Tahapan pemulihan kerja pada penderita schizophrenia (2)

Lanjutan artikel sebelumnya

Hasil gambar untuk supported employment

5. Tahap kerja penuh waktu berfungsi tetapi masih melakukan pekerjaan yang mudah. Fase ini melibatkan upaya peningkatan kualitas hasil kerja. Penderita mungkin melakukan pekerjaan yang sama tetapi pemberian honor/ gaji diberikan secara mingguan atau bulanan. Dukungan konseling tetap diperlukan. Pada tahap ini para pasien dan anggota keluarganya secara bertahap diberi pemahaman agar penderita dapat mendapatkan pekerjaan yang selaras dengan kemampuan pasien   yang sebenarnya dan potensi sesungguhnya.

6. Tahap pekerjaan intelektual. Dalam fase ini pasien mulai diberi penugasan untuk bekerja yang sesuai dengan kemampuan intelektualnya, misalnya tutor, akuntan, asisten dalam profesional khusus. Jika pasien sendiri adalah seorang dokter atau pengacara atau akuntan, maka tahap ini mungkin penderita diberikan program  magang di bawah bimbingan profesional lainnya dengan kualifikasi yang sama. Pada fase ini penderita masih harus berada dalam lingkungan yang terlindungi.

7. Tahap bekerja secara penuh. Dalam fase ini pasien melakukan apa yang ingin ia lakukan dalam bidang pilihannya, sesuatu yang ia akan lakukan dengan cara baik jika dia tidak menderita penyakit. Lama  setiap tahap rehabilitasi tergantung pada kasus individu, yang didasarkan pada seberapa stabil pasien dalam setiap fase. Pada umumnya, setiap fase dapat berlangsung selama antara 1 sampai 6 bulan. Obat dapat ditambahkan, atau disesuaikan tergantung pada: kemajuan gejala klinis, ada tidaknya gejala psikotik, ada tidaknya faktor yang  menghambat kerja yang disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan misalnya tremor atau mengantuk, serta ada tidaknya kebutuhan untuk melindungi dan menjaga pasien dari stres.

sumber: http://www.aarogya.com/support-groups/schizophrenia/4674-schizophrenia-rehabilitation.html

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Tahapan pemulihan kerja pada penderita schizophrenia (1)

Pekerjaan merupakan salah satu terapi bagi penderita gangguan jiwa.

Hasil gambar untuk petani buahTahapan yang perlu dilalui dalam rehabilitasi terhadap penderita skizofrenia adalah sebagai berikut:

  1. Tahap psikotik. Tirto Jiwo hanya akan menerima penderita gangguan jiwa yang telah bisa keluar dari rumah sakit jiwa. Tahap psikotik penderita masih perlu dirawat di rumah sakit jiwa.
  2. Tahap konseling. Penderita sudah bisa keluar dari rsj. Penderita mulai bisa diajak untuk mempersiapkan langkah langkah menuju pemulihan dan persiapan kerja.
  3. Tahap penggunaan kemampuan sederhana. Pasien perlu mulai diberi kepercayaan untuk melakukan pekerjaan pekerjaan yang mudah yang melibatkan penggunaan kemampuan yang sangat sederhana dan hanya memerlukan kemampuan mekanik dan fungsi hafalan. Pekerjaan tangan seperti menyapu, mengepel, membersihkan debu, melakukan bordir dan  jahitan sederhana. Kerja yang memerlukan penghitungan sederhana atau pekerjaan tugas ringan seperti penjaga kemananan, penolong atau petugas yang ditugaskan menjaga pasien. Pada fase ini pada umumnya pekerjaan yang dilakukan tidak  memerlukan kemampuan intelektual atau keputusan-keputusan kompleks atau kemampuan mengingat yang kuat, meskipun sebelum sakit si penderita mempunyai kemampuan intelektualitas yang tinggi.
  4. Bekerja paruh waktu berfungsi dengan dukungan yang ketat. Pasien mulai bisa bekerja dalam pola kerja yang terjadwal secara paruh waktu. Penderita mulai bekerja 2-3 jam per hari sesuai dengan tingkat kenyamanan pasien. Penderita bisa bekerja pada shift pagi atau shift sore. Dalam fase ini pasien perlu memperoleh banyak dukungan dan  pujian. Pemberian gaji/honor  atau imbalan lain yang sesuai diberikan kepada penderita secara sering, bila perlu bahkan diberikan setiap hari. Seringkali hadiah (honor) atau penguatan mungkin perlu diberikan jauh melampaui kualitas kerja yang sebenarnya atau jumlah hasil kerja dicapai, dengan tujuan untuk  penguatan yang meningkatkan kepercayaan diri pasien dan menanamkan dalam dirinya / keinginan nya untuk tetap berkarya.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Nov 2012