Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-5

thTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Contoh lain orang yang dapat mengatasi berbagai hambatan adalah bapak Jamil Azzaini.

Jamil Azzaini lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 09 Agustus 1968, kemudian mengikuti orang tuanya pindah ke Lampung. Kedua orang tuanya sangat miskin, tinggal ditengah hutan dan jauh dari sekolah. Jamil muda harus naik sepeda ke sekolah lewat hutan. Karena kemiskinan yang dideritanya, dia sering mendapat hinaan dari teman temannya terutama karena berani mempunyai cita cita untuk menjadi insinyur pertanian.

Tak hanya Jamil, ayahnya pun merasakan hal yang sama. Ayahnya mendapatkan cacian saat hendak meminjam uang untuk biaya kuliah Jamil di IPB pada orang terkaya yang ada di kampungnya. Alih-alih uang pinjaman yang didapat, ayah Jamil malah mendapatkan cacian yang mengatakan bahwa orang miskin sudah pasti tak bisa kuliah. Semakin kuat semakin yakin dengan tekadnya yang ingin menjadi kerang mutiara, Jamil akhirnya berhasil menempuh jenjang kuliahnya hingga strata dua.

Apa kunci keberhasilan Jamil Azzaini?

Bersama kakak kandungnya, Jamil Azzaini juga mendirikan sekolah murah tingkat menengah di Lampung. Saat ini setiap tahunnya muridnya lebih dari 1.400 orang. Jamil juga mendirikan Pesantren Wirausaha Agribisnis Abdurrahman bin Auf secara cuma-cuma di Klaten Jawa Tengah. Lulusan Pesantren ini dimaksudkan untuk melahirkan para pengusaha baru di Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Ia juga menjadi penasehat di beberapa lembaga yang peduli untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat diantaranya Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Sebuah komunitas wirausaha dan sebagian besar anggotanya adalah pengusaha muda.

Selain itu, ia juga menjadi penasehat di Yatim Mandiri sebuah lembaga sosial yang berupaya memandirikan anak-anak Yatim. Tahun 2011, lembaga ini tercatat di MURI sebagai lembaga yang paling banyak memberi bantuan kepada anak yatim.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-4

Biografi Houtman Zainal Arifin, Profil, Vice Presiden CitibankTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Langkah terbaik dalam mengatasi learned helplessness adalah dengan belajar dari orang orang yang sudah berhasil mengatasi berbagai hambatan dan rintangan tersebut.

Contoh kedua yang saya ingin angkat adalah perjalanan hidup bapak Houtman Zainal Arifin. Riwayat hidup bapak Houtman Zainal Arifin saya kutip dari situs biografi tokoh ( www.biografiku.com). Beliau dilahirkan pada tanggal 27 Juli 1950 di Kota Kediri Jawa Timur, dan meninggal pada hari Kamis, 20 Desember 2012.

Pengalaman hidupnya yang amat inspiratif patut untuk disimak. Awalnya ia hanya seorang office boy hingga bisa menduduki jabatan sebagai seorang Vice President Citibank. Sebelum meninggal beliau berkerja sebagai direksi di perusahaan swasta, pengawas keuangan di beberapa perusahaan swasta, komite audit BUMN, konsultan, penulis serta dosen pasca sarjana di sebuah Universitas.

Kisah hidup beliau dimulai ketika lulus dari SMA, Hotman merantau ke Jakarta dan tinggal di daerah Kampung1974, Houtman membawa mimpi di Jakarta untuk hidup berkecukupan dan menjadi orang sukses di Ibukota, namun apa daya Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh.

Sewaktu tinggal di tanah abang, ayah beliau sakit keras. Orang tuanya ingin berobat, tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup. Melihat keadaan seperti itu, beliau tidak mau menyerah. Dengan bermodal hanya Rp 2.000,- hasil pinjaman dari temannya, beliau menjadi pedagang asongan menjajakan perhiasan imitasi dari jalan raya hingga ke kolong jembatan mengarungi kerasnya kehidupan ibukota. Usaha dagangannya kemudian laku keras, namun ketika ia sudah menuai hasil dari usahanya, ternyata Tuhan memberinya cobaan, ketika petugas penertiban datang, dagangannya di injak hingga jatuh ke lumpur. Ketika semua dagangan beliau sudah rusak bercampur lumpur, ternyata teman-temannya yang dari kawula rendah seperti tukang sepatu, tukang sayur, dan lain-lain, beramai-ramai membersihkan dagangan beliau. Disini beliau mulai mendapatkan pengalaman berharga tentang kerasnya kehidupan Ibukota dan pentingnya berbagi serta tolong menolong.

Houtman Zainal Arifin kemudian mengalihkan usahanya agar dapat diterima bekerja di perusahaan besar yang berkantor di gedung megah di Jakarta. Beliau melamar ke berbagai perusahaan.

Pada suatu hari, beliau melihat ada orang gila berjalan hilir mudik di sekitar rumah beliau. Orang gila itu hampir nggak pake baju. Beliau pada saat itu cuma punya baju 3 pasang. Hebatnya, beliau ikhlas memberi ke orang gila itu sepasang baju plus sabun plus sisir. Tuhan memang Maha Adil, Pada hari ketiga setelah kejadian tersebut, Tiba-tiba datang surat yang menyatakan bila beliau diterima menjadi OB disebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya. Karena mau belajar dan bekerja keras, akhir beliau diangkat sebagai pegawai tetap Citibank.

Sekitar 19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman kemudian mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Pada hari Kamis tepatnya pada tanggal 20 Desember 2012 Bapak Houtman Zainal Arifin berpulang ke pangkuan Rahmatullah pukul 14.20. Jenazahnya disemayamkan di Jln. H. Buang 33 Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta.

Ada satu fakta yang tidak banyak diulas orang tentang bapak Houtman Zainal Arifin, yaitu bahwa dirumah beliau ada sekitar 30an orang yang tinggal serumah dengan keluarganya. Keberkahan dari menyantuni dan merawat merekalah yang mampu mengundang pertolongan Tuhan sehingga seorang Houtman Zainal Arifin dapat berprestasi secara spektakuler.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-3

Ibu Sumirah

Ibu Sumirah

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Pada saat ini, dengan telah mengguritanya system kapitalisme , maka sebagian besar pekerja akan sangat sulit untuk dapat hidup berkecukupan. Bagi kebanyakan pekerja, termasuk pegawai negeri sipil, gaji mereka hanya cukup untuk hidup pas-pasan. Cari tambahan penghasilan yang halal juga tidak gampang.Sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran sudah tersedot oleh pekerjaan yang ditekuninya sekarang. Tidak cukup tabungan tersedia untuk memulai usaha sampingan.

Bagaimana caranya menembus batas dan perangkap yang menjerat?

Kita perlu belajar dari orang orang yang telah terbukti mampu mengatasi semua rintangan tersebut. Ada beberapa teladan yang akan saya ulas sebagai pelajaran.

  1. Ibu Sumirah, seorang ibu tamatan SMP yang bekerja sebagai tukang pijat, tukang sol sepatu, buruh pabrik. Beliau mampu mempunyai penghasilan (tahun 2008) sebesar Rp 2 juta perhari. Dia terapkan nasihat ayahnya.  ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,”
    Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Ketika SD dan tinggal di Pacitan, orderan memijat datang hingga Madiun, bahkan Semarang. Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.Dia menyisihkan 50% penghasilannya untuk membangun mushola, memperbaiki jalan dikampungnya, dan membuat serta mengelola panti asuhan. Silahkan kunjungi Ibu Sumirah di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-2

th3GNLU1TNTulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya

Learned helplessness juga dapat terjadi pada manusia. Hanya karena manusia lebih pintar dari binatang, maka perasaan tidak berdaya tersebut muncul tidak hanya belajar dari pengalaman kegagalan sendiri, tetapi juga belajar dari pengalaman orang lain. baik dari melihat langsung, maupun lewat berbagai media informasi lainnya.

Pada saat ini, karena situasi ekonomi, sosial dan politik yang tidak sehat, maka banyak pegawai negeri sipil yang merasa tidak berdaya menghindari diri dari perbuatan korupsi. Gaji kecil dan tidak mencukupi, namun punya kekuasaan dan menguasai anggaran kegiatan proyek yang besar, maka banyak PNS yang terjebak dalam perilaku korupsi. Mereka sudah mencoba untuk hidup bersih, tapi selalu gagal. Mereka tidak berdaya melawan system yang korup yang melingkupi mereka. Akhirnya mereka bersikap apatis, bahkan banyak yang kemudian terjerumus dalam tindak korupsi.

Di sector swasta kondisinya juga tidak jauh berbeda. Mereka melihat betapa sulitnya mengatasi tekanan hidup. Gaji kecil, padahal kehidupan terus meningkat. Orang kaya bertambah kaya, sedangkan mereka dan kawan kawannya tetap miskin. Keadaan tersebut membuat mereka mengalami learned helplessness.

semutKeadaan mereka seperti kondisi seekor semut yang hidup di Kalinongko, Purworejo dan ingin pergi ke New York, Amerika. Bagaimana mungkin seekeor semut yang untuk berjalan sejauh 1 km perlu waktu berhari-hari dan tidak dapat berenang akan pergi ke new York? Bagi otak semut, itu sesuatu yang mustahil.

Kita sebagai manusia, yang punya kesadaran lebih tinggi, dapat memberitahu atau menolong semut pergi ke New York. Selama semut tidak hanya mengandalkan kemampuan sendiri, yaitu dengan bantuan mahluk yang lebih tinggi tingkatannya (seperti manusia), maka mereka akan dapat pergi ke New York.

bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Menata halaman depan

11950781_1474921559499599_2014458178_nPetugas dan peserta program pemulihan sedang bersama-sama menata halaman depan Tirto jiwo.

Melakukan kegiatan positif akan menghilangkan pikiran negative dan menumbuhkan kekuatan dan pikiran positif.

 

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

 

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness) -1.

learned-helplessnessLearned helplessness (perasaan tidak berdaya yang muncul karena belajar dari pengalaman) adalah suatu keadaan dimana seseorang merasa tidak berdaya untuk mengatasi situasi yang tidak menyenangkan (negative), karena berdasar pengalamannya, dia tidak dapat mengendalikan atau mengatasi situasi tersebut.

Pada tahun 1965 Dr Martin Seligman membuat sebuah percobaan pada anjing dimana anjing tersebut mendapat stimuli negative (sengatan listrik) dan anjing dibuat tidak dapat menghindari sengatan listrik tersebut.Pada awalnya, anjing tersebut berusaha menghindari sengatan listrik tersebut. Namun lama kelamaan, karena tidak pernah berhasil, akhirnya anjing tersebut menyerah dan tidak berusaha menghindari sengatan listrik lagi. Anehnya, meskipun anjing tersebut dipindah ke kandang yang lebih besar dengan penyekat yang pendek, anjing tersebut tidak berusaha meloncati pagar pendek pendek untuk menghindari sengatan listrik. Sengatan listrik dipasang disatu sisi lantai kandang, sedang lantai yang lain tanpa ada alat sengatan listrik. Meskipun ada sengatan listrik, anjing tersebut tidak berusaha meloncat pagar pendek ke bangian kandang yang lain yang tanpa sengatan listrik.Kondisi ini yang disebut sebagai learned helplessness. Perasaan tidak berdaya yang muncul karena belajar dari pengalaman bahwa dirinya tidak dapat mengendalikan atau mengatasi masalah situasi yang dihadapinya tersebut.

540_293_resize_20130501_45299f77d313fec4ae9050e808b6240e_jpgHal serupa terjadi juga pada gajah. Ketika gajah baru ditangkap, dia harus diikat dengan rantai besi yang kuat. Awalnya, gajah akan berusaha memutuskan rantai besi tersebut. Lama kelamaan, gajah akan menyerah dan berhenti berusaha lari. Gajah belajar dari pengalaman bahwa dia tidak dapat mengendalikan atau mengatasi ikatan rantai besi. Anehnya, ketika rantai besi diganti dengan tali biasa, sang gajah tetap tidak berusaha lari dengan memutuskan tali tersebut. Gajah telah terbelenggu dengan kepercayaan yang dipunyainya bahwa dia tidak akan dapat melepaskan diri dari tali/ ikatan.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Laporan Keuangan Periode Juli 2015

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Semoga Allah swt berkenan membalas sedekah para dermawan dengan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” QS. Al-Baqarah [2] : 261

 

Letak kendali nasib

Julian B Rotter

Julian B Rotter

Didalam dunia psikologi dikenal istilah locus of control (letak kendali) yang dikemukakan pertama kali oleh Julian Rotter pada tahun 1954.

Pada seseorang dengan external locus of control, dia berpendapat bahwa  hasil akhir dari kegiatannya semua dikendalikan diluar dirinya. Dirinya tidak berkuasa mengendalikan nasibnya, semuanya tergantung takdir, kebetulan dan keberuntungan.

Sedangkan seseorang dengan internal locus of control, dia berpendapat bahwa semua berada dibawah kendalinya. Nasibnya ditentukan oleh dirinya sendiri, dan  tidak ada yang namanya takdir.

Seseorang yang sukses hidupnya didunia ini, cenderung mempunyai internal locus of control. Dia bersedia bekerja keras dan berkorban agar sukses, bertanggung jawab atas tindakannya, kurang mendengar pendapat orang lain, merasa mempunyai kemampuan mengatasi masalah, dan cenderung merasa lebih bahagia. Bila mengalami kegagalan, orang dengan external locus of control akan mengalami depresi dan sering mengalami kecemasan.

Seseorang dengan external locus of control menyalahkan orang lain atau situasi diluar dirinya, menganggap bahwa sukses dirinya hanya kebetulan atau memang sudah nasibnya, percaya kepada keberuntungan. Seseorang dengan external locus of control dapat bersikap seenaknya, tidak mau bekerja keras sehingga secara material sering tidak terlalu sukses. Bila menghadapi masalah cenderung merasa tidak berdaya.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Gangguan kepribadian bergantung (dependent)

dependent-personality-disorder-and-addiction-help-200x300Penderita gangguan kepribadian bergantung (dependent personality disorder) mempunyai ciri ciri berupa keinginannya dalam jangka panjang untuk selalu ada yang mengurusi atau memperhatikan dan rasa ketakutan akan ditinggalkan oleh seseorang yang berarti baginya. Hal ini menjadikan si penderita selalu tunduk dan tergantung kepada seseorang sehingga dirinya selalu ada yang memperhatiakn atau mengurusi.

Gangguan kepribadaian dependen mempunyai kepercayaan diri yang rendah dan kurangnya perasaan otonom. Mereka memandang dirinya sebagai orang yang lemah dan orang lain sebagai orang yang penuh kekuatan. Secara umum keadaannya menggambarkan sebagai orang yang sangat pasif.

Seseorang dengan gangguan kepribadian bergantung  selalu membutuhkan perhatian, penghargaan, dan kontak social.  Meskipun tidak terlalu dramatis, penderita sering meminta perhatian tentang keluhan (tentang kesehatannya, pendidikannya, gaya hidupnya, kehidupan sosialnya, kekosongan hidupnya, dll) yang disampaikannya.

Beberapa gejala penderita gangguan kepribadian bergantung:

  • Sulit mengambil keputusan sehari-hari secara mandiri
  • Memerlukan orang lain untuk bertanggung jawab atas kehidupannya
  • Sulit berkata tidak atau tidak setuju dengan pendapat orang lain.
  • Kesulitan dalam memulai sesuatu kegiatan (proyek)
  • Merasa tidak nyaman atau merasa tidak berdaya bila sendirian
  • Segera mencari pertemanan atau hubungan dengan orang lain bila hubungannya dengan seseorang dimana dia biasa bergantung telah berakhir
  • Ketakutan berlebihan akan ditinggalkan sendiri sehingga harus mengurus dirinya sendiri.

Pengobatan penderita gangguan kepribadian ini dapat dilakukan dengan psikoterapi. Biasanya penderita gangguan kepribadian bergantung akan mengikuti nasehat atau saran psikolog/ dokter, namun sering saran tersebut tidak dijalankan dengan sungguh sungguh.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara menghentikan pikiran paranoid (2)

paranoid_jpg_CROP_rectangle3-largeTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya dan terkait dengan tulisan tentang gangguan kepribadian paranoid.

Cara menghentikan pikiran paranoid (lanjutan)

  • Sibukkan diri dengan kegiatan kegiatan yang menyenangkan. Bila kita sibuk dengan kegiatan yang menyenangkan, biasanya pikiran negative akan berkurang. Lakukan kegiatan kegiatan seperti yang terkait dengan hobi (seni, olah raga, jalan jalan ke taman, dll)
  • Letakkan diri kita pada posisi orang lain. sebagai contoh: bila kita takut orang akan mengejek kita karena kita memakai baju pesta yang pernah dipakai sebulan yang lalu, maka tanyakan pada diri sendiri apakah kita masih ingat pada baju yang dipakai orang lain ke pesta tersebut.
  • Kaitan pikiran paranoid dengan kecemasan. Bila pikiran paranoid tersebut biasa muncul ketika kita gelisah, maka kita perlu mengendalikan kegelisahan kita. Baca cara mengendalikan stress di website ini.
  • Lakukan latihan untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan. Kurangi focus perhatian pada diri sendiri. Kurangi perhatian kita pada apa yang dipikirkan orang lain terhadap kita, tetapi coba pikirkan permasalah orang lain dan cara untuk membantu meringankan penderitaan mereka. Lakukan kegiatan kegiatan yang bernilai kemanusiaan.
  • Perkuat daya tahan menghadapi pikiran negative dengan banyak berolah raga, makan teratur, tidur secara teratur, hentikan minuman beralkohol.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo