Laporan Keuangan Agustus 2015

tirto jiwo 1_1Semoga Allah swt membalas amal sholeh para dermawan dengan balasan berlipat ganda sesuai dengan janjinya dalam Surat Al Baqarah 261:

Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah [2] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui. 

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP

tirto jiwo2-28092015Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Membayar hutang-2

generousgivingPengalaman memberi sedekah Scott Lee dimulai ketika dia harus bercerai dan membuatnya berhutang dari kartu kredit sebesar US$ 26,000 (sekitar Rp 350 juta). Sejak perceraian itu, Scott Lee hidup sederhana, bersedekah 10% dari penghasilannya dan menyisihkan sisanya untuk membayar hutang. Bila ada kelebihan uang, semuanya dia salurkan untuk menutup hutangnya.

Pada suatu saat Scott Lee merasa sangat memerlukan liburan. Dia berdoa kepada Tuhan. Tidak berapa lama, seorang teman menelponnya dan mengajaknya berlibur karena sang teman tersebut mendapat paket liburan gratis dari Bahamian Bourd Torism. Diwaktu yang lain, seseorang memberinya mobil bekas sebagai ucapan terima kasih karena telah berhasil membawa 2 rombongan ke Eropa.

Setelah selesai melunasi hutangnya, Scott Lee tetap hidup sederhana. Dia kemudian menikah dengan Amy yang bersedia menjalani hidup secara sederhana juga. Mereka hidup sederhana dengan hanya memakai gaji Scott Lee, menyedekahkan 10% gaji Amy Lee dan menabung 90% sisa gaji Amy untuk keperluan masa depannya.

Tapi kemudian mereka berubah. Mereka terinspirasi untuk meningkatkan sedekahnya. Akhirnya Scott dan Amy Lee sepakat untuk menyedekahkan 40% gaji Amy Lee. Kalau dulu mereka hidup sederhana karena takut tidak punya uang nantinya, maka kini mereka hidup sederhana agar bisa bersedekah dalam jumlah yang lebih besar, yaitu 40% gaji Amy Lee.

Namun ternyata, sedekah 40% gaji tidak membuat mereka menjadi miskin, bahkan sebaliknya. Salah seorang kenalannya menawarkan kepada mereka untuk menyewa apartemen yang lebih luas namun dengan harga yang lebih murah dari yang mereka tempati saat itu. Selain itu, Amy Lee juga mendapat kenaikan gaji. Ketika keduanya membuka catatan keuangan keluarga ternyata sedekah 40% dari gaji tidak membuat mereka berkurang tabungannya. Tabungan mereka setiap bulannya ternyata tetap meningkat seperti ketika mereka hanya menyedekahkan 10% gajinya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Membayar hutang-1

kaos-sedekahSalah satu masalah yang terkait dengan gangguan jiwa adalah masalah keuangan keluarga.Kebetulan, saya menemukan beberapa kisah tentang orang orang yang bisa lepas dari lilitan hutang. Saya coba sampaikan ringkasan kisahnya. Semoga pembaca bisa mengambil hikmahnya:
1. Kisah tentang Abdullah yang saya ambil dari http://www.7kids.co.cc/kisahtauladan/kisah_sedekah

 Abdullah, seorang pegawai dengan gaji bulanan 4000 Riyal menghadapi pelbagai masalah kewangan dan hutang.  Beliau bercerita: Saya menyangka bahawa saya akan hidup dalam keadaan ini sehingga mati dan keadaan saya tidak akan berubah buat selama-lamanya. Apa yang paling saya takuti ialah saya akan mati dalam keadaan berhutang yang bertambah pada setiap detik. Keperluan hidup benar-benar menyesakkan saya. Pada suatu hari saya pergi berehat di tempat-tempat orang muda yang mempunyai masalah seperti saya. Tujuan saya pergi ke sana ialah untuk meringankan bebanan diri saya dengan mendengar masalah orang lain. Pada hari tersebut terdapat salah seorang kawan yang saya hormati pandangannya lalu saya mengadukanperihal saya kepadanya. Beliau lalu menasihatkan agar saya mengkhususkan suatu bahagian daripada gaji bulanan saya untuk sedekah. Saya menjawab: “Saya makan pun tak cukup macam mana nak sedekah ?”

Apabila saya balik ke rumah saya bercerita kepada isteri saya tentang apa yang berlaku. Isteri saya berkata: “Apa kata kita cuba dan mungkin Allah akan membuka jalan bagi kita.” Saya lalu menjawab: “Oleh yang demikian saya akan mengkhususkan 300 Riyal daripada gaji bulanan untuk sedekah.” Demi Allah selepas itu hidup saya mula berubah. Perasaan lapang mula menyelubungi saya dan saya menjadi sangat optimistik. Selepas dua bulan, hidup saya mula menjadi teratur semula. Saya mengecap barakah dalam gaji saya yang saya tidak pernah temui sebelum ini. Saya mendapat kekuatan pengurusan sehingga saya boleh menjangkakan bila hutang saya akan selesai.

Selepas beberapa lama salah seorang saudara saya memulakan perniagaan hartanah dan setiap kali saya mendapatkan seorang ahli syer yang baru maka saya mendapat komisen. Segala puji bagi Allah, saya merasakan bahwa hutang-hutang saya akan habis dalam tempoh yang dekat. Setiap komisen yang saya dapat juga saya tidak lupa memperuntukkan satu bahagian untuk sedekah. Demi Allah, sesungguhnya sedekah itu tidak akan mengetahui kelebihannya melainkan orang yang telah mengecapinya. Bersedekahlah dan bersabar nescaya anda akan lihat kebaikan dan keberkatan dengan izin Allah.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

6 Saran dalam menggalang dana secara online

cropped-header-web-srBagaimana cacarnya agar dapat menggalang dana untuk kegiatan social secara online?

Pertanyaan tersebut sangat sesuai bagi saya yang mengelola Tirto Jiwo, Pusat pemulihan dan pelatihan gangguan jiwa da Klinik Umiyah, klinik rawat inap bagi dhuafa. Nah, daripada ilmunya dipakai sendiri, saya share saja ilmu yang saya dapat. Semoga menjadi lebih berkah.

Agar lebih kongkrit, ada baiknya kalau kita belajar dari organisasi yang sudah terbukti mampu menggalang dana secara efektif.

Ada sebuah gerakan yang menyebut dirinya sebagai #sedekah rombongan, mulai beraktivitas sejak tahun 2011, dalam waktu kurang dari 2 tahun sudah mampu menggalang dana hingga mencapai Rp 2 milyar. Hingga bulan September 2015,  #sedekahrombongan telah mampu menggalang dana sebesar Rp 28 Milliar lebih.

Apa rahasianya? Salah satu kunci utamanya adalah karena mereka mampu menyajikan foto dan cerita yang menyentuh. Tentunya ada faktor yang lain, seperti (a) mereka tidak memakai uang sumbangan untuk biaya operasionalnya dan (b) memegang amanah dengan sanat teguh. Mereka rela masuk neraka bila sampai menyalah gunakan uang sedekah.

Menurut Katya Andersen, ahli dalam marketing untuk organisasi nirlaba, ada beberapa karakteristik dimana sebuah website bisa menggerakan para dermawan untuk menyumbang.

Katya Andersen menyatakan bahwa data yang kering ternyata kurang bermanfaat. Data statistik tidak akan “go viral:, tidak akan di share atau dibagikan oleh para pengguna social media.

Foto dan cerita yang menyentuh hati dan menggerakkan lebih bisa mengajak dermawan untuk menyumbang. Masalahnya sekarang, bagaimana agar foto dan cerita di website kita bisa menyentuh dan menggerakan?
Ada 6  elemen dari cerita yang baik:

  1. relevant dengan pembaca atau pengunjung website
  2. biasanya berupa cerita tentang seseorang atau masyarakat
  3. membawa pesan tertentu
  4. cukup detail sehingga membuat cerita lebih “bisa dipercaya”
  5. menyenangkan atau menarik dibacanya
  6. tidak terlalu panjang

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Berjuang di jalan Allah jangan tunggu pensiun-2

11106446_992398284104461_770084815_nTulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya

Usia 40 tahun adalah ketika seseorang sudah sangat matang dalam jasmani maupun rokhani untuk memulai pekerjaan besar berjuang di jalan Allah, bukan hanya mengejar kesenangan dunia.

Usia 40 menjadi representasi kematangan usia yang telah lengkap dibangun dengan pengalaman lapangan yang sangat cukup – bukan hanya pengetahuan (knowledge) tetapi juga keterampilan (skills) dan kebijaksanaan (wisdom).  Dengan usia rata-rata umat nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berada di antara 60 tahun sampai 70 tahun, maka pekerjaan besar yang dimulai pada usia 40 tahun insyaallah juga akan cukup waktu untuk menuntaskannya dan menyerahkannya pada generasi penerus ketika waktu kita habis dan harus menghadap ke Sang Pencipta.

Bila Anda saat ini berusia 40 tahun atau lebih dan masih mengalokasikan sedikit tenaga, dana atau pikiran untuk berjuang di jalan Allah – maksudnya pekerjaan Anda di perusahaan atau instansi masih menyita sebagian besar kemampuan, maka hanya ada dua kemungkinan dari posisi Anda saat ini.

Kemungkinan pertama Anda macet di posisi Anda saat ini, ditandai dengan pangkat yang tidak naik-naik, pekerjaan menjadi rutinitas, gairah kerja mulai menurun, ada perasaan bosan, galau dlsb. bercampur aduk. Bisa jadi inilah tanda-tandanya Anda sudah harus keluar dan memulai berjuang di jalan Allah – mengapa harus menunggu beberapa tahun lagi sampai pensiun di posisi atau situasi menyiksa seperti ini ?. Dalam hal ini, kegiatan baru tersebut, selain dicari yang bisa memberikan penghasilan sederhana bagi keperluan keluarga, juga sesuai dengan definisi berjuang di jalan Allah.

Kemungkinan kedua adalah Anda sedang berada di puncak karir, masa depan gemilang, fasilitas melimpah, status sosial terhormat dlsb. Maka pergunakan kesempatan dan fasilitas tersebut untuk berjuang di jalan Allah. Contoh kongkritnya, misalnya: mengaktifkan pengajian dan pengumpulan dana sedekah di kantor, mendirikan panti asuhan atau rumah tahfidz, dan lain sebagainya.
Bila usia Anda saat ini belum mencapai 40 tahun dan masih bekerja untuk mengejar kesuksesan duniawi, , bersyukurlah Anda punya ‘tempat magang’ yang baik – maka manfaatkanlah waktu Anda sebaik-baiknya. Tetapi jangan terlena dengan waktu Anda, buatlah rencana yang matang, sehingga paling lambat pada usia 40 tahun Anda siap membangun bangunan amal shaleh sebagai manifestasi dari perjuangan di jalan Allah

Semoga bermanfaat

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Berjuang di jalan Allah jangan tunggu pensiun-1

12039541_1141411062540426_4706083188764798750_nYang saya maksud sebagai berjuang di jalan Allah adalah didalam tulisan ini adalah  mengalokasikan sebagian dana, tenaga atau pikiran yang dalam jumlah cukup bermakna bagi kejayaan Islam. Kegiatan kongkritnya, misalnya: mendirikan dan mengelola rumah tahfidz, mendirikan dan mengelola panti asuhan, mendirikan dan mengelola klinik kesehatan bagi dhuafa, dan lain sebagainya.

Tidak mudah untuk menentukan usia terbaik bagi seseorang untuk mulai berjuang dijalan Allah. Ada sedikit orang yang siap terjun berjuang di jalan Allah (fisabilillah) sedari belia dan dia bisa sukses karena cita cita dan sekolahnya memang berada di arena fisabilillah.  Mereka yang belajar ilmu agama dan kemudian terjun di dunia dakwah, memang telah berada di jalan perjuangan sejak kecil.

Bagaimana dengan kita yang berada diluar arena perjuangan? Kapan sebaiknya kita mulai terjun di dunia fisabilillah? Sebagian besar orang di jaman ini terjun ke dunia fisabilillah ketika sudah mendekati atau memasuki usia pensiun.

Menurut saya usia terbaik untuk memulai pekerjaan besar ini adalah di usia 40 tahun !
Pasti bukan kebetulan ketika Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun. Juga bukan kebetulan pula bila ada ayat di Al-Qur’an yang memberi panduan do’a khusus ketika kita memasuki usia 40 tahun :

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri“”. (QS 46 :15)”

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-7

13668025901197932444Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya.

  • Gemar menolong orang lain. Anak anak dengan gangguan kepribadian maupun gangguan jiwa adalah anak yang egosentris, atau menjadikan dirinya sebagai pusat dari segalanya. Dengan belajar memahami kebutuhan dan perasaan orang lain serta berusaha untuk mengurangi penderitaan orang lain, maka sedikit demi sedikit sifat egosentrisnya akan berkurang. Anak akan terlatih untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, namun memakai energy maupun kelebihan dirinya untuk membantu orang lain. Dengan gemar menolong orang lain dengan niat yang ikhlas, maka sifat sifat egosentris, bertingkah laku semaunya sendiri, akan sedikit demi sedikit terkikis.
  • Hanya bersandar kepada Tuhan. Salah satu kelemahan yang juga sering ditemui adalah ketergantungan berlebihan kepada orang orang didekatnya. Ketergantungan tersebut, bila tidak terpenuhi, dapat menyebabkan timbulnya perasaan sebagai anak yang dibuang, ditolak, ditinggalkan, ditekan atau dipenjara. Dilain pihak, bila ketergantungan berlebihan tersebut selalu dipenuhi atau dituruti oleh orang orang dekatnya, maka anak tersebut dapat menjadi anak yang tergantung, tidak dapat mengambil keputusan sendiri, dan tidak dapat hidup mandiri. Dengan melatih anak tersebut hanya bersandar kepada Tuhan yang Maha Kuasa, maka anak akan dapat terbebas dari ketergantungan kepada orang lain. Dalam kaitan ini, anak anak perlu dilatih untuk mempunyai pemahaman yang benar tentang Tuhan, kaitan Tuhan dan mahluknya, tentang takdir, dll.
  • Belajar menjadi pemaaf. Dengan menjadi pemaaf, maka seorang anak akan terbebas dari beban akibat perasaan benci, dendam, marah kepada seseorang yang telah berbuat salah atau menyakitinya. Dengan menjadi pemaaf, maka seorang anak juga akan lebih mudah bergaul dan menjalin persahabatan.

Keempat sifat tersebut diatas: bersyukur, gemar menolong orang lain (compassion), pemaaf dan hanya bersandar kepada Tuhan hanya dapat diajarkan secara pelan pelan dan bertahap. Keempat sifat tersebut tidak dapat ditumbuhkan hanya melalui talk therapy atau diskusi. Anak anak perlu belajar dan mencoba menerapkan keempat sifat tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.

semoga bermanfaat

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-6

Team-building-activities-kidsTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Kondisi kejiwaan seseorang terbentuk sejak masa kanak-kanak secara pelan pelan. Oleh karena itu, untuk memperkuat ketahanan jiwa anak agar menjadi kuat dan tahan banting juga memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Proses memperkuat ketahanan jiwa perlu waktu panjang dan memakan banyak energy, kesungguhan dan komitment.

Proses memperkuat ketahanan jiwa akan sulit dilakukan oleh psikolog atau psikiater dari tempat praktek, karena akan memerlukan banyak biaya.Selain, proses penguatan ketahanan jiwa tidak dapat hanya dengan terapi bicara/ psikoterapi. Penguatan ketahanan jiwa memerlukan latihan dalam dunia nyata di lapangan.

Guru yang didukung oleh orang tua merupakan sosok yang ideal dalam proses penguatan jiwa seorang anak agar menjadi sehat dan tahan banting. Untuk itu, guru perlu dibekali ilmu dan diberi motivasi agar bersedia mengorbankan waktu dan tenaga bagi tumbuhnya jiwa anak yang sehat.

Guru yang telah dilatih akan dapat mengenali anak anak yang memerlukan penguatan ketahanan jiwa, yaitu anak anak yang rentan maupun anak yang marah (lihat artikel sebelumnya).

Pada prinsipnya, anak anak tersebut perlu diberi pelatihan agar menjadi anak yang:

  • Bersyukur. Anak anak yang marah maupun merasa diabaikan/ dibuang, adalah anak yang tidak merasa puas dengan kondisinya. Anak anak tersebut perlu dilatih agar dapat menghayati dan menerapkan rasa syukur (gratitude). Dengan mempertebal rasa syukur, maka sedikit demi sedikit rasa marah maupun rasa tidak terpenuhi kebutuhannya akan dapat berkurang. Dengan bersyukur, maka anak akan merasa bahagia, puas dengan keadaan dirinya sekarang. Anak akan memandang dirinya secara positif.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-5

foto-kelakuan-anak-smu-zaman-sekarang-04Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Secara garis besar, dari sisi kejiwaan, anak anak dapat dapat dikelompokkan kedalam 4 jenis anak:

  1. Anak yang rentan (vulnerable child), yaitu anak anak yang mempunyai satu atau lebih ciri ciri sebagai berikut: anak yang merasa kesepian, terisolasi, sedih, merasa tidak dimengerti oleh orang orang dekat disekitarnya, tidak mendapat dukungan, mempunyai banyak kekurangan, merasa tidak mendapat hak-haknya sebagai anak (kasih saying, perhatian, dll), ragu akan dirinya, merasa tidak berdaya, tidak mampu, tidak ada harapan, cemas, tidak disayang, tidak pantas untuk disayang, lemah, merasa kalah, diasingkan, pesimis, ditinggalkan, tidak mempunyai kekuatan, hidup tanpa tujuan.
  2. Anak yang marah (angry child), anak yang mempunyai ciri ciri sebagai berikut: merasa sangat marah, frustasi, tidak sabar karena kebutuhan fisik dan emosionalnya yang inti tidak dipenuhi.
  3. Anak yang impulsive, semaunya.Anak yang mempunyai ciri ciri sebagai berikut: Anak yang tidak dapat mengendalikan keinginan atau kemauannya untuk segera dituruti atau dipenuhi. Tidak dapat menunda pemenuhan keinginan atau kebutuhannya. Perilakunya egois, mementingkan diri sendiri, sering perilakunya secara tidak terkendali. Sering terlihat sebagai anak yang manja.
  4. Anak yang puas, bahagia. Anak anak dengan ciri ciri sebagai berikut: Anak yang merasa bahwa dirinya disayang keluarganya, merasa puas, mempunyai ikatan atau hubungan erat dengan keluarganya, diterima oleh orang disekitarnya, merasa mendapat perawatan/ bimbingan, merasa ada yang melindungi, percaya diri, merasa mandiri secara wajar, aman, terkendali, optimis, merasa dilibatkan, merasa dirinya cukup kuat.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Suasana nyaman kekeluargaan

11874157_1465104517147970_1383744827_nTirto Jiwo, sebagai pusat pemulihan tidak memberikan kesan menakutkan. Suasana di Tirto Jiwo adalah layaknya suasana asrama biasa.

11909727_1474921499499605_1656776451_n

 

 

Banyak penduduk desa sekitar tidak tahu mana yang menderita gangguan jiwa dan mana yang sehat. Mereka tidak dapat membedakannya.

11186325_1013973955280227_1706265047_n

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo