Harapan dan keimanan sebagai kunci pemulihan dari gangguan jiwa

Agar seseorang bisa pulih dari gangguan jiwa, yang bersangkutan harus mempunyai setitik harapan. Harus ada harapan atau kepercayaan bahwa hidupnya dimasa depan bisa lebih baik. Adanya harapan bahwa penyakitnya bisa pulih. Adanya harapan bahwa keadaan saat ini hanya bersifat sementara dan dengan berlalunya waktu, maka masalah yang dihadapinya akan bisa dipecahkan. Tanpa adanya setitik harapan, hampir dipastikan bahwa tidak akan ada pemulihan dari gangguan jiwa.

Biasanya, masalah yang melilit penderita gangguan jiwa memang bukan masalah yang mudah. Masalahnya bisa mulai dari kemampuan ekonomi yang terbatas, keluarga yang tidak mendukung, istri/ suami yang minta cerai, kesulitan bersosialisasi dan mencari pekerjaan, dan beragam masalah lainnya. Masalah yang mereka hadapi biasanya diluar kemampuan yang bersangkutan untuk mengatasinya. Pertanyaannya, kemana mereka harus meminta tolong?

Jawabannya adalah mereka (dan kita semua) harus meminta tolong kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji. Tuhan yang bisa menciptakan langit dan bumi, pastilah akan mampu dengan mudah mengatasi masalah yang dihadapi penderita gangguan jiwa. Menciptakan langit dan bumi pastilah lebih sulit dibandingkan dengan mengatasi masalah yang sedang dihadapi para penderita gangguan jiwa. Untuk itu, yang perlu ditanamkan adalah bahwa ada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang bisa dan bersedia menolong hamba-Nya. Syaratnya adalah dengan percaya (keimanan) dan meminta atau berdoa. Dengan permintaan melalui doa, maka Allah akan turut campur dalam kehidupan kita dan menolong kita mengatasi masalah yang kita hadapi. Tuhan akan menolong hamba-Nya yang meminta/ memohon dengan cara yang tidak terduga.

Bagaimana cara Tuhan menolong hamba-Nya? Bisa ber-macam macam caranya. Bisa lewat dokter, lewat orang tua, saudara atau teman, atau lewat orang yang tidak kita kenal. Pertolongan bisa berupa: ada orang yang mau membantu kita mengatasi kegelisahan, membantu melatih sehingga bisa bekerja dan mempunyai penghasilan, dan berbagai macam cara. Kita tidak perlu pusing memikirkan bagaimana Allah akan menolong kita. Yang perlu bagi kita adalah kita perlu percaya kepada Allah dan berdoa meminta pertolongannya. Berdoa dan meminta agar kita bisa sembuh, bisa kembali hidup bermasyarakat, bisa bekerja dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di Tirto Jiwo, yang saat ini masih dalam proses pembangunan, kepada penderita gangguan jiwa yang sudah keluar dari rsj akan ditanamkan keimanan tersebut. Penderita gangguan jiwa akan diajak untuk berdzikir menyebut Asmaul Husna dan berdoa dengan menyebut Asmaul Husna.

Leave a Reply