Karakteristik orang sakit dan yang pulih dari skizofrenia

Menurut Dr Daniel Fisher, dokter ahli kesehatan jiwa yang dulu pernah sakit skizofrenia, ada beberapa karakteristik yang membedakan antara seseorang yang (masih) menderita gangguan jiwa dan orang yang (bisa) pulih dari gangguan jiwa.

Beberapa perbedaan yang mendasar adalah sebagai berikut:

  1. Penderita skizofrenia (PS): semua keputusan penting dilakukan oleh dokter/ tenaga kesehatan jiwa. Penderita bersifat dependent (tergantung). Penderita Pulih dari skizofrenia (PPS): dengan dukungan orang orang disekitarnya, yang bersangkutan mampu membuat keputusan bagi dirinya sendiri, berani menentukan nasibnya sendiri (self determination).
  2. PS: Dukungan social utamanya didapat dari pemerintah (dinas social dan dinas kesehatan). PPS: dukungan social utamanya didapat dari jaringan keluarga dan kawan.
  3. PS: identitas sosialnya adalah sebagai penderita skizofrenia (penderita gangguan jiwa). PPS: mempunyai identitas social sebagai orang tua, karyawan/ pekerja, murid/ mahasiswa, atau peran social lainnya.
  4. PS: minum obat merupakan suatu keharusan. PPS: obat hanyalah salah satu alat (dari berbagai metode pemulihan yang ada) yang dipilih oleh seseorang untuk mendukung pemulihannya.
  5. PS: adanya emosi yang kuat merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang perlu diobati oleh dokter. Tidak ada proses pembelajaran untuk mengendalikan emosi. PPS: belajar mengendalikan emosi. Seseorang belajar mengekpresikan emosinya dengan benar dalam pergaulan dan dalam pekerjaan.
  6. PS: orang awam dapat mengenali bahwa yang bersangkutan menderita gangguan jiwa. PPS: hanya ahli kesehatan jiwa yang dapat mengenali bahwa yang bersangkutan pernah menderita gangguan jiwa.
  7. PS: percaya diri yang rendah, kurang mempunyai dorongan dari dalam, tidak tahu arah yang dituju di masa depan, menurut saja apa yang diputuskan oleh orang lain (dokter, tenaga kesehatan lain). PPS: mempunyai arah dan makna hidup yang jelas dan kuat yang dikembangkannya melalui interaksi dengan kawan/ saudara.saudara

Sumber: http://power2u.org/articles/recovery/characteristics.html

Aktivitas di Tirto Jiwo

Melakukan aktivitas yang bermakna merupakan salah satu wahana bagi pemulihan gangguan jiwa.

Aktivitas tersebut tidak boleh hanya berupa aktivitas yang tanpa arti (misalnya membuat amplop surat), tapi harus merupakan kegiatan yang menyenangkan, kelihatan hasil dan dampaknya.

Terlihat, para peserta program di Tirto Jiwo sedang membuat tempat duduk di depan asrama Tirto Jiwo. Mereka melakukan kegiatan di ruangan terbuka, diluar pagar Tirto Jiwo.