6 langkah untuk mengurangi takut mati (3)

thZIL95MURTulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya

Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi ketakutan menghadapi kematian:

  • 5. Temukan pendukung. Adanya pendukung akan dapat membantu kita mengatasi masalah ketakutan menghadapi kematian tersebut. Langkah langkah untuk mendapatkan dukungan dapat dilakukan dengan: (a) cerita atau curhat kepada saudara atau teman dekat yang dapat dipercaya Dengan mengeluarkan isi hatri dan bercerita, maka kita akan dapat memperoleh dukungan atau mungkin mendapatkan cara untuk mengurangi ketakutan tersebut; (b) bila kecemasan atau ketakutan tersebut terasa berat, maka cobalah kunjungi psikolog atau psikiater. Bisa juga lakukan konsultasi ke Kyai atau pemuka agama; (c) kunjungi “death café”. Di Amerika ada death café, sebuah café dimana ada sekelompok orang yang suka berdiskusi atau ngobrol tentang kematian. saya tidak pernah dengar adanya death café di Indonesia;
  • Gunakan teknik relaksasi.Perasaan cemas akibat ketakutan menghadapi kematian dapat dikurangi dengan melakukan berbagai teknik relaksasi, seperti: (a) menerapkan pernapasan dalam/ tarik napas dalam (deep breathing), (b) lakukan meditasi (mindfulness meditation), (c) lakukan yoga, (d) lakukan relaksasi otot secara progressive (progressive muscle relaxation), (e) lakukan dzikir. Dengan berdzikir/ mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang.

Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Overcome-Fear-of-Death

6 langkah untuk mengurangi takut mati (2)

kematian1Tulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

  • 3. Lepaskan apa yang tidak dapat dikendalikan. Dalam hidup ini ada yang dapat kita kendalikan dan ada yang tidak dapat dikendalikan. Hal hal berikut perlu kita lakukan untuk mengurangi rasa takut mati: (a) focus pada apa yang dapat dikendalikan. Misalnya kita takut mati kena serangan jantung, maka usahakan hidup sehat dengan mengatur makanan, olah raga dan mengatur stress agar tidak kena serangan jantung; (b) arahkan atau kendalikan hidupmu.Kita tidak dapat mengendalikan 100% hasil dari jerih payah kita. Kita perlu seperti pilot pesawat terbang. Pesawat tidak terbang lurus, kadang harus membelok menghindari awan, namun arah pesawat tetap terkendali; (c) hilangkan pola pikir tidak produktif, terutama melebih-lebihkan sesuatu tanda/ gejala sebagai pertanda bahwa bencana akan terjadi (melihat kucing hitam pertanda akan celaka, dll); (d) sediakan waktu untuk cemas, misalnya sediakan waktu 5 menit untuk merasa cemas. setelah 5 menit, maka hentikan berfikir sesuatu yang membuat cemas; (e) tolak pikiran negative. Bila kita takut mati ketika naik pesawat, maka coba pelajari data jumlah kecelakaan pesawat terbang, dll; (f) kurang bergaul dengan orang yang selalu merasa takut, cemas karena perasaan tersebut akan menular; (g) lakukan kegiatan kegiatan baru sehingga pikiran akan kematian jarang muncul; (h) buat rencana yang terkait dengan kematian dan penguburan dengan keluarga. Misalnya bila kita harus memakai mesin pernapasan di ICU, maka kapan mesin tersebut akan dicabut, dimana akan dimakamkan, dll
  • 4 Jadikan hidup penuh arti. Daripada sibuk memikirkan dan mencemaskan kematian, maka langkah berikut akan dapat mengurangi ketakutan akan mati: (a) upayakan agar hidupmu benar benar penuh arti dan bermanfaat; (b) luangkan waktu untuk orang orang yang kita cintai, jangan hanya sibuk mencari uang; (c) buat catatan harian yang berisi hal hal yang patut kita syukuri; (d) jaga diri, jangan lakukan hal hal negative yang akan merugikan diri sendiri, seperti: mengkonsumsi obat terlarang, makan berlebihan, dll;

