Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (5): mengatasi depresi

 

Psikolog atau psikiater akan meminta pasien untuk membuat data dasar secara akurat dan detil tentang kegiatan sehari-hari yang selama ini dilakukan oleh penderita depresi. kurun 1-2 minggu, dibuat catatan secara detil kegiatan yang selama ini dilakukan. Data kegiatan sehari hari tersebut kemudian dikaitkan dengan keadaan emosi (suasana hati), pikiran dan berbagai aspek kesejahteraan (seperti kehidupan yang berimbang, pengisian peran, distribusi kegiatan sepanjang hari, dll).

Selain mencatat semua kegiatan secara detil, penderita juga diminta untuk membuat penilaian mana saja kegiatan yang dinilainya menyenangkan (atau mengurangi kesedihannya) dan kegiatan kegiatan yang dinilainya penting. Sebagai contoh, kegiatan mencuci baju mungkin merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan, namun penting. Dilain pihak, menonton TV mungkin menyenangkan namun tidak terlalu penting.

Langkah kedua,

Pada sesi berikutnya, penderita depresi diminta menentukan hal hal apa yang ingin ditingkatkan dalam hidupnya. Dalam hal ini, penentuan area kehidupan sebaiknya spesifik dan sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh sang pasien dan menjadi penyebab depresinya. Sebagai contoh, pada anak yang menjadi depresi karena masalah disekolah, salah satu area yang perlu ditingkatkan adalah masalah sekolah tersebut.

Setelah area yang ingin ditingkatkan ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kegiatan kegiatan apa yang perlu dialkukan untuk meningkatkan area tersebut. Kegiatan kegiatan tersebut sebaiknya yang mudah dilakukan terlebih dahulu, kemudian meningkat kearah kegiatan mandiri. Dalam masalah anak sekolah tadi, maka kegiatan yang bisa dilakukan misalnya: mengundang guru privat untuk mengajari pelajaran matematika, setiap hari membuat latihan matematika , dll.

Beberapa area yang biasanya perlu ditingkatkan adalah:

  1. Hubungan keluarga (family relationship). Misalnya, penderita ingin meningkatkan diri agar bisa menjadi orang tua yang menyayangi anaknya. Kegiatan yang bisa dilakukan, misalnya:
    1. Memasak masakan kesukaan anak setiap sabtu pagi
    2. Menjemput anak di sekolah setiap hari tepat waktu
  2. Hubungan sosial (social relationship). Misalnya ingin menjadi teman yang baik. Kegiatan yang perlu dilakukan:
    1. Menelpon atau kirim sms teman minimal seminggu sekali
    2. Mengajak teman jalan ke taman bersama
  3. Pendidikan/ pelatihan. Misalnya:
    1. Mengikuti kursus bahasa Inggris lewat internet
    2. Belajar membuat took online
  4. Karir/ pekerjaan. Misalnya:
    1. Belajar menanam dan merawat tanaman hias
    2. Belajar membuat ayam goreng tepung
  5. Hobi/ rekreasi,  Misalnya:
    1. Bermain volley ball setiap Kamis sore
    2. Berjalan ke alon alon
  6. Kegiatan sosial (relawan, dll). Misalnya:
    1. Membuat nasi dan lauk pauk untuk diberikan ke tukang becak
    2. Membantu membersihkan rumah janda tua
  7. Keagamaan, tanggung jawab harian, dll. Misalnya:
    1. Mengikuti pengajian
    2. Membersihkan kamar

Kegiatan tersebut perlu diprioritaskan. Mana yang paling penting dan menyenangkan serta tingkat kesulitannya.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (4): mengatasi depresi

Mengapa seseorang mengalami depresi?

Menurut teori perilaku hal tersebut terjadi karena: (a) seorang penderita depresi tidak mempunyai atau sedikit sekali mendapat penguatan dari perilaku sehat (non depresi), dan (b) perilaku depresi mendapat banyak penguatan.

