Mengembalikan kemampuan kognitif pada penderita skizofrenia

kognitif-490x220Penderita skizofrenia sering mengalami penurunan pada kemampuan kognitif, yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dan menerapkan ilmu pengetahuan. Penurunan kemampuan kognitif tersebut sering menyebabkan masalah pada kemampuan penderita skizofrenia dalam mengelola kegiatan fungsional dalam kehidupan sehari-harinya dan dalam pekerjaan sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Sayangnya, meskipun gejala skizofrenia telah berkurang, sering kemampuan kognitif tersebut sulit kembali seperti sedia kala. Obat gangguan jiwa belum mampu mengembalikan kemampuan kognitif tersebut.

Pada penderita skizofrenia, penurunan kognitif tersebut sering muncul beberapa tahun sebelum gejala gangguan jiwanya muncul.

Pada penderita skizofrenia, penurunan kemampuan kognitif tersebut terutama muncul dalam bentuk menurunnya kemampuan mengingat warna dan bahasa lisan (verbal), kemampuan eksekusi (mengerjakan sesuatu) dan penurunan dalam kecepatan memproses sesuatu. Penurunan kemampuan kognitif tersebut sering menyebabkan penderita skizofrenia berat susah untuk hidup mandiri dan susah dapat kerja.

Mengingat hingga saat ini belum ada obat yang bisa mengembalikan kemampuan kognitif, penderita skizofrenia perlu dilatih dan dibangkitkan lagi kemampuan kognitifnya. Ada dua strategi utamanya: pertama dengan melatih penderita skizofrenia melakukan suatu tuga secara berulang ulang hingga hafal (seperti orang naik sepeda, bisa jalan secara otomatis, tidak banyak berpikir). Strategi kedua dengan mengatur lingkungan agar memudahkan hidup penderita skizofrenia. Misalnya: dilatih untuk menempatkan baju kotor di ember warna/ bentuk tertentu dan ember bentuk/ warna tertentu untuk baju bersih.

Pelatihan tersebut tidak bisa diberikan oleh dokter ahli jiwa melalui pengobatan rawat jalan. Tirto Jiwo nantinya akan memberikan pelatihan kognitif sehingga penderita skizofrenia bisa hidup mandiri dan bisa mempunyai penghasilan minimal untuk menopang hidupnya.

Referensi: http://www.psychiatrictimes.com/schizophrenia/content/article/10168/1822689