membantu penderita dengan paranoid

Berurusan dengan orang yang menderita gangguan kepribadian paranoid (PPD) atau penderita gangguan jiwa dengan gejala paranoid, dapat menjadi suatu tugas yang berat.  Penderita PPD tidak percaya dan sangat mudah curiga pada orang lain, sehingga sulit untuk mendapatkan kepercayaan dan keyakinan dari mereka sehingga anda bisa cukup lama dipercaya untuk membantu mereka. Bahkan gerakan ramah dapat diartikan sebagai manipulatif atau jahat. Mereka sering merasa sulit untuk menjalin hubungan yang erat dengan orang lain. Individu dengan PPD merasa sulit untuk menurunkan pertahanan diri mereka. Mereka secara aktif mencari bukti bahwa orang lain akan berbuat jahat terhadap mereka. Intervensi medis sering diperlukan, namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh anggota keluarga dan teman-teman  untuk membantu mengendalikan gejala paranoia.

  1. Dorong penderita untuk mau berobat. Karena sifat penderita paranoid itu selalu curiga dan tidak percaya, pasien dengan PPD tidak mungkin untuk mencari bantuan profesional sendiri. Pada sebagian besar kasus, keluarga atau teman atau masalah hukum yang mendorong mereka untuk mencari pengobatan. Psikoterapi adalah pengobatan yang paling umum untuk PPD. Obat dapat membantu dalam mengurangi paranoia.
  2. Hindari beradu argumen. Dari pada berdebat dengan mengatakan bahwa ketakutan mereka tidak rasional, cobalah ajukan pertanyaan spesifik tentang ketakutan yang mereka rasakan atau hadapi. Jika mereka terbuka untuk mendengarkan Anda, cobalah untuk menjernihkan segala kesalahpahaman yang terjadi dengan  menggunakan bahasa yang sederhana.
  3. Beri mereka ruang pribadi yang cukup. Banyak orang menderita paranoid takut berdekatan dengan orang lain. Berikan cukup ruang fisik antara Anda sehingga mereka tidak merasa terjebak atau terkurung.
  4. Hindarkan individu dari situasi yang menyebabkan serangan paranoia. Minta kepada mereka untuk memberitahu Anda apa saja yang menyebabkan mereka ketakutan. Cobalah untuk menghindari objek atau situasi yang membuat mereka takut. Jika individu merasa ketakutan terhadap anjing, cobalah untuk menghindari semua situasi di mana ada anjing.
  5. Fokus  pada apa yang nyata tanpa mengecilkan ketakutan mereka. Membuat pernyataan meyakinkan seperti “Aku tahu kau pikir ada polisi diluar rumah yang akan menangkap kamu, tapi saya jamin tidak ada polisi yang berani kesini”.
  6. Katakan kepada mereka apa yang Anda akan lakukan sebelum Anda melakukannya sehingga mereka tidak terkejut dengan gerakan Anda dan dapat mulai percaya bahwa Anda akan melakukan apa yang Anda katakan.
  7. Bicara tentang ketakutan orang tersebut ketika ia berada dalam keadaan rasional dan tidak mengalami serangan paranoid. Buat rencana untuk menangani ketakutan ketika serangan paranoid tersebut terjadi. Bersama-sama penderita paranoid, buatlah daftar ketakutan mereka dan pada akhir dari daftar tersebut, tuliskan  “Hal-hal ini tidak akan menyakiti saya karena ketakutan ini merupakan gejala dari penyakit saya..” Tempatkan daftar tersebut di tempat terbuka yang mudah dilihat/ dibaca seperti di pintu kulkas atau pintu kamar tidur di mana individu dapat merujuk ke sana ketika mereka mulai mengalami serangan paranoia.
  8. Ingatkan pada penderita bahwa perasaan mereka (paranoia) adalah gejala dari suatu penyakit dan bahwa mereka akan merasa lebih baik setelah minum obat. Dorong individu untuk mencari bantuan medis profesional jika mereka belum melakukannya.

Sumber: how to help a person that seems paranoid  http://www.ehow.com/how_8135913_person-seems-paranoid.html