Pemulihan dari depresi (7)

muslimah-doa_1Artikel sebelumnya klik disini

Teknik berikutnya untuk mengurangi depresi adalah dengan banyak banyak mengucap syukur. Ini pekerjaan susah untuk seseorang yang lagi depresi, karena orang yang depresi selalu melihat sesuatu dari sisi negatifnya saja.

Agar bisa bersyukur, beberapa teknik bisa dilakukan

  • pada setiap sore atau malam sebelum tidur, tulis 3-5 hal yang terjadi pada hari itu yang membuat anda bersyukur. Misalnya: masih punya mata yang bisa untuk melihat TV, masih bisa tidur dirumah tidak menggelandang dijalan, tidak sakit kanker yang harus kemoterapi, dll.
  • buat jurnal atau buku harian untuk menulis hal hal positif yang terjadi pada hari itu. Jurnal ini sebaiknya dibaca ulang ketika perasaan sedang “jatuh”. Misalnya, pagi sarapan nasi dengan telor dan minum teh hangat, diajak ketoko melihat lihat baju, dll.
  • banyak berdzikir mengucap syukur (alhamdulillah) dan memuji Allah (subhanallah)
  • kirim email atau surat ucapan terima kasih kepada orang orang yang membuat kita positif hari ini.
  • ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang memberikan kontribusi kepada kita pada hari ini.
  • datangi bangsal kelas 3 rumah sakit atau orang orang yang sedang kesusahan dan doakan agar mereka lekas sembuh atau menjadi lebih baik. Lebih baik lagi bila anda mau bersedekah kepada mereka, dijamin depresi anda akan segera sembuh.

Langkah terakhir bila depresi semakin memburuk adalah dengan meminta pertolongan ahlinya. Datangilah dokter ahli jiwa, khususnya bila anda mempunyai keinginan atau pikiran bunuh diri. Psikolog dan profesional bimbingan lainnya juga akan dapat membantu anda mengurangi depresi.

salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (6)

Artikel sebelumnya bisa dibaca disini

Teknik keempat untuk mengatasi depresi adalah dengan melakukan olah raga secara teratur.

Ketika seseorang mengalami depresi, melakukan oleh raga merupakan kegiatan yang paling tidak diinginkan. Namun ternyata, olah raga merupakan salah satu obat mujarab untuk mengatasi depresi. Bahkan menurut penelitian, olah raga sama manjurnya dengan obat anti depresi dalam hal membuat seseorang menjadi bertenaga dan mengurangi keluhan merasa kecapaian. 

Agar membawa manfaat, latihan atau olah raga perlu dilakukan setidaknya 30 menit per hari. Meskipun demikian, olah raga bisa dimulai dulu dengan latihan 10 menit. olah raga 10 menit dapat membawa efek positif terhadap penderita depresi. Beberapa hal kecil, sebagai permulaan yang bisa dilakukan:

  • naik tangga, jangan pakai elevator atau lift.
  • perbanyak jalan kaki, kurangi penggunaan motor atau mobil. Bila harus naik mobil/ motor, parkir yang agak jauh dari tempat yang dituju.
  • Ajak jalan jalan anak/ cucu
  • jalan atau bergerak ketika terima HP.

Beberapa saran agar olah raga bisa maksimal dalam mengurangi depresi:

  • latihan/ olah raga sekarang dan nanti lagi. Olah raga atau jalan selama 10 menit dapat mengurangi depresi selama 2 jam. Agar olah raga bermanfaat terus menerus maka lakukan olah raga secara teratur
  • pilih kegiatan yang cukup intensif. Agar bermanfaat kita tidak perlu melakukan aerobik sampai berkeringat banyak. Aerobik sedang sedang saja sudah dapat mengurangi depresi.
  • lakukan olah raga yang kontinyu dan rhytmic (dari pada olah raga yang terputus-putus).  lakukan jalan kaki, berenang, bersepeda, menari, yoga merupakan contoh yang tepat.
  • tambah kegiatan yang menggarap fisik dan pikiran. misalnya: yoga atau tai-chi merupakan kegiatan yang bisa mengistirahatkan pikiran.
  • mulai pelan pelan, jangan berlebihan. Olah raga berlebihan tidak baik bagi perasaan, karena dapat membuat turun (drop).

Bersambung

salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (5)

Baca artikel sebelumnya disini

11210198_1013974141946875_757744005_nTehnik ketiga dalam mengatasi depresi adalah merawat dan menjaga diri sendiri. Penderita depresi perlu menjalankan pola hidup sehat, belajar mengelola stress (tekanan hidup), menentukan batas batas apa yang bisa dikerjakan, belajar berperilaku sehat dan menjadwalkan kegiatan yang menyenangkan dalam kehidupannya sehari hari.

  • Upayakan agar punya kebiasaan tidur 8 jam sehari. Penderita depresi biasanya mempunyai gangguan tidur. Tidur terlalu banyak atau sulit tidur tidak baik untuk kejiwaan.
  • Jangan mengurung diri di dalam rumah atau kamar. Lakukan jalan jalan di alun alun atau taman, minum teh di halaman, duduk duduk di bangku taman, dan kegiatan luar rumah lainnya.
  • Kendalikan stress. Stress dapat memperpanjang dan memperburuk depresi. Stress juga dapat menjadi pencetus depresi.
  • Latihan teknik relaksasi. Relaksasi setiap hari dapat mengurangi gejala depresi, mengurangi stress, dan memperkuat perasaan bahagia dan sejahtera. Belajar dan terapkan teknik meditasi, yoga, napas panjang, atau meditasi.
  • Lakukan hal hal yang menyenangkan atau yang dulu disukai. Misalnya bermain musik, jalan jalan ke gunung atau ke pantai, melukis, atau menulis. Lakukanlah kegiatan apa saja meskipun anda tidak menyukainya karena berada di luar rumah dan mengerjakan sesuatu akan membawa perbaikan. Lama kelamaan anda akan merasa lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan yang menyenangkan.
  • Buat daftar kegiatan atau hal hal yang di masa lalu dapat memperbaiki depresi dengan cepat. Misalnya luangkan waktu menikmati alam, buat daftar apa yang kamu sukai tentang dirimu, membaca buku yang bagus, menonton film lucu, mandi pakai air hangat, bermain dengan hewan piaraan (kucing, burung, dll), mendengarkan musik, melakukan kegiatan kegiatan kecil, melakukan sesuatu secara spontan.

Bersambung

salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (4)

Artikel sebelumnya bisa dibaca disini

bipolar_disorder_self_help_recoveryTeknik memulihkan diri dari depresi

Hilangkan pikiran negatif. Penderita depresi melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Namun kita tidak bisa hanya bilang kepada mereka untuk selalu berpikir positif. Untuk mengurang pikiran negatif seorang penderita depresi bisa diminta untk melakukan hal hal sebagai berikut:

  • Terima bahwa dirinya tidak sempurna tanpa menjadi sedih atau kecewa,karena tidak ada manusia sempurna
  • Ajak untuk membuat pernyataan yang lebih positif tentang dirinya,
  • Bergaul dengan orang orang yang optimis atau bersikap positif,
  • Ajak untuk membuang pikiran negatif dan minta untuk menuliskan dalam buku hariannya. Bila orang tersebut sedang tidak dalam depresi, kita minta yang bersangkutan membaca ulang tulisan tersebut.

Beberapa pola pikir yang membuat seseorang mudah depresi:

  • Pola pikir -semua atau tidak. Misalnya: Bila kita tidak juara 1 maka kita berarti gagal total, bila tidak ada bakso lebih baik tidak makan sama sekali.
  • Pola pikir – Overgeneralization. Meskipun baru sekali gagal atau melakukan kesalahan, namun terus berpendapat bahwa dirinya selalu gagal atau salah melulu.
  • Mental filter. Hanya melihat sisi negative dari suatu kejadian, tanpa pernah melihat sisi positifnya. Misalnya, ketika mendapat nilai hasil ulangan jelek, maka yang bersangkutan tidak pernah melihat sisi positifnya. Sisi positif yang dapat diambil, misalnya: nilai ulangan jelek sebagai tanda untuk lebih banyak belajar, dan lain lain.
  • Mengurangi nilai positif. Bila ada orang bilang sesuatu yang positif tentang kita, maka kita menganggap bahwa orang itu hanya berpura pura atau berbasa-basi saja.
  • Loncat ke kesimpulan. Membuat interpretasi atau penilaian negatif tanpa melihat bukti nyatanya. Misalnya: saya akan terjebak dalam pekerjaan membosankan ini seumur hidup saya.
  • Emotional reasoning. Percaya pada perasaan dirinya yang  tidak baik yang muncul atau terefleksikan dalam kenyataan.
  • Pola pikir – harus dan jangan. Penderita depresi sering punya daftar apa yang harus dan tidak boleh dikerjakan secara berlebihan.
  • Membuat label atau cap. Membuat cap bahwa dirinya sebagai orang yang gagal, bodoh atau kalah.

Bersambung

salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (3)

klik disini untuk baca artikel sebelumnya

Depression_2014_Types_10-22-14_5PM-img_1280x720Depresi menyerap energi, harapan dan daya juang sehingga membuat orang yang terkena depresi mengalami kesulitan mengatasi masalahnya.

Meskipun demikian, bukan berarti depresi tidak bisa dipulihkan. Untuk masalah obat anti depresi, kita serahkan masalahnya kepada para dokter. Kita fokus pembahasan kita pada teknik psikologi dan perilaku dalam mengatasi depresi.

Agar terbebas dari depresi penderita harus mau melakukan atau mengerjakan sesuatu kegiatan, tidak hanya menangis atau mengurung diri dikamar.

Namun melakukan sesuatu kegiatan positif disaat seseorang mengalami depresi bukanlah pekerjaan mudah. Biasanya semakin bermanfaat kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi depresi , semakin sulit hal tersebut dilakukan. Hanya saja, perlu dibedakan bahwa sulit bukan berarti tidak mungkin.

Untuk itu, agar bisa mengatasi depresi, penderita perlu didorong untk mau melakukan hal hal yang kecil terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan ketingkat yang lebih sulit.

  1. Bangun hubungan yang mendukung (support network).  Adanya keluarga, saudara atau teman yang mendukung sangat penting untuk mengatasi depresi. Terisolasi atau merasa sendirian tanpa teman dapat membuat depresi menjadi lebih berat. Hanya masalahnya, orang yang lagi depresi biasanya malas bergaul.  Untuk itu, berusaha menjaga hubungan/ pertemanan serta kegiatan sosial sangat penting untuk mengatasi depresi. Bila seseorang sedang depresi, maka upayakan untuk: (a) menghubungi saudara atau teman yang dipercaya. Upayakan agar penderita mau menceritakan perasaannya dan meminta dukungan mereka. (b) Mencoba untuk tetap ikut kegiatan sosial meskipun yang bersangkutan tidak menyukainya. Ketika depresi biasanya seseorang senang menyendiri, namun berada diantara teman dan saudara akan membuat penderita depresi merasa lebih baik. (c) Dorong untuk bergabung dengan kelompok support group for depression. Bertemu dan berbicara dengan orang orang yang sama sama sedang berusaha mengatasi depresi bisa membuat depresi berkurang

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (2)

Tulisan sebelumnya bisa di baca dengan meng-klik disini

psikosis_1306Gejala depresi pada anak anak atau remaja belasan tahun:

  • Gejala pada anak anak mungkin berupa kesedihan, tidak mempunyai harapan, ketakutan atau kecemasan
  • Gejala pada remaja bisa berupa kecemasan, kemarahan dan menghindari kontak sosial
  • Hasil belajar disekolah biasanya terganggu
  • Depresi pada anak jarang menimbulkan gejala berupa gangguan tidur atau gangguan berpikir.
  • Pada anak dan remaja, depresi sering terjadi bersamaan dengan gangguan perilaku dan gangguan mental lainnya seperti attention deficit/ hyperactive disorder (ADHD).

Pada orang dewasa, depresi lebih sulit dikenali karena gejala seperti kecapekan, kehilangan minat, gangguan tidur, gangguan nafsu seksual- sering dikira karena disebabkan oleh penyakit lain. Gejala depresi pada orang dewasa sering tidak terlalu jelas. Mereka hanya merasa kurang memuaskan hidupnya, bosan, tidak berharga atau tidak ada harapan lagi.. Mereka juga biasanya hanya ingin tinggal dirumah dari pada harus bersosialisasi keluar atau mengerjakan sesuatu yang baru. Bila sampai ada keinginan untuk bunuh diri, maka itu merupakan salah satu tanda serius dari depresi yang tidak boleh dipandang enteng. Pada orang dengan depresi, laki laki dewasa tua mempunyai rsiko tertinggi untuk bunuh diri.

Bila anda atau orang yang anda kenal mempunyai keinginan untuk bunuh diri, segera meminta pertolongan kepada dokter atau ulama/ kiyai, dan lain lain. Bila anda mengetahui seseorang yang dekat dengan anda mencoba atau berniat bunuh diri, maka pastikan bahwa orang tersebut selalu ada yang menemani. Jangan biarkan orang yang ingin bunuh diri berada sendirian tanpa orang lain didekatnya. Bawalah orang tersebut ke rumah sakit atau klinik untuk pertolongan darurat.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (1)

EarlyInterventionInPsychosisFourDepresi adalah suatu keadaan dimana seseorang terus menerus merasa sedih dan kehilangan minat/ keinginan atau interest. Depresi juga bisa menimbulkan gejala fisik di badan, seperti: tidak bertenaga, lemas.

Depresi disebut juga sering disebut sebagai depresi mayor (major depression), gangguan depresi mayor (major depressive disorder) atau depresi klinis (clinical depression). Depresi mempengaruhi perilaku, pola pikir dan perasaan seseorang yang terserang. Depresi biasanya mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menyebabkan seseorang merasa bahwa tidak ada lagi gunanya untuk terus hidup.

Depresi biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Meskipun demikian, banyak penderita depresi yang merasa nyaman setelah minum obat.

Gejala dari depresi antara lain:

  • Merasa sedih atau tidak bahagia
  • Hal hal kecil sudah membuat frustasi atau sangat mengganggu
  • Kehilangan minat atau kesenangan terhadap kegiatan sehari-hari
  • Tidak bisa tidur atau kebanyakan tidur (tidur terus)
  • Kehilangan dorongan seksual
  • Perubahan nafsu makan, bisa kehilangan nafsu makan dan menjadi kurus atau bertambah nafsu makan dan menjadi kegemukan.
  • Tidak tenang, sulit duduk diam ditempat
  • Mudah meledak marah atau sangat mudah tersinggung
  • Berpikir pelan, berbicara pelan dan lemah, begitu pula ketika bergerak atau menggerakkan bagian tubuhnya.
  • Sulit mengambil keputusan, kurang konsentrasi, gampang terganggu konsentrasinya, sulit mengingat.
  • Selalu merasa capai, lemah dan kehilangan tenaga, bahkan sebuah kegiatan kecil terasa sangat berat dan memerlukan banyak tenaga
  • Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan selalu memikirkan kegagalan atau kesalahan masa lalu.
  • Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
  • Tiba tiba menangis tanpa sebab yang jelas
  • Gangguan fisik yang tidak jelas penyebabnya, seperti sakit kepala atau sakit punggung.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan gangguan jiwa (8): ringkasan

Artikel sebelumnya bisa dibaca dengan klik disini

RoadtoRecoverysPenderita gangguan jiwa, seberat apapun kondisinya, bisa pulih asalkan mendapatkan pengobatan dan dukungan psikososial yang dibutuhkannya.

Penderita gangguan jiwa perlu minum obat. Namun obat saja biasanya tidak cukup. Ketahanan jiwanya harus diperkuat dan permasalahan yang membuat stress harus dipecahkan atau diatasi.

Proses pemulihan tidak berjalan lurus, kadang disertai dengan kambuh. Proses tersebut sering berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh penderita dan keluarga agar tidak kambuh:

  • Keluarga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan, yaitu lingkungan yang: bersahabat, ramah, tidak terlalu berisik atau padat, perilaku yang memberi harapan dan percaya bahwa penderita bisa sembuh
  • Penderita dan keluarga mengenali hal hal yang membuat jiwa penderita merasa nyaman, misalnya: jalan jalan ke taman, mengerjakan hobi, mendengarkan musik, mengobrol dengan teman atau saudara, mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Buat jadwal kegiatan sehingga semakin hari jiwa semakin sehat.
  • mengenali tanda tanda awal kalau akan kambuh (misal: tidak tidur atau tidur melulu, curiga, gampang tersinggung) dan segera bertindak untuk mencegah kambuh
  • mengenali tanda tanda bahaya akan kambuh (misal: halusinasi, gangguan berpikir, waham, dll) dan segera bertindak agar tidak kambuh.
  • Mengenali faktor pemicu (misalnya: konflik dengan anggota keluarga, situasi yang menekan) dan berusaha menghindarinya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan gangguan jiwa (7): pemicu kambuh

Artikel sebelumnya klik disini

300x200xMeeting-Of-Support-Group-46460161-300x200.jpg.pagespeed.ic.BfeVGt3C-QSalah satu strategi mencegah kambuh adalah dengan mengenali faktor pemicu munculnya kekambuhan.

Biasanya kambuh tidak muncul tanpa sebab, tetapi dipicu oleh adanya faktor pemicu.

Beberapa faktor pemicu yang biasanya mendorong kambuh, antara lain:

  • Tidak mau minum obat. Bila daya tahan jiwa belum kuat, namun tidak mau minum obat, maka biasanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan tidak minum obat, penderita akan kambuh lagi sakitnya. Bila tidak ingin minum obat, daya tahan jiwa harus diperkuat terlebih dahulu dan obat dikurangi sedikit demi sedikit sesuai dengan kondisi jiwa yang bersangkutan.
  • Minum alkohol atau narkoba
  • Kurang tidur atau banyak begadang
  • Konflik dengan anggota keluarga atau teman
  • Berada dalam situasi yang membuat stress atau tertekan, baik di sekolah, di rumah atau ditempat kerja.

Faktor pemicu antara satu orang dengan orang lainnya sering berbeda beda. Pemicu bagi seseorang belum tentu jadi pemicu bagi orang lainnya. Oleh karena itu, masing masing penderita dan keluarganya perlu mengenali faktor pemicu kekambuhan tersebut.

Dengan mengenali faktor pemicu, maka pemicu tersebut dapat dihindari atau paling tidak dikurangi atau dilemahkan dampaknya sehingga tidak sampai memicu kekambuhan/

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan gangguan jiwa (6): alat bantu

Baca tulisan sebelumnya dengan klik disini

t2013-The-Family-Stew_Mental-Health-Humor_wellness-toolbox-says-about-your-wellness-by-Chato-Stewart-cartoonBiji yang akan tumbuh menjadi bibit pohon memerlukan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Tanpa lingkungan yang mendukung, biji tidak akan tumbuh menjadi bibit atau bahkan akan mati.

Hal yang sama terjadi pada proses pemulihan gangguan jiwa. Tanpa dukungan lingkungan yang ramah, aman, nyaman dan santai, maka proses pemulihan akan sulit terlaksana.

Bila selama ini penderita selalu atau sering kambuh setelah pulang kerumah dari di rawat di rumah sakit atau di pusat pemulihan, hal tersebut terjadi karena kondisi lingkungan keluarganya kurang dapat mendukung pemulihan gangguan jiwa.

Begitu pula, bila penderita gangguan jiwa tidak dapat membaik ketika tinggal dirumah, maka itu juga berarti bahwa kondisi rumah tersebut kurang dapat mendukung proses pemulihan.

Selain suasana yang mendukung, beberapa hal berikut juga dapat mendukung proses pemulihan dan mencegah kekambuhan:

  • mengobrol dengan teman
  • kegiatan yang membuat jiwa dan tubuh jadi santai, misalnya: mengerjakan hobi, bermain musik, mendengarkan musik
  • jalan jalan ke taman, tepi pantai.
  • olah raga ringan
  • mengobrol dengan sesama penderita gangguan jiwa
  • mandi air hangat
  • melakukan kegiatan yang membuat gembira dan tertawa
  • mengerjakan kegiatan sampai selesai, misalnya: menyiram tanaman, menyapu halaman.menyapu kamar dan kegiatan rumah tangga lainnya
  • membantu teman mengerjakan sesuatu

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo