Pengobatan Gangguan Obsesif Kompulsif

Obsesif-kompulsif (OCD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan adanya dorongan yang tak terkendali, pikiran yang tidak diinginkan dan berulang, serta dorongan untuk melakukan perilaku ritual. Jika Anda memiliki OCD, Anda mungkin menyadari bahwa pikiran obsesif dan perilaku kompulsif tersebut tidak rasional – tetapi meskipun demikian, Anda merasa tidak mampu melawan dorongan tersebut.

Obsesif-kompulsif (OCD) menyebabkanpikiran terjebak pada pemikiran atau dorongan tertentu. Misalnya, Anda dapat memeriksa kompor dua puluh kali untuk memastikan bahwa kompor benar-benar telah dimatikan, cuci tangan sampai dengan digosok sikat, atau berkeliling selama berjam-jam untuk memastikan bahwa suara benturan yang Anda dengar saat mengemudi bukanlah karena anda telah menabrak seseorang.

Kebanyakan orang dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) jatuh gangguan ke dalam salah satu kategori berikut:

  • Takut kontaminasi atau terkena kuman penyakit. Mereka biasanya memiliki dorongan untuk cuci tangan atau membersihkan diri secara berlebihan.
  • Berulang kali memeriksa hal-hal  seperti apakah kompor sudah dimatikan, pintu terkunci, dll yang mereka kaitkan dengan kerugian atau bahaya.
  • Ragu dan takut berdosa jika semuanya tidak sempurna
  • Terobsesi dengan keteraturan dan simetri.
  • Takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika mereka membuang apa pun sehingga mereka  menimbun hal-hal yang tidak perlu.

Hanya karena Anda memiliki pikiran obsesif atau melakukan perilaku kompulsif TIDAK berarti bahwa Anda memiliki gangguan obsesif-kompulsif. Dengan OCD, pikiran-pikiran dan perilaku menyebabkan penderitaan yang luar biasa, memakanbanyak waktu, dan mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan antar manusia.

Terapi kognitif-perilaku untuk obsesif-kompulsif (OCD)

Terapi kognitif-perilaku untuk obsesif-kompulsif (OCD) melibatkan dua komponen:

Komponen pertama adalah secara sengaja memaparkan diri anda ke sumber obsesi.  Kemudian Anda akan diminta untuk menahan diri dari perilaku kompulsif yang biasanya Anda akan lakukan untuk mengurangi kecemasan. Misalnya, jika Anda seorang kompulsif cuci tangan, Anda  akan diminta untuk menyentuh pegangan pintu di toilet umum dan kemudian tidak boleh (dicegah) mencuci tangan. Anda akan mengalami kecemasan dan timbul dorongan untuk cuci tangan. Bila dikendalikan, dorongan untuk mencuci tangan Anda secara bertahap akan mulai hilang sendiri. Dengan cara ini, Anda belajar bahwa Anda tidak perlu melakukan ritual untuk menyingkirkan kecemasan Anda. Anda memiliki kontrol atas pikiran obsesif dan perilaku kompulsif.

Komponen kedua adalah terapi kognitif yatitu dengan melatih diri mengatasi pikiran obsesif  dan belajar merespon pikiran tersebut bukan dengan melakukan tindakan kompulsif.

Empat Langkah untuk Gejala Penakluk dari Obsesif-Compulsive Disorder (OCD)

Psikiater Jeffrey Schwartz, penulis Lock Brain: Bebaskan Diri dari Perilaku Obsesif Kompulsif, menawarkan empat langkah berikut untuk berurusan dengan OCD:

  • Kenali bahwa pikiran obsesif yang mengganggu dan mendesak tersebut adalah hasil dari OCD. Misalnya, melatih diri untuk mengatakan, “Saya tidak berpikir atau merasa bahwa tangan saya kotor. Saya memiliki obsesi bahwa tangan saya kotor.” Atau, “Saya tidak merasa bahwa saya memiliki kebutuhan untuk mencuci tangan saya, saya memiliki dorongan kompulsif untuk melakukan keharusan mencuci tangan saya..”
  • Sadarilah bahwa intensitas dan campur tangan dari pikiran atau dorongan disebabkan oleh OCD. Sadarilah bahwa dorongan atau ikiran  itu terkait dengan ketidakseimbangan biokimia di otak. Katakan pada diri sendiri, “Ini bukan pikiran aku yang sebenarnya-itu saya yang sedang terkena OCD,” untuk mengingatkan Anda bahwa pikiran dan desakan OCD tersebut adalah tidak bermakna, tetapi pesan palsu dari otak.
  • Fokuskan pada hal hal lain – Fokuskan perhatian Anda pada sesuatu yang lain, setidaknya untuk beberapa menit dan lakukan perilaku yang lain. Katakan pada diri Anda, “Saya mengalami gejala OCD. Saya perlu melakukan perilaku lain.” Misalnya ketika ada dorongan untuk cuci tangan, anda ergi ke kamar dan mendengarkan musik.
  • Melakukan evaluasi.  – sadari bahwa pikiran obsesif itu tidak penting. Meskipun pikiran itu sulit dihilangkan tapi anda bisa untuk tidak terlalu memperhatikan pikiran pikiran obsesif tersebut.  Katakan pada diri sendiri, “Itu hanya obsesi bodoh saya.  Itu hanya otak saya. Tidak perlu memperhatikan hal itu.” Ingat: Anda tidak dapat membuat pikiran obsesif itu untuk pergi, tapi anda bisa tidak memperhatikan hal itu.

Hal hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi OCD:

  1. Fokuskan perhatian anda pada hal hal lainnya, misalnya dengan melakukan olah raga, jalan kaki, menilpon teman, dll. Dengan latihan ini lama kelamaan dorongan perilaku kompulsif akan berkurang.
  2. Tuliskan pikiran obsesif atau kecemasan anda. Bila pikiran obsesif datang dan anda merasa cemas serta ada dorongan perilaku kompulsif, maka tuliskan semua (pikiran dan kecemasan anda) kedalam kerta atau melalui komputer. Dengan menuliskan hal tersebut berkali-kali, setiap kali pikiran obsesif muncul, lama kelamaan maka pikiran obsesif dan dorongan kompulsif akan mulai berkurang.
  3. Antisipasi munculnya OCD. Misalnya bila perilaku kompulsif tersebut adalah mengecek apakah pintu sudah terkunci, maka sebelum tidur lakukan penguncian pintu pintu tersebut dengan penuh konsentrasi dan perhatian. Katakan pada diri sendiri bahwa sekrang pintu telah terkunci dengan baik.

Upayakan untuk punya gaya hidup sehat:

  • lakukan olah raga secara teratur
  • hindari alkohol, rokok dan obat terlarang.
  • makan makanan yang sehat.

semoga bermanfaat.