15 intervensi terhadap skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (5)

Tulisan ini merupakan lanjuta artikel sebelumnya

11. Program self-management (manajemen diri). Penderita yang telah pulih tidak hanya telah berkurang gejala penyakitnya, namun mereka juga sudah lebih baik dalam mengelola kehidupannya sehari-hari. Program manajemen diri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penderita gangguan jiwa sehingga mereka lebih mampu dalam mengendalikan gejala penyakitnya, mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial yang ada dengan baik, serta mampu hidup di masyarakat dengan lebih baik. Program manajemen diri termasuk pengenalan cara mencegah kekambuhan, meningkatkan ketahanan jiwa, mengelola obat dan mengamati efek samping obat, pelatihan ketrampilan hidup (life skills), dan menyusun rencana pemulihan diri.

12. Pelayanan terapi perilaku dan kognisi (cognitive behavioral therapy). Cognitive Behavior Therapy (CBT) merupakan psikoterapi jangka pendek. Biasanya CBT dilaksanakan oleh psikolog atau profesional yang sudah terlatih, berlangsung selama kurang dari 2 tahun, setiap sesi berlangsung selama 1 jam, pertemuan diadakan setiap seminggu sekali hingga sebulan sekali (biasanya lebih sering diawal program dan kemudian berkurang sesuai denganperkembangan kondisi kejiwaannya), dengan penugasan diantara dua sesi. CBT terbukti mampu mendukung proses pemulihan dan mengurangi kekambuhan.

13. Kampanye anti diskriminasi dan stigma. Penderita gangguan jiwa sering mengalami diskriminasi dan mendapat cap yang jelek (stigma) . Adanya diskriminasi dan stigma menyebabkan proses pemulihan seorang penderita gangguan jiwa menjadi terhambat. Kampanye anti diskriminasi dan stigma akan lebih memudahkan penderita gangguan jiwa untuk berbaur dengan masyarakat.

14. Konsultasi masalah kesejahteraan. Berbagai permasalahan hidup, seperti masalah keuangan, perumahan, transportasi dan lain lain sering memicu timbulnya kambuh. Adanya dukungan berupa konsultasi dan nasehat dalam bidang tempat tinggal, keuangan pribadi dan yang sejenisnya akan sangat membantu penderita gangguan jiwa. Konsultasi di bidang kesejahteraan sosial tersebut akan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan jiwa dan mencegahnya dari kekambuhan.

15. Anggaran pribadi. Di Inggris dan Amerika, penderita gangguan jiwa mendapat bantuan sosial yang dikelola oleh pihak ketiga. Dana untuk pelayanan kesehatan dan dana bantuan sosial tersebut bukan dikelola langsung oleh si penderita gangguan jiwa. Menurut hasil beberapa penelitian, pemberian kewenangan dalam pengelolaan dana bantuan sosial tersebut akan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan jiwa.

Semoga bermanfaat

15 intervensi terhadap skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (4)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya

8.Tim penanganan krisis dan pengobatan di rumah. Penderita gangguan jiwa yang telah pulih dan tinggal dirumah, bisa kembali kambuh apabila tidak dijaga kesehatan jiwanya. Di Inggris dan di beberapa negara Eropa lainnya, ada sebuah tim yang diberi nama Crisis Resolution and Home Tretament Team (CRHT), Tim Pengobatan Dirumah dan Penanganan Krisis, yang bertugas untuk mengatasi dan mencegah agar penderita gangguan jiwa jangan sampai kambuh dan mencegah agar penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. CHRT juga bertugas mempersiapkan pendampingan bagi penderita sehingga penderita gangguan jiwa yang dirawat di rumah sakit dapat lebih pulang ke rumah lebih awal. CHRT bekerja 24 jam dan selalu siaga untuk menerima panggilan bila ada penderita gangguan jiwa yang memerlukan pertolongannya. Terhadap seorang penderita, CHRT biasanya memberikan pelayanan pendampingan dirumah penderita selama beberapa minggu hingga keadaan tenang kembali atau penderita dapat dirujuk ke pelayanan jangka panjang lainnya.

9. Crisis houses. Tidak semua penderita gangguan jiwa yang sedang kambuh memerlukan perawatan di rumah sakit. Salah satu alternatifnya adalah dengan mengirim penderita ke rumah krisis (crisis house) yang memberikan pelayanan dengan biaya yang lebih murah dibanding rumah sakit jiwa. Rumah Krisis buka 24 jam, bukan bagian dari rumah sakit, dan didudkung dengan tenaga kesehatan yang mampu mengatasi krisis atau serangan akut serta memberikan pendampingan hingga pasien kembali tenang.

10. Pelayanan pendampingan dari sesama penderita gangguan jiwa. Penderita gangguan jiwa tidak hanya memerlukan obat, mereka juga memerlukan pendampingan psikososial, pelatihan ketrampilan sosial dan dukungan agar bisa kembali bekerja. Penderita gangguan jiwa yang telah pulih dan dilatih, dapat memberikan pelayanan pendampingan yang berfungsi membantu proses pemulihan. Menurut berbagai penelitian di Amerika dan Eropa, dengan memberikan pelayanan pendampingan psikososial, maka baik yang memberi maupun yang menerima pelayanan psikososial, kedua duanya membaik kondisi kesehatan jiwanya. Oleh karena itu, di negara negara maju tersebut, kini banyak penderita gangguan jiwa yang telah pulih berperan sebagai pendamping penderita gangguan jiwa. bersambung

15 intervensi terhadap skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (3)

Tulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

5. Pelayanan kepada narapidana. Para narapidana yang saat ini berada di penjara, sebagian diantaranya adalah penderita gangguan jiwa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan jiwa kepada para narapidana yang mempunyai latar belakang gangguan jiwa akan dapat mempercepat proses pemulihan dan akan menghindarkan mereka dari melakukan tindakan kejahatan dimasa yang akan datang.

6. Pelayanan kesehatan badan. Kebanyakan penderita gangguan jiwa berumur lebih pendek dibandingkan masyarakat pada umumnya. Hal ini disebabkan karena berbagai kebiasaan hidup tidak sehat yang mereka jalani, misalnya: menjadi perokok berat, kurang olah raga. Penyebab lainnya adalah karena adanya gangguan metabolisme tubuh sebagai akibat dari efek samping obat, seperti kegemukan, penyakit gula, darah tinggi. Pelayanan kesehatan badan dan program pencegahan penyakit (klinik berhenti merokok, diet sehat, dll) akan dapat mendukung kesehatan badan dan jiwa penderita gangguan jiwa.

7. Dukungan tempat tinggal (perumahan). Penderita gangguan jiwa yang ditinggalkan keluarganya akan sangat rentan untuk menjadi gelandangan. Dilain pihak, pengalaman hidup menggelandang sering menyebabkan kondisi kejiwaannya semakin berat sehingga semakin susah dipulihkan kondisi kejiwaannya. Penyediaan tempat tinggal atau perumahan bagi penderita gangguan jiwa telah terbukti mampu mendukung proses pemulihan gangguan jiwa. Perumahan tersebut dapat berupa asrama atau rumah tinggal yang ditinggali bersama oleh beberapa penderita gangguan jiwa. Sebagian tempat tinggal atau perumahan penderita gangguan jiwa perlu mendapat supervisi atau pengawasan dari petugas kesehatan.

Bersambung

15 intervensi terhadap skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (2)

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

2. Terapi / tindakan dini. Gangguan jiwa kebanyakan menyerang anak remaja (anak SMA atau mahasiswa). Dengan pengenalan atau deteksi dini yang kemudian diikuti dengan tindakan atau pengobatan dini, maka kemungkinan penyakitnya berkembang menjadi kronis dapat dihindari atau dicegah. Termasuk dalam tindakan dini adalah pengobatan terhadap gangguan jiwa yang baru pertama kali mengalami serangan. Tindakan dini disini termasuk pengobatan (pemberian obat-obatan) dan pemberian pelayanan pendampingan psikososial (cognitive behavior therapy, family therapy,terapi kerja)

3. Dukungan pekerjaan. Bagi kebanyakan penderita gangguan jiwa, pekerjaan adalah obat bagi pemulihan jiwanya. Masalahnya, dalam kondisi ekonomi di Indonesia sekarang ini, mencari pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Menciptakan pekerjaan sendiri, juga akan banyak menimbulkan tekanan psikologis. Untuk saat ini, tindakan yang paling memungkinkan adalah dengan mendirikan koperasi dimana anggotanya adalah gabungan antara penderita gangguan jiwa dan bukan penderita. Dengan bekerja sama, saling bahu membahu, maka diharapkan masalah pekerjaan akan dapat diatasi. Bentuk koperasi ini sudah diterapkan di Spanyol, Italia dan berbagai negara Eropa lainnya.

4. Terapi keluarga. Peranan keluarga dalam pemulihan gangguan jiwa sangatlah penting. Sayangnya, kebanyakan keluarga tidak mempunyai pengetahuan tentang gangguan jiwa dan cara membantu pemulihannya. Terapi keluarga adalah suatu psikoedukasi dan dukungan kepada keluarga agar mereka mampu mendukung proses pemulihan gangguan jiwa bagi anggota keluarganya yang terserang skizofrenia. Di negara negara maju, terapi keluarga dilakukan melalui kunjungan rumah oleh 2 orang tenaga kesehatan yang terlatih. Mereka menyampaikan informasi tentang gangguan jiwa dan cara membantu mendukung pemulihannya. Petugas tersebut juga melatih kemampuan mengatasi masalah dan memecahkan berbagai permasalahan keluarga yang terkait dengan gangguan jiwa bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.

Bersambung