Terapi kognisi dan perilaku untuk mencegah mania atau hipomania

Penderita dengan gangguan hipomania atau mania akan terlihat dengan kondisi dimana mood atau perasaan yang menaik/ bergairah, gembira, banyak ide dan disertai dengan kegiatan yang juga meningkat. Pada saat yang bersamaan, penderita mulai berkurang tidurnya atau merasa tidak memerlukan tidur. Keadaan tersebut biasanya berkembang atau meningkat secara perlahan. Bila tidak ada tindakan atau penanganan, maka penderita akan bisa jatuh kedalam kondisi hipomania atau mania.

Ada dua pendekatan yang perlu dilakukan untuk mencegah berkembangnya mania atau hipomania tersebut, yaitu dengan terapi kognisi dan terapi perilaku. Secara singkat, gambaran kedua terapi tersebut akan dijelaskan secara singkat.

Terapi perilaku. Dalam terapi perilaku, penderita diminta untuk membuat rencana kegiatan harian selama seminggu kedepan. Dalam jadwal kegiatan tersebut perlu dialokasikan cukup waktu untuk istirahat/ tidur, tidur awal (jangan tidur terlalu malam). Perlu dialokasikan juga cukup waktu untuk bersantai.

Terapi kognisi. Dalam terapi kognisi, penderita diminta untuk menilai apakah ide idenya tersebut layak atau bisa diterapkan. Penderita hipomania atau mania akan mempunyai banyak ide dan inspirasi. Kadang, ide tersebut kurang realistis sehingga bila tidak hati hati, penderita bisa terjatuh dalam masalah keuangan. Penderita diminta untuk menilai apa untung rugi dari ide idenya, resiko apa yang akan terjadi bila ide tersebut diterapkan. Selain itu, bila ada beberapa ide, penderita perlu diminta membuat prioritasnya dan menjadwalkan kapan kegiatan kegiatan tersebut akan dilaksanakan.

Pembaca yang ingin mendalami lebih lanjut terapi kognisi dan perilaku bagi penderita gangguan jiwa, silahkan kunjungi website http://www.cci.health.wa.gov.au/docs/KYB-7-Behavioural%20Strategies%20for%20Mania.pdf