Laporan Keuangan Oktober 2014

Bersama ini kami laporkan keuangan Tirto Jiwo periode Oktober 2014.

Semoga para dermawan mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT, dimudahkan segala urusannya, dilapangkan rezekinya, disehatkan jiwa dan raganya, ditinggikan derajatnya dan dirahmati dengan kebaikan yang mengalir sampai kepada anak cucu. Aamiin

Perlu kami sampaikan bahwa dana yang berasal dari Pengurus Yayasan dan dimanfaatkan bagi pembangunan maupun operasional Tirto Jiwo tidak dimasukkan kedalam laporan ini.

 

Pekerjaan sebagai sarana pemulihan

Setelah kondisi krisis terlewati, penderita gangguan jiwa perlu mempunyai pekerjaan atau kegiatan yang berarti baginya. Adanya pekerjaan atau kegiatan yang berarti akan mendorong penderita gangguan jiwa kembali pulih.

Pekerjaan, selain bisa memberikan penghasilan, juga memberikan kepercayaan diri, harga diri dan merasa bahwa hidupnya ada gunanya. Hidupnya tidak hanya diisi dengan melamun sepanjang hari.

Bila pekerjaan yang menghasilkan uang sulit didapat, maka penderita gangguan jiwa perlu mengerjakan kegiatan yang berarti (walau secar ekonomi tidak memberikan hasil yang memadai). Kegiatan skala kecil, seperti berkebun, berternak hewan peliharaan, membuat kerajinan tangan, akan dapat mendukung proses pemulihan dari gangguan jiwa.

Mari kita mulai memberikan kegiatan yang positif bagi penderita gangguan jiwa yang tinggal dirumah

Obat saja tidak cukup

Obat memang bisa menghilangkan gejala positif skizofrenia, seperti waham dan halusinasi. Namun agar bisa kembali hidup normal dan produktif di masyarakat, penderita gangguan jiwa memerlukan dukungan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Selain obat, penderita gangguan jiwa juga memerlukan tempat tinggal, pekerjaan, persahabatan dan dukungan kekerabatan.

Oleh karena itu, penderita gangguan jiwa awal yang tidak hanya mendapatkan pengobatan, tapi juga dukungan psikososial yang dibutuhkannya, akan dapat pulih dengan baik.

Sedangkan penderita yang menjadi kronis, karena kurang tepatnya penanganan difase awal sakitnya, maka pemulihan yang bersangkutan menjadi semakin sulit. Ketika harus merawat anggota keluarga yang terkena gangguan jiwa selama bertahun-tahun, maka sumber daya (terutama keuangan) dan kesabaran keluarga semakin menipis. Kadang beberapa keluarga sampai “angkat tangan” melepaskan tanggung jawabnya. Kurangnya dukungan keluarga menyebabkan proses pemulihan menjadi semakin sulit.

Di negara negara maju, program pemulihan gangguan jiwa diprioritaskan pada penderita fase awal, sehingga kemungkinan bisa pulih dengan baik semakin besar dan lebih mudah.

Dari penderita skizofrenia menjadi psikoterapis

Agar bisa pulih dari skizofrenia, minum obat secara teratur memang perlu, tapi itu tidak cukup. Setidaknya itulah pelajaran yang dapat diambil dari kisah hidup James Hickman, dari Huntville, Alabama, Amerika.

James Hickman lahir pada tahun 1974 dan pada usia 7 tahun harus masuk panti asuhan karena ibunya meninggal dunia. Hidup dalam segala keterbatasan, kemiskinan, kurang kasih sayang, James Hickman akhirnya didiagnosa dengan skizofrenia pada usia 21 tahun. Ibunya dulu juga pernah menderita skizofrenia. Kini, James Hickman sudah menyelesaikan pendidikan S2 dalam bidang kesejahteraan sosial (social work).

Dia tidak pernah berkeinginan untuk menjadi psikoterapis hiingga pada tahun 1998, ketika sedang dirawat di rumah sakit jiwa untuk kedua kalinya, James Hickman bertemu dengan seseorang yang juga menderita skizofrenia. Temannya tersebut berkata:” Mengapa kita tidak berupaya menjadi petugas kesehatan? Kita yang pernah mengalami gangguan jiwa, akan bisa menjadi psikoterapis yang handal. Kita akan bisa membantu orang orang yang mengalami gangguan jiwa”.

Saat itu, James Hickman sudah mau menerima bahwa dirinya menderita skizofrenia. Dia juga menyadari bahwa dia memerlukan obat untuk membantu mengatasi gangguan jiwanya.

Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 2002, saat itu James Hickman bekerja sebagai satpam dan menjadi sukarelawan (volunter) di sebuah LSM yang bergerak dibidang kesehatan jiwa. Dia bertemu dengan seorang perempuan bekas penderita skizofrenia yang menjadi sarjana komputer. Pertemuan itu mendorongnya untuk kuliah hingga akhirnya berhasil meraih gelar S2 dibidang kerja sosial.

Kini James Hickman sukses menjadi motivator, inspirational speaker khususnya di bidang yang berkaitan dengan kesehatan jiwa.