Tabungan Kebaikan

Hukum Kekekalan Energi mengatakan “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”. Hukum ini diciptakan oleh James Prescott Joule, seorang ahli fisika Inggris yang namanya diabadikan menjadi satuan energi.

Hukum ini juga berlaku dalam kehidupan manusia.

Aktivitas yang kita lakukan setiap hari merupakan perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya, saat kita makan, kita mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi yang kita gunakan untuk bergerak dan berpikir. Energi yang kita berikan untuk perusahaan saat kita bekerja akan ditukar menjadi energi potensial yang kita dapatkan dari perusahaan (income atau gaji).

Energi tersebut bisa ditabung untuk dipergunakan bila diperlukan nantinya. Sebagai contoh: bila kita makan berlebihan, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Lemak tersebut Begitu pula, bila kita telah bekerja keras dan cerdas, sehingga “nilai” dari hasil kerja kita tersebut lebih besar dari gaji kita, maka energi tersebut akan ditabung. Tabungan tersebut akan dicairkan dalam bentuk kenaikan gaji (karena gaji naik atau mendapat promosi jabatan atau karena pindah kerja ke tempat kerja dengan gaji yang lebih baik). Dilain pihak, bila kita banyak melakukan kejelekan (tabungan negatif), maka suatu saat kita juga harus membayarnya. Sebagai ilustrasi: bila kita bekerja malas-malasan sehingga hasil kerja kita lebih rendah dibandingkan dengan gaji, maka dalam jangka panjang kita akan dipecat/ di PHK. Bila kita mencuri atau menipu, suatu saat kita akan dihukum (baik hukuman di dunia atau di akhirat).

Apa implikasinya bagi kita? Mari kita melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kita punya banyak tabungan positif. Tabungan kebaikan tersebut bisa kita cairkan nanti bila kita membutuhkannya, baik ketika kita masih hidup didunia atau untuk nanti di akhirat. Tabungan kebaikan tersebut bisa juga kita hadiahkan kepada orang lain. Sahabat saya Mas Elok Heru Wibowo menghadiahkan tabungan tersebut untuk adiknya ketika adiknya mengalami kecelakaan dan tidak sadar. Mas Elok berdoa meminta kesembuhan bagi adiknya dengan mencairkan tabungan kebaikan yang banyak dia punyai. Tabungan kebaikan tersebut banyak dihadiahkan oleh para orang tua kepada anak anaknya. Oleh karena itu, agama mengajarkan agar kita berbuat banyak kebaikan (wakaf atau sedekah atas nama orang tua, dll) untuk membalas kebaikan orang tua kita.