Laporan Keuangan April 2014

Alhamdulillah, meskipun pembangunan seluruh sarana belum selesai, namun pelayanan pemulihan gangguan jiwa sudah dimulai.

Pembangunan sarana yang masih dilakukan adalah menyelesaikan bangunan “pisang selirang” dan penataan tanah.

Kepada seluruh dermawan yang telah memberikan sumbangannya kami sampaikan terima kasih. Semoga Allah berkenan membalas amal sholeh bapak dan ibu dengan berlipat ganda, meninggikan derajatnya, melapangkan rezekinya, memudahkan segala urusannya, dan memberikan rahmat berupa kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu. Aamiin.

Titik balik menuju pemulihan jiwa

Johny Benyamin

Penderita gangguan jiwa yang sudah bertahun-tahun mengalami gangguan jiwa, pada suatu saat bisa menemui titik balik dan mulai beranjak pulih. Hanya saja, tititk balik tersebut berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Ketika masih remaja dan sedang menderita skizofrenia, Dr Patricia Deegan menemui titik balik tersebut ketika dia mau diajak ikut berbelanja ke supermarket. Tugasnya hanya ringan yaitu mendorong kereta belanjaan. Sejak saat itu tumbuh keinginannya untuk pulih dan menjadi doktor psikologi klinis.

Dr Daniel Fisher, yang saat itu didiagnosa skizofrenia, menemui titik balik ketika kakak iparnya yang dokter bilang kepadanya bahwa dia juga bisa jadi dokter. Kini Daniel Fisher adalah psikiater dan direktur National Empowerment Center, Amerika.

Johny Benyamin mempunyai tekad untuk sehat karena menerima kiriman sms dari kakaknya.

Tugas keluarga, teman dan petugas pemulihan gangguan jiwa adalah menciptakan suasana yang memungkinkan munculnya titik balik tersebut. Titik balik adalah suatu kejadian yang kemudian menumbuhkan keinginan kuat pada penderita gangguan jiwa untuk pulih dan kembali hidup produktif di masyarakat.

 

Terapi Wisata: Waduk Sermo

Pagi hari tadi, Tirton Jiwo mengadakan terapi wisata yaitu dengan mengajak seluruh penderita gangguan jiwa yang dirawat untuk berwisata ke Waduk Sermo di Wates, Kulon Progo.

Apabila diterapkan secara benar, terapi wisata akan dapat membawa manfaat kepada para penderita gangguan jiwa, yaitu berupa:

  • mengurangi depresi
  • meningkatkan kesejahteraan emosi
  • meningkatkan percaya diri
  • meningkatkan motivasi
  • meningkatkan kebersamaan
  • mengurangi isolasi
  • dan meningkatkan ketahanan jiwa

Meskipun demikian, dampak dari terapi wisata tersebut hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, terapi wisata perlu dilakukan secara periodik atau berkala. Selain itu, terapi wisata hanya bersifat penunjang. Bimbingan psikososial lainnya sangat diperlukan untuk mengubah pola piker negative pada penderita gangguan jiwa dan sekaligus memperkuat ketahanan jiwanya.

 

Terapi lingkungan (millieu therapy)

Mas MYT, asal Solo selama belasan tahun menderita skizofrenia dan dikurung diruangan sempit. Badannya lemah, tangannya kaku, punggungnya kesulitan untuk dibawa sujud. Alhamdulillah, tidak sampai 2 minggu tinggal di Tirto Jiwo, Mas MYT sudah ikut sholat berjamaah, jalan jalan pagi keliling kampung bersama rombongan, ikut ikutan memberi makan rusa dan ayam.

Pak D asal Batam, bertahun tahun mengurung diri di kamar. Setiap dibawa berobat dan mondok selalu berusaha lari. Pak D diantar kakaknya ke Tirto Jiwo. Kakaknya ikut menginap selama beberapa hari. Alhamdulillah, dalam waktu tidak sampai seminggu tinggal di Tirto Jiwo, Pak D sudah mau keluar kamar, ikut rombongan jalan pagi keliling kampung.

Ini bukan promosi.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dalam lingkungan fisik dan sosial yang mendukung. Kondisi kejiwaan penderita gangguan jiwa kronis bisa membaik.  Kondisi lingkungan fisik yang nyaman tidak berarti harus mewah. Asal bersih dan nyaman, tentram, tidak ribut, itu sudah bisa membuat penderita gangguan jiwa membaik kondisi kesehatan jiwanya.

Yang tidak kalah penting adalah lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial yang ramah, bersahabat, tidak terlalu padat, akan membuat penderita gangguan jiwa membaik kondisi jiwanya.

Lingkungan fisik dan sosial seperti yang disampaikan diatas bisa diciptakan dirumah masing masing. Penderita gangguan jiwa yang tinggal dirumah sebaiknya tidak dibiarkan melamun seharian. Mereka perlu diajak terlibat dalam kegiatan keluarga dirumah. Keadaan tersebut akan mendukung pemulihan gangguan jiwanya.

Hanya sayangnya, millieu therapy saja tidak cukup. Bila situasi fifik dan lingkungan tidak mendukung, maka penderita akan kembali kambuh. Untuk itu, millieu therapy perlu dilengkapi dengan kegiatan kegiatan untuk memperkuat ketahanan jiwa para penderita gangguan jiwa.

Pemulihan gangguan jiwa

Pemulihan gangguan jiwa itu gampang gampang susah.

Gampang karena gangguan jiwa bisa pulih tanpa obat, tidak perlu operasi, dan tidak harus dibantu oleh dokter spesialis jiwa, psikolog atau ahli kesehatan jiwa lainnya.

Pemulihan gangguan jiwa itu gampang karena, bila sudah ada keinginan untuk sembuh dari penderita, maka cukup dengan dukungan keluarga dan lingkungan, penderita akan bisa kembali hidup produktif di masyarakat. Oleh karena itu, perlu selalu ditekankan bahwa penderita gangguan jiwa bisa pulih. Harus ditumbuhkan harapan di kalbunya bahwa hari esok akan lebih baik dibandingkan dengan keadaan sekarang.

Pemulihan gangguan jiwa itu susah karena rajin minum obat setiap hari itu tidak cukup. Penderita gangguan jiwa harus secara aktif berusaha untuk pulih. Tidak bisa hanya pasif dengan minum obat dan tiba tiba kemudian jadi sembuh.

Penderita gangguan jiwa perlu diberi pengetahuan tentang cara dia mengatasi gangguan jiwanya dan dibimbing untuk menerapkan pengetahuan tersebut. 

Pemulihan gangguan jiwa itu seperti orang yang harus berjalan melewati kuburan. Setiap dia melewati kuburan, maka hatinya gelisah dan takut. Kegelisahan dan ketakutan tersebut ditekan dengan minum obat. Sayangnya, obat tersebut mempunyai dampak sampingan. Selain itu, obat tersebut tidak menghilangkan ketakutan yang bersangkutan setiap kali harus melewati kuburan.

Pemulihan gangguan jiwa ibaratnya seperti memberi yang bersangkutan keberanian dan kekuatan jiwa untuk melewati kuburan tanpa minum obat. Yang bersangkutan tetap merasa takut, namun tidak sampai mengganggu dan dia sanggup melewati kuburan tersebut. Dia tahu cara mengatasi ketakutan dan kegelisahan ketika harus melewati kuburan.