Peluang bisnis dalam pemulihan gangguan jiwa berat

Tidak semua penderita gangguan jiwa berat berasal dari masyarakat bawah. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang mampu dan bersedia membayar agar mereka bisa pulih dan kembali hidup produktif di masyarakat.

Dengan terapi psikososial yang tepat, penderita gangguan jiwa berat bisa pulih. Saat ini, di negara negara Amerika, Kanada, Inggris dan Australia sudah mulai tumbuh pelayanan kesehatan jiwa untuk memulihkan penderita gangguan jiwa berat sehingga mereka bisa kembali hidup produktif di masyarakat.

Di Indonesia, saat ini hanya sebagian sangat kecil penderita gangguan jiwa berat yang bisa pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Sebagian besar menjadi khronis dan menjadi beban keluarga. Mengapa hal tersebut terjadi?

Banyak penyebabnya. Salah satunya karena setelah mereka keluar dari perawatan di rumah sakit jiwa, mereka kembali kepada keluarganya tanpa persiapan dan bekal yang memadai. Setelah keluar dari RSJ, penderita hanya ketemu psikiater selama 10 menit sekali atau dua kali dalam sebulannya. Tidak ada perubahan dan persiapan yang berarti dalam kehidupan keluarganya sehingga setelah beberapa bulan kembali bersama keluarganya, penderita menjadi kambuh kembali. Setelah berkali-kali kambuh, penderita akan menjadi khronis dan semakin sulit dipulihkan.

Ada beberapa peluang bisnis dalam pemulihan gangguan jiwa berat. Sasarannya adalah penderita gangguan jiwa berat (skizofrenia, gangguan bipolar, depresi berat, dll) yang telah keluar dari perawatan di rumah sakit jiwa.

Peluang bisnis pertama adalah memberi terapi psikososial kepada penderita gangguan jiwa yang tinggal bersama keluarganya. Disini terapist bekerja bersama sama dengan keluarga dan si penderita untuk membuat program pemulihan di rumah. Terapist datang secara berkala ke rumah penderita dan menerapkan program pemulihan tersebut bersama-sama.

Peluang bisnis kedua adalah dengan membuat pusat pemulihan bagi penderita gangguan jiwa. Disini penderita tinggal bersama dalam suatu asrama bersama dengan beberapa penderita gangguan jiwa lainnya. Terapi psikososial disini dilakukan secara kelompok dan individual.

Tentunya, baik melalui kunjungan rumah maupun tinggal dalam asrama, semua penderita gangguan jiwa tetap harus minum obat dan berkonsultasi dengan psikiater secara berkala. Hanya bedanya, selain obat, penderita gangguan jiwa mendapat terapi psikososial sehingga mempercepat pemulihan dan mengurangi kemungkinan kambuh kembali.

Di negara negara seperti Amerika, bimbingan dan terapi psikososial diberikan oleh psikolog dan bekas penderita gangguan jiwa yang telah pulih. Bahkan di beberapa pusat pemulihan, semua  psikoterapi tersebut diberikan oleh bekas penderita gangguan jiwa yang telah pulih.