Pendekatan baru dalam mengendalikan halusinasi suara (1)

Menurut penelitian V Beava, J Read dan C Cartwright (2011), diantara masyarakat biasa, ada sekitar 3.1%-19.5% orang yang sering mendengar suara suara (halusinasi suara). Sebagian besar dari mereka tidak menderita gangguan jiwa. Artinya, halusinasi suara juga dialami oleh sebagian orang yang normal. Pada orang normal, mereka mampu mengendalikan halusinasinya. Dilain pihak, pada penderita gangguan jiwa, mereka dikendalikan oleh halusinasinya.

Sekarang ini, pendekatan dokter spesialis jiwa terhadap halusinasi suara adalah dengan memberinya obat anti gangguan jiwa (neuroleptik). Dengan minum obat, halusinasi suara memang berkurang, namun tidak hilang. Masalahnya, obat tersebut juga menekan fungsi otak sehingga orang yang minum obat tersebut menjadi lemah kemampuan berpikirnya, inginnya tidur melulu dan hidup seperti robot.

Dr Rufus  May, seorang psikolog klinis yang pernah menderita skizofrenia, menyarankan cara lain dalam mengatasi masalah halusinasi. Menurutnya, cara terbaik mengatasi halusinasi adalah dengan mengendalikannya. Penderita gangguan jiwa sering berperilaku aneh (tertawa atau bicara sendiri, ketakutan, dll) karena mereka dikendalikan oleh halusinasinya.

Bagaimana cara mengendalikan halusinasi?

1. Mengenal halusinasi.

Langkah pertama untuk mengendalikan halusinasi adalah dengan mengenalinya.

  • apakah suara laki/ perempuan, berapa banyak, apakah hubungan antara satu suara dengan suara lainnya, berapa umur mereka, apa yang mereka katakan, bagaimana cara mereka mengatakannya, apakah mereka punya nama, apakah kamu dapat memberi nama kepada mereka?
  • apakah mereka suka menilai anda? apakah penilaian mereka terkait dengan penampilan, moral, prestasi, kejujuran, hubungan mereka dengan anda? apakah anda dapat belajar sesuatu dari yang mereka katakan? (misalnya: bila mereka mengatakan anda goblog, apakah itu karena anda selama ini jarang belajar)
  • apa hubungan suara tadi dengan anda (misal: bekas pacar, suara setan, dll), sejak kapan munculnya, apakah sekarang masih sering muncul, apakah munculnya suara tersebut terkait dengan kejadian/ peristiwa atau emosi tertentu
  • bagaimana selama ini anda mengatasi halusinasi tersebut?
  • apakah ada kejadian masa lalu yang traumatis
  • apakah suara suara tadi mirip dengan seseorang yang anda kenal

Mencoba menjawab pertanyaan pertanyaan tadi kadang bisa menimbulkan rasa takut. Namun bila kita bisa lebih mengenali suara suara tersebut, maka suara suara tersebut akan tidak lagi terlalu menakutkan dan lebih bisa dikendalikan.

Kapan dibawa ke Pusat Pemulihan?

Pemulihan gangguan jiwa paling manjur bila dilaksanakan dirumah masing masing. Tentunya keluarga harus mau belajar cara membantu pemulihan dari gangguan jiwa. Bagi yang ingin belajar cara membantu seseorang untuk pulih dari gangguan jiwa, silahkan baca buku Pemulihan Gangguan Jiwa: Pedoman bagi penderita, keluarga dan relawan jiwa yang bisa di download dengan meng-klik judul diatas (gratis) atau kunjungi laman/ page tentang ebook gratis di http://tirtojiwo.org/?page_id=1599

Meskipun demikian, kadang kadang ada berbagai kendala bagi keluarga tersebut sehingga pilihan berikutnya adalah dengan menitipkannya ke Pusat Pemulihan (misalnya di Tirto Jiwo). Berikut ini beberapa keadaan yang menunjukkan bahwa penderita perlu dititipkan ke Pusat Pemulihan, yaitu:

  • Bila pelayanan rawat jalan tidak mampu memulihkan penderita gangguan jiwa
  • Bila dukungan psikososial dari keluarga, teman dan relawan jiwa tidak lagi mencukupi atau sudah mulai menipis.
  • Bila tidak ada indikasi bahwa penderita perlu dibawa ke rumah sakit jiwa.

Semoga bermanfaat

10 Langkah memperkuat ketahanan jiwa (1)

Hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Berbagai kejadian negatif bisa saja terjadi, seperti: bikin usaha namun rugi/ bangkrut, dipecat, ditipu teman, ditinggal mati, bercerai, dimarahi atasan, dan banyak kejadian menyakitkan hati lainnya.

Ketahanan jiwa adalah suatu kemampuan untuk bisa tetap bertahan ketika menghadapi hal hal yang sulit dan menyakitkan tersebut. Ketahanan jiwa merupakan suatu kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi) ketika terjadi tragedi, trauma dan hal hal yang membuat stress lainnya.

Ketahanan jiwa sangat penting dalam kehidupan agar kita tidak mengalami gangguan jiwa atau gangguan kepribadian akibat berbagai permasalahan hidup yang dihadapi.

Berikut ini 10 langkah untuk memperkuat ketahanan jiwa yang saya sarikan dari road to resilience (http://www.apa.org/helpcenter/road-resilience.aspx ) dengan beberapa perubahan sesuai dengan pemikiran saya sendiri:

  1. Membangun dan memperkuat jaringan persaudaraan dan pertemanan.  Mempunyai hubungan yang baik dan kuat dengan saudara, sahabat dan teman akan berdampak memperkuat ketahanan jiwa. Hidup menyendiri dan terisolasi memudahkan seseorang terkena depresi dan gangguan jiwa lainnya. Ikutlah kelompok pengajian, arisan, kelompok olah raga atau hobi dan kegiatan sosial  lainnya. Kebiasaan saling memberi kepada tetangga, anak yatim dan orang yang membutuhkan juga akan memperkuat ketahanan jiwa seseorang.
  2. Hindari melihat krisis sebagai suatu masalah yang tidak dapat diatasi. Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi atau dipecahkan. Sebesar apapaun masalah yang kita hadapi, Allah tetap akan mampu membantu kita mengatasi masalah tersebut. Masalah bisa saja tetap terjadi, namun kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap masalah tersebut.
  3. Menerima apa yang tidak bisa kita ubah dan menerima bahwa dalam hidup segala sesuatunya bisa berubah. Banyak hal diluar kendali kita. Dengan menerima hal hal positif maupun negatif yang terjadi diluar kendali, akan membuat kita terhindar dari kegelisahan dan ketakutan yang tidak perlu.
  4. Mempunyai tujuan hidup yang jelas dan mulia serta bertindak untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup dengan tujuan dan sasaran yang jelas dan mulia akan membuat daya tahan kejiwaan menjadi kuat. Soekarno (Presiden pertama Indonesia) waktu muda berkali-kali dipenjara oleh Belanda tetapi tetap kuat karena dia mempunyai tujuan yang mulia, yaitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  5. Bersambung

Sumber bacaan: http://www.apa.org/helpcenter/road-resilience.aspx

 

Simulasi schizophrenia

Berikut ini sebuah film yang menggambarkan apa yang didengar dan dilihat oleh seorang penderita skizofrenia.

Ketika dia bangun dan mau minum kopi, dia mulai mendengar suara suara yang menghina dan merendahkan dirinya, seperti mengatakan goblog. Ketika ada telpon (dari istrinya yang mengatakan bahwa akan datang pengantar piza), dia mendengar suara suara agar jangan mengangkat telpon tersebut.

Dia mulai mendengar suara suara yang mengatakan bahwa pizza itu berisi racun.

Ketika dia akan minum obat, dia mendengar suara suara agar jangan minum obat tersebut. Suara suara itu bilang bahwa dia goblog dan kata kata lain yang merendahkannya.

Dia melihat kopi dalam cangkir seperti mendidih.

Ketika siaran TV bicara soal cuaca, dia mendengar suara suara bahwa sesuatu yang jelek akan terjadi. Pada saat itu, ada penjual pizza yang datang, dia mendengar suara suara yang melarangnya membukakan pintu.

Dia melihat pizza itu mengandung racun. Dia juga merasa bahwa penyiar TV berbicara kepadanya.

Ketika melihat keluar, dia melihat seorang lelaki. dia curiga bahwa lelaki itu akan menangkapnya atau membunuhnya dengan memberikan pizza yang beracun.

Ketika istrinya datang, dia mendengar suara suara agar jangan membukakan pintu. Dia merasa bahwa penyiar TV juga mengatakan bahwa semua itu adalah salahnya.

Istrinya mengatakan mengapa dia tidak mau menjawab telponnya. istrinya tahu bahwa dia tidak minum obat. Istrinya membuka korden dan mengatakan bahwa cuaca diluar nyaman dan sebaiknya mereka jalan jalan ke luar rumah.

Ada kemungkinan video simulasi tersebut didahului dengan iklan.

Silahkan menonton dengan meng-klik link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=LWYwckFrksg

Bagaimana rasanya menjadi skizofrenia?

Agar bisa membantu penderita gangguan jiwa, khususnya skizofrenia, kita perlu memahami bagaimana rasanya menjadi skizofrenia.

Di you tube ada video yang menggambarkan simulasi apa yang didengar dan dilihat oleh seorang penderita skizofrenia. Sayangnya, video tersebut dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, bagi yang tidak berbahasa Inggris, saya ingin sampaikan hal hal berikut:

1. Video simulasi skizofrenia mungkin didahului dengan iklan. Iklan tersebut sering berganti-ganti sehingga saya tidak bisa menjelaskan apakah ada iklan atau tidak. Tapi saya kira, walau berbahasa Inggris, anda akan bisa membedakan mana iklan dan mana simulasi tentang skizofrenia.

2. Video tersebut menggambarkan seorang laki laki yang menderita skizofrenia yang baru terbangun dari tidurnya. Suara suara yang terdengar mengatakan bahwa dia adalah orang yang tidak berguna dan kata kata lain yang merendahkan dirinya. Suara itu juga berkata bahwa dia tidak pantas hidup disitu. Dia seharusnya dirawat inap di rumah sakit jiwa. Suara juga itu bilang bahwa dia benci kepadanya.

3. Ketika dia mau minum dan tidak jadi, itu terjadi karena dia mendengar seseorang (yang tiba tiba muncul dari komputernya) berkata bahwa di air yang mau dia minum tersebut mengandung racun.

4. Dia melihat ada seseorang di korden. Orang tersebut sedang mencarinya dan akan membawanya ke suatu tempat (mneculiknya). Dia terus mendengar suara suara yang merendahkan dirinya (seperti: kamu tidak bisa kerja apa apa, tidak berguna).

5. Ketika dia melihat foto foto diatas meja, tiba tiba perempuan di foto tersebut berbicara kepadanya dan menyuruhnya pergi dari rumah itu. Laki laki di foto itu berkata supaya dia bunuh diri. Dia juga menyuruhnya pergi dari rumah itu.

Untuk melihat videonya, silahkan klik link berikut ini: http://www.youtube.com/watch?v=UMzD-sn94Ak

 

Berdamai dengan halusinasi

Penderita gangguan jiwa sering mengalami halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak bisa didengar atau dilihat orang lain.

Apa yang akan terjadi bila suara suara tersebut ditolak atau diabaikan? Mereka akan berteriak semakin keras, memaki-maki dan bahkan hingga menyuruh melukai diri sendiri atau menyuruhnya menyerang orang lain.

Apakah obat bisa membantu? Obat memnag bisa membantu karena obat tersebut menekan fungsi otak anda sehingga dampak sampingannya juga ada, seperti: sulit berpikir, hidup seperti robot.

Bagaimana cara terbaik menghadapi halusinasi? Berdamai dengan halusinasi. Terima saja bahwa kadang kadang anda mendengar suara suara atau melihat sesuatu. Yang penting, meskipun anda mendengar suara suara atau melihat setan, anda tetap bisa bekerja dan hidup normal di masyarakat.

Bagaimana cara menyampaikan pemahaman ini kepada penderita gangguan jiwa?

Dibawah ini ada video yang bisa dilihat di you tube yang menggambarkan seseorang yang menjadi kapten kapal yang sedang berlayar di lautan. Setiap kali sang kapten mengarahkan kapalnya ke daratan, dia melihat berbagai setan muncul di kapalnya. Setan tersebut menakut-nakuti dan mengancamnya. Namun ternyata, setan setan tersebut hanya bisa mengancam dan menakut-nakuti. Setan setan tersebut tidak bisa mencelakakannya dirinya. Oleh karena itu, akhirnya sang kapten kapal tetap mengarahkan kapalnya ke daratan meskipun banyak setan yang muncul di kapalnya. Dia menerima dan tidak mengusir setan setan tersebut, namun dia tetap mengarahkan kapalnya mendarat di pelabuhan.

Silahkan lihat video dibawah ini bersama anak/saudara yang mengalami halusinasi dan jelaskan pelajaran apa yang bisa didapat dari menonton video tersebut

Selamat mencoba  dengan meng-klik http://www.youtube.com/watch?v=z-wyaP6xXwE

 

 

 

Perlu kesabaran dan pengorbanan

Gangguan jiwa bisa pulih. Hanya saja diperlukan kesabaran.

Gangguan jiwa tidak bisa pulih dalam semalam. Perlu waktu berbulan-bulan untuk bisa pulih. Proses pemulihan itu sendiri berlangsung secara betahap, selangkah demi selangkah.

Saat ini di you tube cukup banyak pengakuan dari bekas penderita gangguan jiwa yang bercerita tentang proses pemulihannya. Sayangnya, hampir semuanya berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Tidak ada yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia

Cerita dan pengakuan mantan penderita gangguan jiwa yang sudah pulih akan dapat mendorong pemulihan bagi penderita gangguan jiwa lainnya.

Anna Leonide Brown pulih dari gangguan bipolar

Anna Leonide Brown, tinggal di Oakridge, negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Dia pernah didiagnosa oleh dokter spesialis jiwa dengan penyakit bipolar.

Sejak mendapat diagnosa gangguan bipolar, Anna pernah mendapat berbagai macam obat, yang diganti dokter dari satu obat ke obat lainnya dengan harapan salah satu obat tersebut akan cocok dengannya. Namun ternyata, tidak ada obat yang cocok baginya.

Sejak minum obat dia mengalami banyak efek samping obat, seperti: berat badan naik dengan drastis, tekanan darah menjadi tinggi, kaki bengkak. Obat juga menyebabkan emosinya kadang menjadi datar, namun dilain waktu melayang tinggi (mania) dan timbul pikiran untuk bunuh diri, serta menjauhkan dirinya dari keluarga dan teman teman. Anna juga kehilangan pekerjaan. Dia kehilangan rasa percaya diri (karena perawat bilang bahwa selama hidupnya dia tidak akan lagi bisa bekerja) dan motivasinya untuk ganti pekerjaan juga melemah.

Titik balik pemulihannya terjadi pada suatu hari ketika akan minum obat, dia merasa tersumbat mulutnya. Dia juga sudah tidak punya uang lagi untuk beli obat. Anna kemudian berhenti minum obat hingga sekarang.

Kini Anna sudah lepas obat sekitar 9 tahun, mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang stabil. Dia bisa pulih dengan cara menyayangi orang lain, menyayangi dirinya sendiri (tidak merasa dirinya sebagai orang yg tidak berguna, tanpa harapan, dll) dan hidup dengan kegembiraan.

Sumber: http://igotbetter.org/stories/ALBrown

Langkah langkah kecil menuju pemulihan

Kathleen Hartman tinggal di kota Alexandria, di negara bagian Virginia, Amerika. Dia menderita gangguan jiwa berat (psikosis), namun sejak beberapa bulan terakhir dia sudah mulai pulih.

Dulu, dia hanya duduk  di kursi dan menonton TV seharian penuh. Tidak ada kegiatan berarti yang dia lakukan. Pemulihan yang terjadi pada dirinya tidak berlangsung mendadak. Pemulihan dirinya dimulai dari langkah langkah kecil.

Kathleen Hartman mulai pulih ketika dia mulai mencanangkan sebuah sasaran kecil, yaitu  “aku akan mandi setiap hari”. Kelihatan sebagai sebuah hal kecil, tapi dari situ dimulailah proses pemulihan. Dia juga mulai membersihkan kamar dan rumahnya selama 15 menit setiap harinya.

Setelah melakukan hal tersebut selama beberapa minggu, dia mulai merasakan adanya perubahan pada lingkungan dan dirinya. Dia mulai mau terhubung lagi dengan dunia luar. Bagi Kathleen Hartman internet merupakan sesuatu yang sangat berarti. dengan internet dia bisa mulai kontak dengan orang orang tanpa harus  bertemu secara tatap muka. Karena pola tidurnya yang tidak teratur, melalui internet dia bisa kontak dengan orang lain yang saat itu juga sedang on-line.

Kathleen Hartman beruntung karena dia bekerja pada perusahaan milik keluarganya. Dia juga bisa mengerjakan pekerjaannnya dari rumah. Secara pelan pelan dia mulai berperanan dan memberikan sumbangan terhadap kinerja perusahaan.

Pemulihan dari gangguan jiwa bisa dimulai dari melakukan langkah kecil.

Di sarikan dari wawancara dengan Kathleen Hartman yang dimuat di  http://igotbetter.org/stories/khartman