Pemulihan gangguan jiwa dirumah

Gangguan jiwa bisa pulih. Lebih menyenangkan lagi ternyata program pemulihan tersebut bisa dilaksanakan dirumah masing masing.

Tentunya ada syarat syarat dan ketentuannya. Pertama, penderita gangguan jiwa tersebut mau minum obat (atau melalui suntikan bila susah minum obat) sesuai ketentuan dan petunjuk dokter. Syarat kedua, ada keluarga atau teman/tetangga dekat yang mendukung

Caranya adalah dengan memberikan dukungan psikososial kepada penderita gangguan jiwa. Dalam memberikan dukungan psikososial kepada penderita gangguan jiwa, ada beberapa hal yang perlu ditekankan disini:

  • Gangguan jiwa bisa pulih. Secara pelan harus ditanamkan bahwa ada Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan bisa menyembuhkan penderita gangguan jiwa. Penderita gangguan jiwa perlu percaya dan diajak berdoa kepada Allah untuk meminta kesembuhan.
  • Penderita gangguan jiwa dan semua anggota keluarga¬†perlu rajin berdoa memohon petunjuk dan pertolongan atas segala masalah yang dihadapi keluarga tersebut. Allah yang Maha Kuasa, yang mampu menciptakan langit dan bumi, pasti mampu memecahkan masalah yang dihadapi penderita gangguan jiwa dan keluarganya asal mereka mau berdoa memohon kepada-Nya. Seluruh anggota keluarga agar rajin sholat wajib berjamaah dan rajin melakukan sholat sunah (utamanya sholat tahajud dan sholat dhuha).
  • Keluarga perlu menanam kebaikan sebanyak-banyaknya. Misalnya: memberi makan kepada orang miskin (tukang becak, tetangga yang kurang mampu), memberi sedekah (misalnya: membayar keperluan anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu), membersihkan rumah janda tua yang terlantar. Secara bertahap, penderita gangguan jiwa perlu diajak atau dilibatkan dalam kegiatan amal sholeh tersebut.
  • Ciptakan lingkungan yang kurang menimbulkan stress, misalnya dengan suasana rumah yang tenang, tidak berisik, penghuninya tidak suka membentak/ berteriak, atau berdebat, dan lain lain.

Beberapa kegiatan pendukung yang perlu dan mudah dilakukan, antara lain:

  • Buat pemantauan kegiatan harian penderita. Selama seminggu catat semua kegiatan penderita sejak bangun pagi hingga tidur kembali di malam hari.Dari catatan tersebut kemudian bersama penderita buat jadwal kegiatan harian untuk seminggu kedepan. Upayakan untuk meningkatkan kegiatan postif dan menyenangkan. Misalnya: nonton TV merupakan kegiatan menyenangkan namun tidak positif. Bila terlalu banyak nonton TV, maka kurangi nonton TV dan ganti dengan kegiatan lain. Begitu seterusnya, jadwal baru perlu dibuat sebulan sekali dengan perubahan sedikit demi sedikit sehingga waktu penderita terpakai sepenuhnya untuk kegiatan positif.
  • Bila ada gangguan emosi, maka buat catatan harian keadaan emosi. Bila level emosi meningkat (kearah hipomania) atau menurun (kearah depresi), maka intervensi perlu segera dilakukan. Intervensi untuk mencegah hipomania misalnya adalah dengan membuat penderita cukup tidur. Intervensi untuk mencegah depresi antara lain dengan melakukan kegiatan positif dan menyenangkan (berkebun atau jalan jalan ke taman, ngobrol dengan seseorang yang mendukung, dll)

Silahkan coba diterapkan, semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kita. amin.

Leave a Reply