Perlunya pengorbanan keluarga dekat agar anggota keluarganya bisa pulih dari gangguan jiwa

Sebelum kemerdekaan Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia masih buta huruf atau hanya mengenyam pendidikan dasar. Pada tahun 1940an, Sukarno adalah seorang insinyur lulusan ITB dan Mohammad Hatta adalah sarjana ekonomi lulusan Belanda. Bila hanya ingin hidup senang dan kaya, mereka tidak perlu menjadi pejuang bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan menjadi pegawai perusahaan milik Belanda, Sukarno dan Hatta bisa hidup mewah. Sukarno dan Hatta memilih berkorban dan menjadi pejuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sukarno dan Hatta kenyang dipenjara dan dibuang ke daerah terpencil. Tanpa pengorbanan mereka, Indonesia tidak akan bisa merdeka di tahun 1945.

Dengan pengorbanan mereka, Indonesia bisa merdeka. Sukarno dan Hatta menjadi orang yang mulia dan sukses. Artinya, mereka mendapat balasan juga selama di dunia dengan kemuliaan dan hidup berkecukupan. Para pahlawan lain yang gugur sebelum kemerdekaan, insya Allah akan mendapat balasannya dengan surga.

Membantu anggota keluarga pulih dari gangguan jiwa juga memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Pengorbanan tersebut sering tidak hanya berupa uang, kadang berupa tenaga, pikiran, perasaan dan waktu. Tanpa pengorbanan keluarga dekat, hampir tidak mungkin penderita gangguan jiwa bisa pulih.

Apa saja bentuk pengorbanan yang diperlukan? Pertama dengan menciptakan suasana rumah yang tenteram, jauh dari bising TV/ musik, tidak ada bentakan bentakan, kritik tajam, ejekan, dll. Penderita gangguan jiwa juga perlu didukung agar bisa beraktivitas sesuai tingkat kemampuan dan kesenangannya. Penderita gangguan jiwa perlu didorong untuk beraktivitas, misalnya: berkebun, berternak atau memelihara kucing, burung, melukis atau bermain musik. Selama beraktivitas tersebut, utamanya pada awalnya, diperlukan teman yang mendampingi.

Keluarga dekat juga perlu membantu agar penderita gangguan jiwa bisa minum obat sesuai ketentuan dokter dan memantau adanya efek samping. Kegiatan yang tidak kalah penting adalah berdoa (sholat tahajud) dan bersedekah. Kedua hal tersebut bukan hal yang ringan.Bila sudah memungkinkan, penderita gangguan jiwa juga perlu mulai dilatih sholat dan bersedekah.

Insya Allah, pengorbanan tersebut tidak akan sia sia. Balasannya adalah kesembuhan anggota keluarga dari gangguan jiwa dan pahala dari Allah SWT.