Pemicu kambuhnya gangguan jiwa

Pemulihan dari gangguan jiwa adalah suatu proses jangka panjang. Proses pemulihan tersebut bisa berlangsung naik turun. Penderita gangguan jiwa bisa kambuh kembali. Untuk itu, agar kekambuhan tersebut bisa dicegah, penderita gangguan jiwa dan keluarganya perlu mengenal hal hal yang dapat memicu kambuhnya gangguan jiwa sehingga bisa menghindarinya atau melakukan tindakan tindakan agar jangan sampai terjadi kambuh.

Beberapa daftar dibawah ini merupakan pemicu kambuhnya penyakit gangguan jiwa. Hanya perlu diingat bahwa faktor pemicu sering berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Untuk itu, faktor pemicu tersebut perlu dicatat agar bisa dihindari.

  • Berhenti minum obat. Berhenti minum obat setelah beberapa lama merupakan pemicu yang paling sering terjadinya kambuh.
  • Ganti obat atau berubahnya dosis obat
  • Minum obat lain (obat resep atau beli sendiri) yang bereaksi dengan obat gangguan jiwa yang selama ini diminumnya.
  • Mendengar berita atau kejadian yang menakutkan
  • Merasa tertekan
  • Adanya konflik atau ketegangan didalam keluarga
  • Terlalu lama menyendiri, menarik diri dari pergaulan dan menyendiri di kamar dalam waktu lama
  • Diejek, disalah-salahkan, dihina atau diganggu
  • Mengalami masalah keuangan
  • Dimaki-maki, dibentak bentak
  • Mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan
  • Sedang mempunyai masalah yang tidak bisa diatasi sendiri
  • Bersama dengan seseorang yang memperlakukan dirinya dengan buruk
  • Bekerja terlalu keras atau belajar terlalu berlebihan
  • Minum alkohol atau obat-obatan terlarang (narkoba)
  • Sedang menghadapi masalah hukum
  • Ulang tahun pada hari dia kehilangan sesuatu yg besar atau mengalami trauma.
  • Menetapkan sasaran yang tidak realistik (terlalu tinggi)
  • Mengubah kebiasaan sehari-hari
  • Melakukan kegiatan ber-resiko (misalnya minum minum di bar bersama teman)
  • Tidak cukup tidur
  • Mengacuhkan tanda tanda awal kambuh
  • Perubahan iklim, mulai libur sekolah/ masuk sekolah.

Catatlah apa yang menjadi pemicu kambuhnya gangguan jiwa (adik, saudara, anak, dll) dan upayakan untuk menghindari faktor pemicu tersebut