Seorang penderita depresi sering memilih respons (tindak lanjut) yang keliru dari sesuatu kejadian yang membuatnya depresi. Misalnya, ada anak yang nilai ulangan matematika mendapat nilai paling jelek dikelasnya. Anak tersebut sangat sedih, malu, dan merasa dirinya tidak berguna. Sebagai tindak lanjutnya, sang anak tidak mau pergi kesekolah, malu ketemu teman teman dan mengurung diri di kamar. Bila keadaan tersebut diteruskan, sang anak akan semakin jelek prestasi di sekolahnya. Hal tersebut kemudian akan dapat membuat anak tersebut mengalami depresi.

Dalam Terapi Aktivasi Perilaku, maka anak tersebut akan diajak untuk menyadari bahwa dia telah memilih perilaku yang salah. Dia memilih tidak masuk sekolah. Ketika sang anak tidak sekolah, keluarganya tidak memberinya hukuman, malahan menunjukkan simaptinya. Sebagai akibatnya, sang anak lebih memilih tidak masuk sekolah. Sang anak seharusnya memilih untuk belajar lebih giat. Keluarga, guru dan teman dekatnya mendukung sehingga dikemudian hari sang anak bisa mengerjakan ulangan dengan sebaik-baiknya.

Terapi aktivasi perilaku dapat didefinisikan sebagai proses penyembuhan yang menekankan pada upaya yang tertata untuk meningkatkan perilaku yang terlihat yang akan membuatnya kondisi perasaan, pikiran dan keseluruhan kualitas hidupnya meningkat. Dalam contoh diatas, dengan membawa sang anak mau belajar, dan bukannya malah mengurung diri di kamar, akan membuat kualitas kehidupan si anak menjadi lebih baik.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (3): mencegah kambuh

Langkah ketiga adalah mempelajari teknik psikososial untuk memulihkan penderita gangguan jiwa. Sebagaimana telah dijelaskan dimuka, teknik tersebut ada yang perlu diterapkan kepada semua jenis gangguan jiwa, namun ada juga teknik khusus untuk mengatasi masalah khusus.

Salah satu teknik atau pendekatan yang perlu dipelajari oleh semua orang adalah teknik mencegah kambuh.

Penderita gangguan jiwa bisa pulih selamanya tanpa pernah kambuh. Meskipun demikian, kebanyakan penderita gangguan jiwa yang sudah pulih masih bisa kambuh kembali. Walaupun sedang dalam pengobatan, penderita gangguan jiwa bisa kambuh kembali.

Untungnya, kambuh biasanya tidak terjadi secara mendadak. Oleh karena mengenal tanda tanda awal kambuhnya seorang penderita sangat penting agar kambuh bisa dicegah, dihindari atau segera ditangani.

Ada dua faktor yang mengakibatkan kambuh, yaitu: faktor kerentanan seperti berhenti minum obat, meminum alkohol atau narkoba, kurangnya dukungan sosial dan kesehatan fisik yang rendah. Faktor kedua adalah faktor yang melindungi seseorang dari kambuh, yaitu: tubuh yang sehat, minum obat teratur, kemampuan mengatasi masalah dan adanya dukungan sosial.

Beberapa tanda awal bila seseorang penderita akan kambuh adalah:

Perubahan perasaan, seperti: cemas, takut, mudah tersinggung dan menjadi agresif, merasa sangat sedih atau tidak bahagia, merasa terancam atau tidak aman, dan paranoid (merasa orang lain ngomongin anda)

Perubahan pikiran, seperti: kesulitan konsentrasi atau berfikir, sulit membuat keputusan, banyak pikiran atau bingung, berpikiran negatif atau pesimis, mendengan suara suara dari dalam dirinya sendiri, berpikir tentang menganiaya diri sendiri, memikirkan kejadian masa lalu.

Perubahan perilaku, seperti: menyendiri atau tidak ingin pergi keluar, nafsu makan naik atau turun, kebanyakan atau susah tidur, banyak minum alkohol atau narkoba, gampang marah/menangis atau tertawa, tidak bertenaga, malas mandi atau membersihkan lingkungan.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo