Yayasan Shraddha, Mumbai, India: memulihkan penderita gangguan jiwa yang menggelandang

Pada suatu hari di akhir dekade tahun 1990an, Dr Bharat Vatwani sedang makan di restoran bersama istrinya. Matanya terpaku pada seorang anak laki laki sangat kurus kering dengan pakaian dekil dan tidak karuan yang mengambil tempurung kelapa dan meminum air yang ada didalamnya dengan sekali teguk. Dia tahu bahwa anak tersebut pasti sedang menderita gangguan jiwa. Segera Dr Bharat Vatwani membawanya ke “nursing home” sebuah bangsal perawatan untuk dirawatnya. Kejadian tersebut kemudian mengubah sejarah hidupnya.

Setelah dirawat beberapa lama, anak tersebut mulai membaik kondisinya. Ternyata anak tersebut adalah seorang sarjana teknik S1 dan orang tuanya adalah seorang pejabat pemerintah di kota  Zilla Parishad, negara bagian Andhra Pradesh, India. Gangguan jiwa telah menyebabkan anak tersebut jadi hidup menggelandang.

Dr Bharat Vatwani mulai menyadari bahwa di India tidak ada lembaga sosial yang merawat gelandangan gangguan jiwa yang hidup dijalanan. Sejak saat itu, Dr Bharat Vatwani mulai menampung dan menyembuhkan penderita gangguan jiwa yang hidup menggelandang dijalanan dan kemudian mempertemukan kembali dengan keluarganya. Mulanya dia hanya merawat 2 orang, kemudian dengan berjalannya waktu jumlah penderita gangguan jiwa yang ditolongnya semakin meningkat jumlahnya.

Pada tahun 2006, lembaga rehabilitasi Shraddha berhasil mengembalikan 47 gelandangan gangguan jiwa kepada keluarganya. Pada tahun 2007 jumlah tersebut meningkat menjadi 134 orang, dan  pada tahun 2011 mencapai 332 orang yang berhasil dipulihkan dan dikembalikan kepada keluarganya.

Semoga cerita ringkas diatas bisa menginspirasi kita untuk menanam kebaikan sebagai bekal kita di akhirat.

sumber: http://www.shraddharehabilitationfoundation.org/my-personal-word.html