Bersambung

6 Langkah mengurangi takut mati (1)

kematian3Salah satu gejala yang sering ditemui pada penderita gangguan jiwa adalah ketakutan, baik ketakutan karena mau ditangkap polisi, dianiaya atau bahkan takut dibunuh. Salah satu ketakutan yang palin extreme adalah ketakutan akan kematian (takut mati). Agar jiwa kita semakin sehat, tahan menghadapi tekanan jiwa, salah satu yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketakutan terhadap kematian. Berikut ini 6 langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi takut mati:

  1. Kenali ketakutan (fobia) tersebut. langkah pertama dalam mengatasi ketakutan akan mati adalah mengenali ketakutan tersebut: (a) sadari bahwa banyak orang merasa takut mati, (b) catat waktu dimana, kapan, dalam keadaan seperti apa, perasaan takut mati itu muncul, (c) catat hal hal yang menimbulkan kecemasan (kapan, dimana, keadaan seperti apa, dll), (d) bandingkan apakah ada pola yang sama antara kecemasan dengan ketakutan akan mati, (e) pahami kaitan antara kecemasan dengan antisipasi. Kadang hal yang dicemaskan tidak sejelek yang dibayangkan (f) hadapi kematian. Semua yang hidup pasti akan mati. Dengan secara tegar menghadapi kematian, maka ketakutan akan mati akan hilang dengan sendirinya.
  2. Tafakur tentang kehidupan. Dengan merenungkan kehidupan, maka kita akan dapat mengurangi ketakutan akan mati. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: (a) pahami bahwa hidup dan mati tidak dapat dipisahkan. Setiap hari ribuan sel dalam tubuh kita mengalami kematian dan ribuan sel lainnya tumbuh menggantikan sel yang mati. Semua yang hidup akan mengalami kematian; (b) sadarilah bahwa tubuh kita merupakan bagian ecosystem dunia yang rumit; (c) pahami bahwa diri kita merupakan bagian dari scenario dunia; (d) luangkan waktu untuk menikmati alam, agar kita menyadari bahwa tubuh kita adalah bagian dari alam dunia ini; (f) pahami dan renungkan bahwa ada kehidupan yang abadi setelah kita mati. Dengan memahami bahwa ada kehidupan yang abaddi setelah kematian, maka sedikit demi sedikit kita akan dapat mengurangi ketakutan akan mati

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Overcome-Fear-of-Death

5 Metode mengatasi kesedihan (2)

thOYX5XXT4Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya

Ketrampilan mengatasi kesedihan atau rasa kehilangan, merupakan salah satu ketrampilan yang penting agar jiwa kita dapat tetap sehat.

  • 4. Kenali dan tangani depresi berat (clinical depression). Depresi berat jarang terjadi dan biasanya tidak dapat sembuh dengan sendirinya, berlangsung dalam kurun waktu lebih lama/ menetap, dan kadang tanpa sebab yang jelas. Cara mengatasi depresi berat: (a) langkah pertama adalah dengan mengenali gejala depresi berat, seperti: perubahan pola makan, perubahan pola tidur, sulit berkonsentrasi, terasa tidak bertenaga, tidak tertarik melakukan kegiatan yang dulu disenangi, merasa tidak ada harapan, tidak berharga/ tidak berguna, dll. (b) kenali penyebab depresi berat. Beberapa penyebab yang sering adalah: penyalah gunaan obat terlarang, menjadi gay/ lesbian atau transgender, atau dapat juga disebabkan adanya kelainan kimiawi otak, (c) cari pertolongan dokter dan atau tenaga kesehatan jiwa, (d) tetap melakukan kontak dengan saudara atau teman, (e) makan dan tidur secara sehat, (f) olah raga,
  • 5. Kenali dan atasi depresi musiman. Depresi musiman biasa terjadi di Negara Negara dengan 4 musim. Di Indonesia, dengan hanya ada 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan, sepertinya depresi musiman tidak banyak ditemui.

5 Metode mengatasi kesedihan (1)

sedih3Semua orang pernah merasakan kesedihan. Berbagai studi menunjukkan bahwa perasaan sedih bertahan lebih lama dibandingkan dengan perasaan lainnya (marah, takut, dll).

Perasaan sedih adalah sesuatu yang normal. Namun sedih berlebihan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Berikut ini 5 metode mengatasi kesedihan:

  • Metode 1: tanggulangi (coping) perasaan sedih dengan: (a) menangislah. Beberapa riset menunjukkan bahwa dengan menangis, maka perasaan sedih akan berkurang; (b) Berolah raga. Olah raga akan dapat memicu keluarnya hormone endorphine yang dapat membantu melawan kesedihan; (c) tersenyumlah. Menurut beberapa penelitian, ternyata tersenyum, meskipun dalam keadaan sedih, akan dapat mengurangi kesedihan; (d) dengarkan musik. mendengarkan musik dapat membuat kita lebih santai dan mengurangi kesedihan; (e) mandi air hangat.
  • Metode 2: atasi (overcoming) kesedihan, dengan: (a) sadari dan terima bahwa kita sedang sedih. Dengan menyadari dan menerima hal tersebut, maka kesedihan akan berkurang; (b) alihkan perhatian dengan ngobrol dengan teman, lakukan kegiatan yang menyenangkan; (c) kendalikan pikiran (mindfulness) sehingga pikiran tidak melayang kemana-mana. dengan memikirkan masalah yang membuat sedih terus menerus akan membuat perasaan semakin sedih. Kendalikan pikiran agar tidak melayang ke hal-hal yang negative; (d) lakukan meditasi; (e) lakukan latihan yoga atau tai-chi.
  • Metode 3: kenali dan tangani persaan sedih akibat kehilangan. langkah yang perlu dilakukan: (a) Sedih karena kehilangan seseorang atau sesuatu benda yang berharga adalah reaksi yang normal. Oleh karena itu, coba kenali penyebab kesedihan yang sedang dialami; (b) Kenali rekasi normal yang muncul akibat kehilangan. reaksi yang normal tersebut adalah: tidak percaya atas apa yang terjadi, bingung, mati rasa, cemas, gejala di badan (sakit kepala, lemas, mau muntah), (c) jangan hakimi perasaan anda. perasaan sedih adalah hal biasa, bukan sesuatu yang jelek; (d) kenali tingkat tingkat kesedihan karena kehilangan, yaitu: menolak (denial – ini tidak benar, tidak mungkin terjadi), marah (ini tidak adil, kenapa menimpa saya), bargaining (tawar menawar – kalau saya tidak ke kantor, pasti anak saya tidak akan mengalami kecelakaan; kalau saya tidak pergi, pasti hal tersebut tidak akan terjadi, dll), depresi (gejala: lemas, lelah, tidak dapat tidur, sakiut kepala,tidak dapat menikmati sesuatu yang dulu menyenangkan) dan penerimaan  (acceptance: misal: ini sudah nasibku, takdir); (e) cari dukungan dari keluarga, teman atau sahabat,

bersambung

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Overcome-Sadness

13 Langkah agar lebih dermawan

generosity1Sifat kedermawanan akan membuat diri kita hidup lebih bahagia, tidak gampang terkena gangguan jiwa dan hidup lebih sehat serta lebih panjang.

Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan agar kita dapat lebih dermawan dibandingkan sebelumnya:

  1. Niatkan sedekah karena Allah semata. Jangan bersedekah karena ingin dipuji, agar terkenal atau popular, agar dipilih jadi anggota DPR atau jadi bupati. Dengan meniatkan sedekah karena Allah semata, maka Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda.
  2. Ketahuilah bahwa dengan menjadi dermawan, maka hidup anda akan lebih bahagia. Berbagai penelitian ilmiah sudah membuktikan bahwa bersedekah membuat seseorang lebih bahagia, lebih sehat dan berumur panjang (khususnya bila sedekah dilakukan ketika kita mulai berumur diatas 60 tahun).
  3. Coba amati hal hal yang dibutuhkan orang lain. Coba amati dan perhatikan mungkin ibu anda sudah terlalu capai dan memerlukan bantuan, teman sekantor sedang mogok mobilnya dan memerlukan tumpangan, dll.
  4. Bersyukur atas segala yang anda punyai. Dengan banyak bersyukur, maka perasaan akan menjadi lebih berbahagia dan orang yang berbahagia lebih mudah tergerak untuk bersedekah.
  5. Buat perayaan untuk ulang tahun atau kesuksesan teman atau saudara. Belikan kue atau makanan dan undang teman teman untuk merayakan ulang tahun atau prestasi teman atau saudara.
  6. Berlaku baik kepada orang yang tak dikenal. Misalnya: pegang daun pintu sehingga ibu ibu dibelakang anda lebih nyaman ketika melewati pintu, berikan tempat duduk di bis kepada ibu yang menggendong anak.
  7. Luangkan waktu untuk teman.Bila teman sedang dirawat di rumah sakit, kunjungilah dan doakan agar lekas sembuh. Ketika teman atau saudara sedang kerepotan dirumah, datangilah dan bantu menyelesaikan kegiatan rumah tangga.
  8. Berikan sumbangan untuk mendukung kegiatan sosial atau kegiatan keagamaan.
  9. Jadilah sukarelawan dengan meluangkan waktu bekerja tanpa gaji di panti asuhan, panti jompo, membantu tetangga membersihkan halaman.
  10. Pinjamkan barang anda. Pinjamkan kendaraan (berikan tumpangan), alat rumah tangga atau barang barang lain kepada teman atau saudara yang sedang membutuhkan.
  11. Sedekahkan barang yang anda cintai. Sumbangkan baju jaket, sepatu atau barang yang masih bagus ke teman atau orang yang membutuhkan. Beberapa orang dermawan sanggup memberikan motor, mobil, atau bahkan rumah.
  12. Berikan pujian dan ucapan selamat. Sedekah yang tidak mengeluarkan biaya adalah dengan memberikan pujian atau ucapan selamat.
  13. Telpon dan ajak ngobrol teman yang sedang susah atau mempunyai masalah. Sedekah tidak harus berupa uang, sedekah juga dapat diberikan dalam bentuk perhatian, waktu, tenaga dan pikiran untuk orang lain.

sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Be-Generous

7 Langkah menumbuhkan jiwa welas asih (compassion)

compassionSalah satu ciri jiwa yang sehat dan dewasa adalah jiwa yang welas asih (compassion). Jiwa yang welas asih perlu dipupuk agar tumbuh subur.

Jiwa yang penuh welas asih akan membuat kita tahan menghadapi goncangan dan tekanan jiwa.

Berikut ini 7 langkah untuk menumbuh suburkan sifat welas asih:

  1. Doa dan renungan pagi. Di setiap pagi lakukan renungan dan doa berikut: ” Ya Allah, aku hidup dan bangun pada pagi hari ini, hidupku adalah hidup yang sangat berharga, aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku akan memanfaatkan seluruh daya yang ada pada diriku untuk mengembangkan kemampuanku dan mengembangkan kalbuku, agar dapat menyebarkan dan melakukan kebaikan kepada orang banyak”
  2. Latihan berempati (tenggang rasa, memahami perasaan dan pikiran orang lain). Latihlah empati dengan membayangkan dan coba merasakan penderitaan saudara, sahabat ketika mengalami sakit atau berbagai bentuk kesusahan/ penderitaan lainnya. Agar sikap empati tersebut dapat berkembang menjadi simpati, latihlah untuk selalu focus atau memperhatikan orang lain, bukan focus atau memperhatikan diri sendiri.
  3. Latihan untuk melihat kesamaan, bukan perbedaan. Latihlah untuk melihat kesamaan yang ada diantara kita dengan orang orang yang kita temui, teman atau sahabat. Kurangi pikiran untuk melihat perbedaan yang ada.
  4. Berlatih mengurangi penderitaan atau kesusahan orang lain. Coba bayangkan kesusahan atau penderitaan orang lain dan lakukan sesuatu untuk mengurangi kesusahan atau penderitaan tersebut. Misalnya: coba lakukan puasa dan rasakan penderitaan akibat lapar. Rasakan kesusahan atau penderitaan orang yang tidak cukup makan dan lakukan sesuatu untuk membantu orang yang kelaparan.
  5. Lakukan kebaikan, walaupun kecil. Lakukan kebaikan untuk mengurangi penderitaan atau kesusahan orang lain, misalnya: beri sedekah nasi bungkus, kunjungi pasien di kelas 3 dan bawa sesuatu untuk mengurangi sakitnya, kunjungi sekolah dan bayar tunggakan biaya sekolah.
  6. Lakukan kebaikan kepada orang yang berbuat tidak baik kepada kita. Ini tingkat yang sudah lebih tinggi. kalau kita sudah dapat melakukan kebaikan (bukan karena takut) kepada orang yang berbuat jahat atau tidak baik kepada kita, maka kita sudah satu tingkat naik dalam jenjang welas asih.
  7. Lakukan renungan sore hari. Pada sore hari, lakukan evaluasi apa yang sudah kita lakukan terhadap orang lain, apakah kita sudah menolong mengurangi kesusahan atau penderitaan orang lain.

sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Cultivate-Compassion-in-Your-Life

14 cara mengurangi sikap mementingkan diri sendiri (2)

stock-vector-priority-seats-sign-190860686Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya.

Salah satu ciri jiwa yang sehat, yang tahan menghadapi tekanan jiwa, adalah jiwa yang tidak mementingkan diri sendiri.

Berikut ini langkah langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi sikap mementingkan diri sendiri (egois) dan berkembang menjadi seorang yang bersifat ringan tangan dan mampu memberi manfaat kepada orang lain (penolong).

  • Pilihlah hal yang memberi manfaat pada orang banyak. Jangan mementingkan diri sendiri atau keluarga diatas kepentingan orang banyak. Bila harus memilih sesuatu, maka pilihlah kegiatan atau hal hal yang akan memberi manfaat kepada orang banyak.
  • Maafkan dan lupakan. Jika seseorang minta maaf karena telah menghalangi anda, maka maafkanlah orang tersebut dan jangan menggerundel. Seseorang yang berbuat salah memang perlu dihukum, tetapi bukan berarti kita yang harus menghukumnya. Serahkan saja permasalahan kepada Tuhan atau kepada pihak yang berwebnang.
  • Luangkan waktu dan tenaga anda dengan menjadi sukarelawan. Lakukanlah hal hal yang bermanfaat untuk orang banyak, misalnya: membuka taman bacaan untuk masyarakat kelas bawah, memberikan sedekah nasi bungkus, mengadakan kursus gratis untuk anak anak yatim, dll.
  • Sumbangkan barang yang kamu punyai. Sumbangkanlah baju, tas, barang lain yang masih bagus yang mulai jarang atau tidak pernah dipakai. Semakin bagus barang yang disumbangkan akan semakin bagus.
  • Ringan tangan membantu saudara atau teman. Usahakan untuk bersedia membantu saudara atau teman yang memerlukan bantuan, seperti mengantar ke dokter, menemani ketika sakit, dll.
  • Usahakan untuk tidak egois disetiap kesempatan. Misalnya: berilah tempat duduk di bis atau kereta kepada ibu hamil atau ibu yang menggendong anak anak.
  • Jaga diri sendiri. Bersikap tidak egois memerlukan energy yang tidak sedikit, oleh karena jagalah kesehatan diri sendiri juga.

sumber: http://www.wikihow.com/Be-Selfless

14 cara mengurangi sikap mementingkan diri sendiri (1)

selfless_selflessness_selfish_love_happiness_open_your_heartAgar jiwa kita sehat, kita perlu berlatih untuk tidak menjadi egois. Kita perlu mengutamakan kepentingan orang banyak diatas kepentingan diri sendiri.

Kita semua tahu bahwa sikap egois atau mementingkan diri sendiri bukanlah sikap yang baik dan terpuji.

Meskipun demikian, dalam dunia yang materialistik, dimana kita mengukur kesuksesan seseorang dengan banyaknya harta, serta paham individualisme, maka mengurangi sikap mementingkan diri buknalah perkara yang gampang. Materialisme mengajak kita untuk kikir dan individualism mengajak kita untuk tidak perduli kepada nasib orang lain. Berikut ini metode untuk memupuk sikap mementingkan kepentingan orang banyak diatas kepentingan diri sendiri, atau mengurangi sikap egois.

  1. Perluas cara pikir kita. Perluas cara pikir kita dengan belajar memahami kebutuhan dan keinginan orang orang dan masyarakat disekitar kita dengan banyak membaca, mendengarkan radio atau pandangan orang, dan lain lain.
  2. Pahami perasaan orang lain. cobalah untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain, terutama orang orang yang kondisinya dibawah kita (baik secara sosial maupun ekonomi).
  3. Bersikap tidak egois meskipun tidak ada orang yang mengetahuinya. Jangan berperilaku baik dengan menolong orang lain untuk mendapatkan pujian dari orang lain.
  4. Ikut merasa senang ketika orang lain bahagia.  Belajarlah untuk merasa ikut senang dan gembira ketika orang lain berbahagia. Rasakan kebahagiaan dengan membuat orang lain bahagia.
  5. Tirulah orang orang hebat yang tidak mementingkan diri sendiri. Bacalah riwayat hidup orang orang hebat, seperti nabi Muhammad, Nelson Mandela, Ibu Theresa yang tidak egois.
  6. Jangan merugikan orang lain dalam mencari keuntungan diri. Jangan menipu, mencuri dan kegiatan tidak baik lainnya untuk mendapatkan keuntungan.
  7. Jangan menilai waktumu lebih berharga dari pada waktu orang lain. Contohnya: jangan kita menyerobot antrian karena kita merasa waktu kita lebih berharga dibandingkan waktu orang lain.

Bersambung

Sisi ilmiah sedekah: 5 manfaat bersedekah (2)

kerjasamaTulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya:

Berikut ini beberapa manfaat sedekah ditinjau dari psikologi dan sosiologis

  • 3. Bersedekah meningkatkan kerjama dan hubungan sosial. Menurut berbagai penelitian sosiologis, antara lain dari Brent Simpson dan Robb Willer, orang yang bersedekah sering mendapat balasan kebaikan baik dari orang yang diberi maupun oleh orang lain. Pertukaran kebaikan tersebut kemudian memperkuat ikatan dan hubungan social, dimana ikatan dan hubungan social tersebut mempengaruhi secara positif kesehatan badan maupun jiwa. Penelitian dari John Cacioppo yang dilaporkan dalam bukunya Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection menyatakan bahwa kegiatan sedekah timbal balik tersebut akan memperkuat ikatan social yang berdampak positif terhadap kesehatan dan kebahagiaan.
  • 4. Bersedekah meningkatkan rasa syukur. Bersedekah juga mendorong rasa syukur, baik ketika kita menerima suatu pemberian ataupun ketika kita melakukan pemberian. Perasaan syukur tersebut menyebabkan kita merasa bahagia, meningkatkan ikatan social dan membuat kita lebih sehat. Robert Emmons dan Michael McCullough, Direktur Research Project on Happiness and Thankfulness menemukan bahwa mendidik mahasiswanya untuk menghitung segala rahmat atau pemberian serta banyak bersyukur ternyata mendorong mahasiswa untuk lebih banyak bersedekah, merasa lebih optimistic dan merasa hidup lebih baik. Studi yang dilakukan oleh Nathaniel Lambert dari Florida State University menunjukkan bahwa menunjukkan rasa syukur atau berterima kasih kepada teman dekat atau pasangan akan membuat hubungan menjadi lebih erat. Menurut Barbara Fredrickson, seorang pioneer dalam penelitian tentang kebahagiaan menyatakan bahwa bersikap penuh rasa syukur akan meningkatkan kebahagiaan dan hubungan social dengan orang menjadi lebih erat.
  • 5. Bersedekah itu menular. Bila kita bersedekah, tidak hanya menguntungkan orang yang menerima sedekah, namun juga mendorong orang lain untuk tergerak bersedekah. Sebuah studi dari James Fowler dari the University of California, San Diego, dan Nicholas Christakis dari Harvard University, yang diterbitkan dalam laporan the National Academy of Science menyatakan bahwa kedermawanan seseorang akan menggerakkan orang lain juga menjadi dermawan dan memberikan sedekah kepada orang lain.

Ayo tunggu apa lagi, mari kita mulai bersedekah yang banyak