Bunuh diri (3): tanda tanda orang yang akan bunuh diri

Hampir semua orang yang bunuh diri telah menyampaikan atau mempunyai tanda tanda atau gejala. Cara paling tepat dalam mencegah upaya bunuh diri adalah mengenal tanda tanda tersebut dan bertindak dengan tepat dan cepat. Bila anda percaya bahwa seseorang akan bunuh diri, maka anda bisa mempunyai peran besar dalam mencegah upaya bunuh diri dengan mengajaknya bicara tentang berbagai alternatif jalan keluar yang masih mungkin, menunjukkan bahwa anda perhatian dan mengasihi dia, dan membawanya ke dokter atau psikolog.

Tanda tanda yang jelas bahwa seseorang akan bunuh diri adalah dia berbicara tentang keinginannya untuk bunuh diri atau niat mencelakai dirinya sendiri, berbicara atau menulis tentang mati atau kematian, dan mencari sesuatu yang bisa untuk bunuh diri seperti senjata, tali untuk gantung diri atau obat. Tanda tanda seperti itu sangat penting terutama bila orang tersebut mempunyai gangguan jiwa seperti depresi atau gangguan bipolar, mempunyai ketergantungan obat atau alkohol, pernah mencoba bunuh diri sebelumnya, atau ada riwayat keluarga bunuh diri.

Tanda lain yang tidak terlalu kentara/ terlihat jelas, namun sama pentingnya adalah bila yang bersangkutan sudah putus asa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputus-asaan merupakan salah satu tanda yang kuat bahwa seseorang mempunyai kemungkinan besar untuk bunuh diri. seseorang yang sudah putus asa mungkin bicara tentang sesuatu yang “sudah tidak tertahankan lagi”, masa depan suram, atau bicara tentang tidak ada lagi hari esok atau masa depan.

Tanda tanda lain yang mengarah ke upaya bunuh diri adalah perubahan perasaan dan perubahan kepribadian yang mendadak, seperti perubahan dari anak sopan menjadi pemberontak, senang bergaul berubah menjadi mengurung diri. Seseorang yang akan bunuh diri sering juga tidak lagi tertarik dengan kegiatan sehari-hari, tidak memperhatikan penampilan dirinya lagi, dan menunjukkan adanya perubahan yang besar pada kebiasaan makan dan tidurnya.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (2): salah paham tentang bunuh diri

 

  • Hasil gambar untuk bunuh diriBila seseorang telah berniat bunuh diri maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Sebenarnya, meskipun seseorang sedang dalam keadaan depresi yang mendalam, perasaan mereka tentang kematian masih mendua. Kebimbangan atau keraguan antara pingin tetap hidup atau ingin mati itu terus berkecamuk sampai saat saat terakhir sebelum melakukan bunuh diri. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak ingin mati, mereka hanya ingin berhenti dari merasakan kepedihan yang sudah tidak tertahankan lagi. Dorongan hati untuk tetap hidup kadang terkalahkan dengan keinginan untuk mengakhiri kepedihan. Namun, kadang kepedihan tersebut bisa juga dikalahkan oleh dorongan hati untuk tetap hidup.
  • Orang yang berkeinginan bunuh diri adalah orang orang yang tidak mau meminta tolong. Penelitian di negara negara barat menunjukkan bahwa sekitar separuh orang yang bunuh diri telah mendatangi dokter dalam kurun 6 bulan sebelum kematiannya.
  • Bicara soal bunuh diri akan membuat orang timbul ide untuk bunuh diri. Anda tidak membuat seseorang bunuh diri hanya karena bicara soal bunuh diri. Malahan kebalikannya yang benar. Berbicara tentang masalah bunuh diri secara terbuka kepada orang yang punya niat bunuh diri merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah orang tersebut bunuh diri.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (1): salah paham tentang bunuh diri

Akhir akhir ini saya mendengar semakin banyak orang melakukan bunuh diri. Banyak penyebab bunuh diri. Salah satu penyebabnya adalah karena orang orang disekitarnya tidak tahu cara mencegah agar seseorang tidak sampai bunuh diri.

Image result for bunuh diriOrang yang bunuh diri mungkin tidak pernah meminta tolong, tetapi hal tersebut bukan berarti mereka tidak mau atau tidak ingin mendapat pertolongan. Sebagian besar orang yang bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati, mereka hanya ingin penderitaannya atau kesusahannya berakhir.

Bunuh diri adalah sebuah usaha orang yang sudah putus asa untuk mengatasi penderitaan yang sudah tidak tertahankannya lagi. Orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri sudah dibutakan oleh rasa benci kepada dirinya sendiri, tidak ada harapan, tidak bisa ditolong lagi dan terisolasi, sehingga hanya melihat mengakhiri hidupnya sebagai satu satunya jalan keluar.  Sebenarnya, orang yang berkeinginan untuk bunuh diri selalu merasa bingung atau ragu tentang keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. hanya saja, mereka tidak bisa melihat alternatif lain yang lebih baik.

Ada 5 kesalah pahaman tentang bunuh diri:

  1. Orang yang menyampaikan keinginannya untuk bunuh diri tidak pernah benar benar melakukannya. Hampir semua orang yang membunuh dirinya sendiri telah memberikan tanda tanda atau signal bahwa mereka akan bunuh diri atau mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Jangan anggap enteng tanda tanda tersebut. Beberapa pernyataan seperti:” Kamu akan menyesal bila aku mati”, “Aku tidak bisa lagi melihat jalan keluarnya”. Meskipun hal tersebut  disampaikan sambil lalu atau secara main main, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius karena itu merupakan tanda tanda orang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
  2. Setiap orang yang mencoba bunuh diri pasti telah gila. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak menderita gangguan jiwa psikotik atau gila. Mereka memang mengalami kesedihan, putus harapan, sedang berduka cita, namun keadaan stress berat atau merasakan kesakitan emasional bukan tanda seorang sakit gila.

Bersambung

Sumber bacaan http://helpguide.org/mental/suicide_prevention.htm

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Terapi kognitif untuk mengatasi waham (delusion) pada schizophrenia

Image result for delusionSalah satu gejala pada penderita schizophrenia adalah adanya waham (delusion), yaitu penderita percaya kepada suatu hal  meskipun hal tersebut berbeda dari kenyataan.

Penderita schizophrenia biasanya punya beberapa kelainan pola pikir sehingga mereka menilai atau menginterpretasikan suatu kejadian secara negatif atau tidak sehat. Beberapa pola pikir tidak sehat tersebut, antara lain:

  • loncat ke kesimpulan. Penderita schizophrenia sering malas mengumpulkan data pendukung. Mereka sering loncat ke kesimpulan tanpa merasa perlu mencari data pendukung kesimpulannya tersebut.
  • Attribution biases. Penderita schizophrenia cenderung menyalahkan orang lain bila sesuatu hal jelek terjadi pada diri mereka (bukan menyalahkan diri sendiri atau menganggap hal tersebut sebagai kebetulan)
  • Deficit in theory of mind. Penderita schizophrenia sering tidak bisa memahami jalan pikiran, niat atau motif orang lain. Hal ini terutama bila kondisinya sedang parah dan pada penderita dengan gejala negatif yang menonjol.
  • Pola pikir negatif lainnya yang sering muncul pada penderita depresi, seperti berpikir hitam-putih, overgeneralization, dan lain lain.

Pada terapi kognitif, penderita diminta mengembangkan berbagai alternatif pemikiran atau mengembangkan pemikiran yang seimbang. Psikolog bisa mnegajukan pertanyaan seperti: apakah ada penjelasan yang lain dari kejadian tersebut?

Misalnya dari pada berkata (atau percaya) bahwa “dokter tidak tersenyum karena saya sudah tidak punya ruh)”, maka penderita bisa diajak untuk mengembangkan pikiran lain, misalnya: “Pak dokter sedang banyak pikiran, sibuk sampai lupa membalas salam tanpa senyum”. Atau pikiran atau percaya kepada sesuatu pemikiran yang lebih seimbang:” Tumben pak dokter tidak tersenyum, padahal biasanya ramah sekali. Pasti sedang sibuk dan banyak pikiran”.

Dengan mengubah pikiran yang tidak berdasar kenyataan menjadi pikiran yang lebih seimbang, maka penderita schizophrenia akan dapat mengatasi delusi (waham) sedikit demi sedikit. Dalam terapi kognitif, waham yang ringan diatasi terlebih dahulu sebelum menggarap waham yang lebih berat atau sulit.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Transformasi Jiwa: Mengubah jiwa rapuh menjadi sehat dan tahan banting

Transformasi Jiwa, Mengubah Jiwa Rapuh Menjadi Sehat Dan Tahan Banting Melalui Penerapan Psikologi Positif

Buku Transformasi Jiwa mulai April 2017 tersedia di toko buku Gramedia atau toko buku ternama lainnya. Bisa juga dibeli secara online

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (4)

Berikut ini lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol

 

Ketika sedang bergembira (euphoric), saya sering berpikir: Pandangan yang seimbang, sebagai alternatif
 

 

 

 

 

 

 

Wow, saya punya banyak ide dan kreatif. Saya sangat bersemangat sekarang ini. Orang lain sepertinya tidak puny aide

 

 

 

Berbelanja sepertinya merupakan ide bagus untukku saat ini. Saya ingin punya sepatu buatan luar negeri

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Adakah fakta yang mendukung bahwa idea tau pemikiran saya benar (realistis)?
  • Apakah ada hal hal detil atau fakta yang saya lewatkan?
  • Apa ada hal lain yang bisa menjelaskan hal tersebut?
  • Apakah ada pandangan lain dalam hal tersebut?
  • Pandangan seperti apa yang lebih seimbang dan benar?

 

 

Sepertinya suasana hati saya sedang sedikit naik. Meskipun terasa senang menjadi kreatif dan punya banyak ide, namun pelaksanaannya harus pelan pelan, satu demi satu.

 

 

Apakah aku benar benar perlu sepatu baru? Buatan luar negeri lagi.  Sepatu tersebut mahal dan kualitasnya tidak jauh beda dengan buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah. Juga, sepatu yang ada masih cukup bagus.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (3)

Meningkatnya jumlah ide dan keinginan

Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan. Penderita biasanya terlalu berlebihan dalam menilai kemampuan dirinya dalam Image result for manic artmengerjakan idenya tersebut. Meningkatnya aktivitas mental tersebut (munculnya banyak ide) menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan kegiatan yang sedang dikerjakannya.

Kesalahan dalam menilai

Penderita hipomania mengalami “kerusakan” pada kemampuannya memberikan penilaian sosial (social judgement) atau menilai sesuatu hal , khususnya dalam hal hubungan antar manusia. Mereka sering menyatakan atau mengerjakan sesuatu yang aneh atau tidak menyadari dampak perkataan atau perbuatan mereka terhadap orang lain.

Strategi mencegah timbulnya pikiran hipomania dan mania

Pendekatan kognitif dan perilaku untuk mengendalikan munculnya mania atau hipomania adalah:

  1.  menyadari atau mampu mengenal adanya perubahan kecil pada suasana hati (mood), pikiran, dan perilaku sehingga bisa dilakukan intervenís awal.
  2. mengevaluasi dan mengubah pikiran yang kurang tepat, percaya sesuatu yang tidak benar, atau rasa curiga atau percaya diri berlebihan.
  3. Menata ulang kegiatan, ide atau rencana dengan tujuan untuk mengurangi dan membatasi ide ide yang muncul.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (2)

Gejala kognitif dari mania atau hipomania

Perubahan kognitif (pemikiran/pengertian) pada mania atau hipomania mempengaruhi cara pandang mereka terhadap situasi, dan pada jumlah dan kualitas ide baru. Perubahan tersebut dapat dipakai sebagai tanda bahwa episode mania atau hipomania Image result for terapi kognitif mulai muncul, dan tindakan pencegahan harus dimulai agar keadaan tidak memburuk.

Meningkatnya optimisme dan rasa percaya diri.

Pada penderita dengan mania atau hipomania, gejala yang paling sering muncul adalah timbulnya rasa percata diri, dan melihat masa depan dan dunia dengan sangat positif berlebihan. Bila sedang mengalami mania, mereka merasa sangat percata diri dan bahagia. Disini biasanya juga muncul terlalu percaya diri, merasa kemampuannya hebat , melihat dunia sangat terbuka dan ramah, dan mengabaikan konsekuensi negatif  akibat dari tindakannya. Kadang penderita sampai kepada mempunyai waham kebesaran.

Bila sedang pada episode mania atau hipomania, penderita sering mempunyai banyak ide baru dan rencana yang kadang punya potensi untuk sukses. Sayangnya, pada penderita mania atau hipomania, sangat sulit membedakan antara ide bagus dan angan angan kosong. Selain itu, ketika pada kondisi mania atau hipomania, kemampuan mereka melaksanakan rencananya serta kemampuan konsentrasi juga terganggu (terutama bila mereka overactive dan kurang tidur). Hal hal tersebut, digabungkan dengan perencanaan yang jelek atau tanpa perencanaan sama sekali, sering menyebabkan ide yang bagus menjadi kegagalan. Ketika sedang berada dalam kondisi mania atau hipomania, mereka sering lupa dampak negatif yang mungkin timbul dari perbuatannya. Mereka jarang mempertimbangkan sis positif dan negatif dari setiap pilihan. Mereka juga sering sangat optimistik sehingga mengabaikan potensi negatif dari setiap ide yang muncul di otaknya.

Beberapa penderita sering merasa mempunyai kekuatan khusus, khususnya dalam hal kreativitas dan hubungan antar manusia. Hal tersebut terbawa Teres karena yang bersangkutan fokus atau hanya memperhatikan fakta fakta yang mendukung dan mengabaikan fakta yang bertentangan dengan idea tau pemikirannya.

Paranonia

Pemikiran paranoid (curiga) sering muncul dan terlihat dari tingginya rasa curiga pada orang lain. Rasa curiga tersebut sering didasarkan pada kejadian masa lalu yang terus dipegangnya dan diperkuat dengan fakta fakta yang mendukung (namun mengabaikan fakta yang bertentangan). Interaksi dengan orang yang dicurigai biasanya terlihat tegang karena rasa curiga tersebut. Orang yang dicurigai sering bereaksi karena diperlakukan berbeda dan hal tersebut dipakai sebagai dasar untuk membenarkan bahwa orang tersebut memang patut dicurigai.

Bersambung

Salurkan CSR, zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (1)

Image result for hipomaniaSerangan mania atau hipomania sering memberikan pengalaman yang menyenangkan pada penderita bipolar. Perubahan positif pada suasana hati (mood) bisa sangat dramatis.  Penderita  merasakan dirinya penuh energi, optimis dan menggairahkan. Pada sisi yang lain, orang lain sering melihat penderita mania atau hipomania sebagai orang yang gampang tersinggung atau lekas marah dan mudah terhasut. . Pada penderita yang mengalami episode campuran (mixed episode), perubahan cepat dari gembira atau senang hati ke marah sekali, bisa terjadi dengan cepat.

Gejala mania, hipomania atau campuran biasanya mulai muncul secara bertahap dalam kurun beberapa hari hinggá 2 mingguan. Sering penderita bipolar menyadari adanya pola dari munculnya gejala hipomania atau mania tersebut. Misalnya, mania atau hipomania muncul dari satu gejala berupa sulit tidur, dan kemudian memburuk dengan bertambahnya gejala yang muncul (misalnya: meningkatnya gairah seksual, rasa gembira). Perubahan dalam pola pikir atau otak yang dipenuhi dengan pikiran tertentu sering juga merupakan tanda awal hipomania atau mania. Beberapa penderita bisa menyadari hal tersebut dan berkata:” Oh mulai muncul lagi. Saya selalu mulai dengan pikiran tersebut bila mania mulai menyerang”. Pemahaman tersebut dapat menjadi langkah kuncil atau penting sehingga tindakan intervenís untuk mencegah munculnya mania atau hipomania secara penuh.

Bersambung

Salurkan CSR, zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (6): mengatasi depresi

 Langkah ketiga

berikutnya adalah membuat jadwal kegiatan baru. Sesuai dengan area yang ingin ditingkatkan dibuatlah kesepakatan bersama antara penderita dengan pembimbing jadwal kegiatan baru. Kegiatan baru tersebut dimulai dari kegiatan mudah dan ringan. Dalam langkah ketiga ini juga dimonitor perubahan pikiran, suasana hati dan hambatan yang dialami serta dukungan yang diperlukan. Disini, mungkin penderita depresi diminta membuat suatu “kontrak” atau “perjanjian” dengan keluarga atau orang terdekatnya bahwa dia benar benar akan mengerjakan kegiatan tersebut.

 Langkah keempat

Setelah penderita depresi melaksanakan kegiatan penting yang menyenangkan dan positif, kemudian didiskusikan hal hal apa yang menjadi penghambat kegiatan perilaku positif tersebut. Perlu juga didiskusikan hal hal apa yang bisa mendorong agar peri laku positif tersebut semakin berkembang.

Begitulah secara bertahap dilakukan kegiatan perilaku sehat yang mudah dan kemudian meningkat ke kegiatan yang semakin sulit. Kegiatan perilaku sehat yang semakin sulit biasanya juga membawa dampak positif yang semakin besar.

Selain membuat jadwal kegiatan baru yang semakin banyak dan semakin penting, penderita depresi juga perlu diajak untuk memulai menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan yang sehat dan berolah raga secara teratur. Penderita juga perlu diajari teknik pemecahan masalah, manajemen tidur dan lain lain yang akan dapat mendukung terapi aktivasi perilaku tersebut.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi