Anak anak melihat rusa di Tirto Jiwo

11880248_1467689733556115_638456838_nAnak anak dari desa tetangga sedang melihat rusa yang ada di Tirto Jiwo

Rusa memberi kesan adanya kehidupan yang nyaman, normal dan asri.

Adanya rusa di Tirto jiwo telah memberikan dukungan dalam proses pemulihan gangguan jiwa

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-4

resilience-2i01xgeTulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya

Mempunyai jiwa yang tahan banting akan dapat mengurangi seseorang terkena gangguan jiwa. jiwa yang tahan banting juga akan dapat membuat hidup seseorang lebih sukses, dapat segera bangkit ketika terkena badai kehidupan.

Berikut ini beberapa factor yang akan memperkuat ketahanan jiwa:

  • Mempunyai kedekatan hubungan dengan keluarga dan teman. Anak yang mempunyai banyak teman dan sahabat akan lebih kuat ketahanan jiwanya. Begitu pula, anak yang mempunyai hubungan yang dekat dengan orang tua dan saudara saudaranya juga akan mempunyai ketahanan jiwa yang lebih kuat dibandingkan dengan anak yang tidak dekat dengan saudara maupun anak yang tidak punya sahabat atau teman dekat.
  • Mempunyai pandangan positif terhadap diri sendiri dan percaya akan kemampuan diri. Anak yang terlalu banyak menyalahkan diri sendiri, terlalu keras dalam mengkritik dirinya sendiri, biasanya mempunyai jiwa yang rapuh. Begitu pula, anak yang tidak percaya akan kemampuan dirinya akan membuat diri anak tersebut tergantung kepada orang lain.
  • Kemampuan mengendalikan emosi dan perasaan. Kemampuan mengendalikan emosi sehingga tidak mudah meledak marah atau terlalu mudah merasa sedih akan membuat seorang anak lebih tahan menghadapi tekanan jiwa. Kemampuan mengendalikan perasaan dan emosi juga akan membuat seorang anak dapat berkawan dan bergaul dengan baik.
  • Mempunyai kemampuan memecahkan masalah dan komunikasi. Seorang anak dengan kemampuan memecahkan masalah dengan baik, akan dapat mengatasi setiap masalah dengan tepat sehingga hal tersebut akan membuat jiwanya lebih tahan banting. Kemampuan komunikasi yang baik juga akan membuat seorang anak lebih mudah dalam mengatasi masalah dalam kaitannya dengan orang lain. Hal ini akan membuat sang anak menjadi lebih kuat ketahanan jiwanya.
  • Gemar menolong orang lain. Anak yang gemar menolong orang lain cenderung mempunyai jiwa yang kuat dan tahan banting.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-3

epic-failTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Berikut ini (lanjutan) beberapa kelompok anak yang mempunyai jiwa yang rapuh:

  • Anak yang merasa dirinya gagal atau akan selalu gagal dibidang karir, olah raga, sekolah. Anak tersebut sering merasa dirinya bodoh, tidak mampu.
  • Anak dengan waham kebesaranMerasa dirinya lebih hebat dari yang lain atau teman sebaya padahal dalam kenyataannya tidak demikian. Anak tersebut merasa dirinya berhak mendapat perlakuan khusus dan keinginannya harus dituruti.
  • Anak yang kurang kontrol diri, tidak mampu disiplin diri. Tidak mampu atau tidak mau mengendalikan diri, tidak mampu mengatasi rasa frustasi.
  • Tunduk berlebihan. Anak yang tunduk atau patuh terhadap orang lain secara berlebihan.
  • Anak yang selalu memenuhi keinginan orang lain dengan mengorbankan kesenangan diri secara berlebihan.
  • Persetujuan orang lain. anak yang selalu memerlukan persetujuan, perhatian atau pengakuan orang lain.
  • Pesimis. Anak yang selalu memandang dunia dan segala sesuatunya secara negative atau pesimis.
  • Pengekangan emosi. Anak yang selalu mengekang emosi, mengekang tindakan spontan atau perasaan. Hal tersebut dilakukan karena untuk menhindari penolakan, rasa malu, dll.
  • Standard tinggi, hipercriticalness. Anak yang menetapkan standar perilaku dan emosi yang sangat tinggi, biasanya hal tersebut dilakukan untuk menghindari kritikan.
  • Hukuman. Anak yang merasa bahwa dirinya harus dihukum secara keras bila melakukan kesalahan, cenderung gampang marah, tidak sabar, tidak toleran.

Kadang seorang anak dengan jiwa yang rapuh akan mempunyai beberapa sifat seperti tersebut diatas. Sebagai contoh, seorang anak dengan waham kebesaran (merasa dirinya hebat, padahal kenyataannya tidak), sering juga mempunyai sifat kurang dapat mengontrol diri. Anak yang merasa dirinya gagal, sering disertai dengan sifat pesimis, selalu memerlukan persetujuan orang lain, tunduk berlebihan, dan lain lain.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-2

Vulnerable-childTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

Salah satu alternative dalam mencegah gangguan jiwa adalah dengan mendeteksi anak anak dengan jiwa yang rapuh dan kemudian memperkuat ketahanan jiwa anak tersebut.

Anak dengan jiwa yang rapuh adalah anak yang rentan terhadap stress, tidak tahan menghadapi stress dan bila terkena stress akan cenderung mengalami gangguan jiwa atau mempunyai kecenderungan untuk menderita gangguan kepribadian.

Beberapa ciri anak dengan kepribadian yang rapuh adalah:

  • anak yang merasa dirinya (akan) dibuang, ditinggalkan, atau diasingkan oleh keluarganya.
  • Anak yang selalu curiga bahwa orang lain akan menyakiti dirinya, memanipulasi, melecehkan, menipu, atau mengambil keuntungan darinya.
  • Anak yang merasa dirinya kurang diperhatikan (emotional deprivation). Tidak ada yang memberikan perhatian, dukungan, asuhan atau perlindungan secara mencukupi.
  • Anak yang tidak percaya diri/ malu. mempunyai cacat, kelemahan, tidak diinginkan, tidak ada yang menyukai, sehingga sangat sensitive terhadap kritik, takut disalahkan.
  • Anak yang menyendiri atau mengurung diri Merasa dirinya bukan bagian dari masyarakat atau kelompoknya.
  • Anak yang mempunyai ketergantungan, tidak mampu (tidak kompeten), yaitu yang merasa dirinya tidak mampu mengelola kehidupan sehari-hari, memerlukan bantuan atau dukungan orang lain.
  • Anak yang merasa ketakutan yang berlebihan akan datangnya penyakit fisik, penyakit kejiwaan maupun akan terjadinya kecelakaan.
  • Anak dengan diri yang tidak tumbuh. kepribadiannya tidak tumbuh dewasa karena campur tangan orang lain yang berlebihan. Seringorang tersebut merasa dirinya kosong, tidak punya tujuan hidup.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-1

EarlyInterventionInPsychosisFourMencegah lebih baik dari mengobati. Ungkapan tersebut juga berlaku pada gangguan jiwa. Mencegah timbulnya gangguan jiwa lebih baik, lebih mudah dan lebih murah, dibandingkan dengan memulihkan penderita gangguan jiwa.

Meskipun demikian, mencegah seseorang dari terkena gangguan jiwa tidak gampang. Beberapa masalah yang dihadapi adalah:

  1. Gejala awal gangguan jiwa tidak spesifik (seperti: gelisah, gangguan tidur, kinerja sekolah menurun, menarik diri dari pergaulan, dll). Gejala tersebut juga sering muncul pada orang orang normal yang sedang mengalami tekanan jiwa.
  2. Kurangnya kesadaran untuk minta pertolongan. Selain sulitnya mendeteksi gejala awal gangguan jiwa, seringkali gejala awal tersebut tidak mendorong seseorang untuk meminta pertolongan. Adanya gejala anak yang menarik diri dari pergaulan, menurunnya prestasi di sekolah tidak menjadi pendorong bagi keluarga untuk meminta pertolongan.
  3. Tidak semua anak dengan resiko tinggi akan mengalami gangguan jiwa. Ada beberapa anak yang mempunyai resiko lebih tinggi untuk mendapatkan gangguan jiwa. Anak anak yang mempunyai resiko tinggi adalah anak dengan saudara dekat penderita gangguan jiwa. Anak dengan salah satu dari orang tuanya menderita gangguan jiwa, saudara sekandung dengan gangguan jiwa mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita gangguan jiwa. Meskipun demikian, anak dengan resiko terkena gangguan jiwa tidak otomatis akan menderita gangguan jiwa dikemudian hari.
  4. Hambatan untuk mendapatkan pertolongan. Adanya stigma atau cap bahwa seseorang punya bakat untuk menderita gangguan jiwa akan membuat sang anak semakin menarik diri atau dijauhi teman temannya. Tidak tersedianya ahli  atau seseorang yang dapat menolong mencegah terjadinya gangguan jiwa juga merupakan hambatan bagi program pencegahan gangguan jiwa.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Cara menemukan lentera jiwa-5

200309-omag-beck-passion-600x411Tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya

Salah satu topic yang menarik dalam kaitannya dengan passion (lentera jiwa) adalah bagaimana kalau lentera jiwa tidak dapat menghasilkan penghasilan untuk hidup.

Dalam dunia ini ada scenario A, dimana lentera jiwa tidak menghasilkan penghasilan yang mencukupi untuk hidup. Ini terjadi pada banyak seniman (pelukis, penyanyi, pemain film, dll). Penyanyi top atau pelukis top memang dapat menghasilkan uang yang banyak, tapi sebagian besar penyanyi (atau yang ingin menjadi penyanyi) tidak dapat hidup dari bernyanyi. Begitu pula dengan pelukis dan seniman lainnya.

Scenario B adalah kondisi dimana kita bekerja ditempat yang menghasilkan banyak uang, tetapi kita tidak menikmati pekerjaan tersebut. Kita merasa tersiksa atau tidak termotivasi untuk bekerja.

Scenario C adalah kita bekerja sesuai dengan lentera jiwa (passion) kita dan menghasilkan banyak uang. Tantangan bagi kita adalah bagaimana caranya agar lentera jiwa kita dapat menghasilkan banyak uang.

Berikut ini cara agar lentera jiwa kita dapat menghasilkan uang:

  • Jangan lihat orang biasa, belajar dari orang yang hebat. Disekitar kita banyak sekali orang yang punya passion, tapi tidak dapat hidup dari passion-nya tersebut. Jangan dibuat pesimis oleh mereka. Kita perlu belajar dari orang orang yang hebat yang dapat membuat passion mereka menghasilkan uang. Di bidang tulis menulis ada Paulo Coelho, dibidang bisnis ada Bill Gate, dan banyak yang lain.
  • Rahasia orang orang hebat. Orang orang hebat tersebut mempunyai ciri ciri atau karakteristik seperti pekerja keras, mau belajar meningkatkan kemampuannya, hidup hemat, dan berbagai ciri ciri hebat lainnya. Namun, kita tahu bahwa banyak orang yang sudah bekerja keras tetapi tetap miskin. Profesor yang punya banyak ilmu, tetapi hidup pas-pasan. Salah satu rahasia orang hebat yang tidak banyak dikaitkan dengan kehebatan maupun kesuksesan mereka adalah bahwa banyak bersedekah dan menolong orang miskin. Paulo Coleho punya panti asuhan dan sekolah untuk orang miskin. Bill Gate setiap tahun menyumbang jutaan dollar. Banyak penguasaha besar yang punya yayasan social (misal: Sasakawa Foundation, Ford Foundation). Bila anda ingin menggabungkan antara passion dengan penghasilan, maka kuncinya adalah sedekahkan minimal 10% penghasilan atau 10% jam kerja anda untuk menolong orang miskin.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara menemukan lentera jiwa-4

900px-6187-26Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Bila kita sudah menemukan passion atau lentera jiwa kita, maka langkah selanjutnya yang perlu diterapkan adalah menerapkan passion tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kaitannya dengan pekerjaan kita.

  • Lakukan pendalaman. Kita perlu memahami dan mengetahui seluk beluk tentang passion kita. Kita perlu baca buku, bertanya ke teman, membaca atau mencari informasi dari internet, dll. Sebagai contoh, bila passion kita adalah menjadi host sebuah talk show (seperti Andi Noya), maka kita perlu mempelajari secara mendalam dunia pertelevisian, talk show, dan lain lain. Bila passion kita adalah membuat business, maka kita perlu mempelajari masalah bisnis secara mendalam.
  • Hindari langsung terjun atau pindah pekerjaan hanya berdasar instink atau naluri. Bila kita sudah menemukan passion, maka kita sering berbuat kesalahan dengan langsung loncat ke pekerjaan atau kegiatan baru tersebut. Kita tidak boleh langsung meninggalkan pekerjaan kita saat ini, walaupun pekerjaan tersebut terasa membosankan dan tidak menarik lagi. Sebagai contoh, bila passion kita adalah jadi juru masak (chef), maka sebaiknya ambil kursus memasak atau mencoba mengembangkan kemampuan memasak tersebut diwaktu luang sebelum meninggalkan pekerjaan yang lama.
  • Tinggalkan pekerjaan sekarang bila terasa sudah tidak tepat. Bila kita merasa karir sudah mentok, jangan tetap tinggal di pekerjaan tersebut hanya karena ketakutan tidak punya uang untuk kebutuhan sehari-hari. Segeralah berusaha untuk menemukan “zona baru”. Siapa tahu zona baru tersebut adalah passion anda.

Semoga bermanfaat

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Find-Your-Passion

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara menemukan lentera jiwa-3

900px-6187-20Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Berikut ini beberapa cara untuk dapat menemukan lentera jiwa (passion) kita:

  • Coba lakukan olah raga baru. Kita tidak pernah tahu mungkin lentera jiwa kita berkaitan dengan panahan, menunggang kuda, golf atau yang lainnya.  Oleh karena itu, cobalah melakukan olah raga baru misalnya belajar berenang, bersepeda gunung atau urban downhill, bowling, menembak, diving, dan lainnya.
  • Kembangkan kemampuan seni. Bakat seni kita mungkin tersembunyi karena sibuk dengan permasalahan sehari-hari. Cobalah kembangkan bakat seni dengan belajar melukis, menyanyi, bermain music, drama, atau menulis novel.
  • Lakukan hobi baru. Dengan melakukan hobi baru kita mungkin menemukan passion kita. Cobalah lakukan hobi baru, misalnya: memelihara burung, atau hewan peliharaan lainnya, belajar bahasa baru (Arab, Spanyol, dll), memasak.
  • Keluar dari zona nyaman. Lakukan sesuatu yang kita kurang trampil, misalnya terjun paying, olah raga ekstrem, menyelam. lakukan hal hal yang dulu dirasa menakutkan, seperti terjun paying.
  • Jalan jalan (traveling). Dengan melakukan perjalanan kita akan dapat mempunyai pengalaman yang sangat berbeda, melihat sesuatu yang berbeda atau belajar melihat sesuatu dari sudut yang berbeda. Traveling dapat membantu kita menemukan lentera jiwa kita. Ambil foto sebanyak-banyaknya ketika traveling, siapa tahu bahwa passion anda ada di fotografi.
  • Jadilah sukarelawan.Dengan bekerja tanpa digaji, kita akan mendapatkan ketrampilan baru, ketemu orang baru, pengalaman baru yang mungkin sesuai dengan passion kita.Ketika kita bekerja sukarela merawat taman, mungkin kita akan menemukan passion kita dibidang pertamanan. Bila kita kerja sukarela dengan mengajari anak anak matematika, mungkin kita akan menemukan passion kita dalam mengajar.
  • Belajar dari orang lain. Bila kita punya kenalan seseorang dengan passion tertentu, mintalah orang tersebut untuk mengajari kita seluk beluk tentang halk tersebut. Mungkin passion kita ada disitu juga. Misalnya, seseorang dengan passion memasak, maka mintalah kita diajari tentang memasak, siapa tahu kita akan menemukan passion kita disitu.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara menemukan lentera jiwa-2

900px-6187-5Tulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Cara untuk menemukan lentera jiwa:

  • Pikirkan apa yang menyenangkanmu. Lentera jiwa biasanya terkait dengan tujuan hidupmu, hal hal yang sering atau berulang-ulang dilakukan, hal hal yang menarik hatimu, hal hal yang bila dikerjakan seolah olah hanya kita sendiri yang hidup didunia ini, dll
  • Pikirkan tentang hal hal yang diimpikan untuk dilakukan.Apa yang ingin dilakukan diwaktu kecil tapi belum terlaksana, apa yang dilakukan tapi belum terlaksana (karena alas an keuangan, kesibukan, takut gagal), ketika membaca cerita atau berita, hal hal apa yang membuatmu bersemangat atau sangat menarik hatimu.
  • Coba buat papan-tulis visi (vision board). Buat papan dan tempel didinding. Kumpulkan dan tempelkan di papan berbagai foto atau gambar, kata kata bijak yang menggambarkan kegiatan yang kamu impikan atau ingin lakukan.
  • Buat daftar hal yang paling penting dalam hidupmu. Apakah karir lebih penting dari hobi?, apakah uang sangat penting untuk membiayai hobi sehingga pekerjaan harus yang bergaji besar meskipun tidak menarik? Apakah berkumpul dengan keluarga lebih penting daripada karir (sehingga penempatan diluar kota akan ditolak).

Setelah mengenali lentera jiwa, maka langkah selanjutnya adalah merealisasikan hal tersebut kedalam kehidupan kita. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan untuk merealisasikan hidup berdasar lentera jiwa:

  • Hidupkan kembali impian masa kecil. Bila impian masa kecil kita menjadi astronot dan kelihatannya sulit tercapai, maka kita dapat menemukan lentera jiwa kita dengan mempelajari hal hal yang terkait dengan angkasa luar, ilmu tentang roket, dll.
  • Menggabungkan beberapa bakat. Misalnya bila kita punya hobi traveling dan menulis, maka kita dapat menggabungkan hal tersebut menjadi penulis spesialis wisata. Bila kita jago bahasa dan bekerja di suatu perusahaan, maka kita dapat menggabungkan kemampuan bahasa dengan kemampuan bisnis.
  • Jadikan hobi sebagai sumber penghasilan. Bila kita hobi badminton, kita dapat mencari penghasilan dari hobi tersebut, misalnya dengan menjadi pelatih, menyewakan lapangan badminton, jualan alat olah raga, dll.
  • Lakukan kegiatan yang diimpikan. Bila ada hambatan keuangan atau hambatan lain untuk mengerjakan kegiatan yang diimpikan, maka coba cari dan kembangkan alternative untuk mengatasi hambatan tersebut. Misalnya: bila hobi keliling dunia menjadi impian, maka kita dapat bekerja di dunia penerbangan, tour, dll.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara menemukan lentera jiwa-1

900px-6187-1Lentera jiwa (passion) adalah sesuatu yang membuat hidup kita bergairah. Ketika melakukannya, waktu seolah berjalan dengan sangat cepat. Bila kita hidup selaras dengan lentera jiwa kita, maka hidup akan terasa lebih menyenangkan, memuaskan dan tidak membosankan. Lentera jiwa adalah sesuatu yang “gue banget”.

Passion seseorang terhadap sesuatu dapat digambarkan sebagai orang yang ingin menonton film tetapi menghadapi berbagai hambatan. Sebelum berangkat, tiba tiba turun hujan. Orang yang dengan passion, tidak akan berhenti atau membatalkan niatnya nonton film hanya karena turun hujan. Dia akan cari payung, naik mobil atau taxi agar tetap dapat nonton film tanpa kehujanan. Ketika sampai di gedung bioskop, ternyata karcis atau tiket habis. Pada orang dengan passion untuk nonton film, habisnya karcis tidak menjadi halangan. Dia akan tetap berusaha untuk dapat menonton film, misalnya dengan: menonton film di jam tayang berikutnya, mengganti tiket (dengan tambahan biaya) dari orang yang sudah punya tiket, dll. Dengan kata lain, orang mau bersusuah payah dan mengatasi rintangan agar dapat mendapatkan hidup dengan passion-nya tersebut.

Sayangnya, pengalaman dan kesulitan hidup yang selama ini dialami, sering membuat kita melupakan lentera jiwa tersebut. Kita hanya sibuk melakukan hal hal rutin agar dapat terus hidup dan makan 3 kali sehari. Biaya sekolah yang mahal, cicilan rumah yang mencekik, membuat kita melupakan lentera jiwa.

Bagaimana kita dapat menemukan lentera jiwa kita? Berikut ini beberapa cara untuk menemukan lentera hidup yang saya sarikan dari wikihow tentang find your passion http://www.wikihow.com/Find-Your-Passion

  • Carilah motivasi yang ada dibelakang setiap keputusan-keputusan penting yang pernah dibuat. Seringkali kita membuat keputusan yang hanya untuk menyenangkan orang orang disekitar kita. Banyak hal yang harus kita turuti agar dapat diterima lingkungan. Lentera jiwa adalah motivasi otentik yang muncul dari dalam diri kita. Coba, amati apa motivasi autentik yang mendorong kita mengambil keputusan.
  • Pahami apa yang kamu percaya mempunyai nilai tinggi. Bila hidup kita selaras dengan nilai nilai tinggi yang kita junjung, maka hidup akan terasa bahagia. Lentera jiwa selalu selaras dengan nilai nilai tinggi tersebut.
  • Lakukan perenungan. Ajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut: (a) ingat masa lalu ketika kamu merasa bahagia, apa yang membuatmu bahagia, (b) ingat masa lalu ketika merasa puas, apa yang menyebabkan timbulnya perasaan tersebut, (c) apa topic pembicaraan yamg membuatmu bersemangat?
  • Amati pola jawaban dari pertanyaan pertanyaan diatas.  Selalu ada pola atau tema jawaban dari berbagai pertanyaan atau hasil perenungan diatas. Bila kita merasa puas dan bangga ketika berhasil membuat lukisan, mengerjakan PR matematika, olah raga, atau yang lain, biasanya lentera jiwa kita ada didekat hal hal tersebut.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo