Terapi kognitif perilaku secara islami

Salah satu penyebab gangguan jiwa berat, seperti depresi berat dan skizofrenia, adalah adanya kelemahan atau kesalahan dalam pola pikir. Pada penderita dengan depresi, pola pikir yang ada biasanya berupa menyalahkan dirinya sendiri, merasa dirinya tidak berguna dan tidak bersyukur. Pola pikir yang tidak sehat yang sering ditemui pada penderita gangguan jiwa lainnya adalah menyalahkan orang lain, tidak percaya kepada orang lain, dan bahkan percaya bahwa orang lain ingin mencelakakannya.

Agar bisa pulih dan hidup secara sehat, pola pikir negatif tersebut perlu diluruskan. Berdebat atau adu argumentasi biasanya tidak ada gunanya. Kabar baiknya, dengan dukungan keluarga dan kemauan kuat dari penderita, pola pikir negatif tersebut secara pelan bisa diganti dengan pola pikir yang lebih positif dan lebih sehat. Untuk itu, pada penderita gangguan jiwa memerlukan 3 intervensi secara bersamaan, yaitu:

  1. Minum obat sesuai ketentuan. Pemberian obat oleh dokter ahli jiwa untuk menekan gejala (anti depresan, anti psikotik, dll). Pemberian obat obatan ini tidak akan diuraikan disini dan kita serahkan saja pada ahlinya.
  2. Terapi kognitif. Pola pikir negatif perlu sedikit demi sedikit diganti dengan pola pikir positif dan sehat. Pada penderita gangguan jiwa secara pelan perlu ditanamkan bahwa ada Allah Yang Maha Kuasa yang mampu menolong hamba-Nya. Allah mempunyai 99 asmaul husna. Misalnya pada penderita paranoid yang selalu curiga pada orang lain, perlu ditanamkan bahwa yang bersangkutan bisa mohon perlindungan dari Allah yang Maha Memelihara dan Maha Melindungi (Muhaimin). Dengan pemahaman, doa dan dzikir, sedikit demi sedikit pola pikir yang negatif tersebut akan bisa digantikan dengan pola pikir yang sehat dan positif.
  3. Terapi perilaku. Perubahan pola pikir perlu didukung dengan terapi perilaku. Terapi perilaku disini, misalnya, penderita mulai diajak untuk membantu membersihkan rumah janda tua miskin yang terlantar, ikut membagikan sedekah nasi bungkus kepada orang yang tidak punya, memelihara ternak, berkebun, bergaul dengan masyarakat.

Untungnya terapi kognitif dan terapi perilaku tersebut bisa dilakukan dirumah masing masing, tentunya dengan dukungan keluarga dan teman. Bila ini diterapkan, insya Allah, penderita gangguan jiwa akan bisa cepat pulih dan kembali hidup sehat di masyarakat.

 

Leave a Reply