Laporan Keuangan Juni 2014

Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa para dermawan, menerima segala amalnya, melapangkan rezekinya, memudahkan urusannya, meninggikan derajatnya, menyehatkan jiwa raganya, dan merahmati mereka dengan kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu. Aamiin.

Menciptakan lapangan kerja

Tirto Jiwo: kerja beneran

Agar bisa pulih dan kembali hidup produktif dimasyarakat, ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) perlu pekerjaan. Pekerjaan akan membuat kepercayaan diri meningkat, merasa dirinya berharga (tidak hanay beban), dan pekerjaan juga memberikan mereka penghasilan.

Kalau mau pesimis, memang ada alasan untuk pesisimis. Pada saat ini, di Indonesia banyak sekali pengangguran. Yang sehat saja banyak yang menganggur.

Namun, dengan menyandarkan diri kepada Allah, kita akan tetap optimis.

Pada saat ini, Pak DE, sudah kita fasilitasi dengan membuka kios (counter) isi pulsa. Masih kecil kecilan, karena semuanya memang dimulai dari kecil dulu agar kerugian bila sampai gagal juga tidak besar.

Tirto Jiwo juga sudah mempunyai mesin pembuat jahit kaos. Saat ini masih dicari pelatih untuk mengajari mereka membuat kaos.

Begitu juga, mulai ada kambing, ayam kalkun dan rusa untuk dipelihara. Sudah ada pengusaha yang mau menitipkan rusanya untuk dipelihara secara gaduh (gadon).

Foto disamping menunjukkan beberapa ODGJ di Tirto jiwo yang sedang bekerja menggarap halaman tengah Tirto Jiwo. Padahal mereka belum ada sebulan tinggal di Tirto Jiwo

Semuanya dimulai dimulai kecil kecilan. Semoga bisa membawa berkah bagi semua.

Salah paham terhadap terhadap penyebab timbulnya gangguan jiwa

Banyak masyarakat Indonesia yang terdidik berpendapat bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh gangguan neurotransmiter di otak. Mereka hanya mengandalkan obat dalam pemulihan gangguan jiwa. Hasilnya, penderita gangguan jiwa menjadi kronis. Lama kelamaan, karena bosan dan putus harapan, penderita gangguan jiwa dibiarkan terlantar.

Perlu saya tekankan disini bahwa hingga sekarang, para ahli di tingkat dunia masih berpegang bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh berbagai faktor yang saling terkait, yaitu: faktor biologis, faktor psikologis dan faktor sosial.

Apa implikasinya bagi pengobatan?

Penderita gangguan jiwa perlu minum obat, tapi minum obat saja tidak cukup. Mereka memerlukan dukungan psikologis (bisa dilakukan oleh keluarga, saudara atau teman) dan juga dukungan sosial. Dengan minum obat dan dukungan psikologis (ada yg menemani, diajak ngobrol, terlibat dalam kegiatan sehari-hari dirumah, dll) maka kondisi kejiwaannya akan bisa pulih 80%. Bila kemudian penderita gangguan jiwa tersebut bisa didukung agar bisa bekerja dan bermasyarakat, maka kondisi kesehatan jiwanya akan pulih hingga paling tidak 95%