Elyn Sack: penderita skizofrenia yang jadi profesor

Di Amerika dan Inggris, Fakultas Hukum merupakan salah satu fakultas yang sangat bergengsi. Lebih bergengsi dibandingkan dengan fakultas ekonomi atau bisnis. Hanya orang orang cerdas saja yang bisa kuliah di Fakultas Hukum. Apalagi Fakultas Hukum di universitas paling bergengsi di Inggris, yaitu Oxford University dan di Amerika, yaitu Yale University. Elyn Sack mendapat gelar S1 dibidang hukum dari Oxford University, Inggris dan S3 dari Yale University, Amerika. Elyn Sack yang mulai terserang skizofrenia diumur 16 tahun, bisa kuliah hingga S3 dan menjadi profesor di Gould law School, University of Southern California, Amerika.

Elyn Sack mulai menyadari ada yang tidak beres dengan dirinya ketika ia berumur 16 tahun. Pada suatu hari, dia meninggalkan kelas tanpa memberi tahu siapapun, berjalan kaki pulang kerumah yang berjarak sekitar 8 km. Pada waktu itu dia bingung sekali karena semua rumah berbicara dan menyampaikan pesan kepadanya. Dia tidak mendengar suara suara (halusinasi suara), namun dia merasa bahwa rumah dipinggir jalan yang dilaluinya mengirim pesan keotaknya: “jalan, bertobat, kamu anak jelek”. Dia merasa ketakutan.

Dia tidak banyak mengalami halusinasi, tapi ketika di tahun pertama kuliah di Oxford Elyn Sack dia mulai mengalami gejala depresi dan paranoia (waham curiga) tingkat sedang . Ketika kuliah di Yale University, dia pernah bernyanyi diatap gedung perpustakaan ditengah malam buta. Kejadian tersebut membawanya dirawat di rumah sakit jiwa selama 5 bulan.

Mula mula Elyn Sack tidak mau minum obat. Dia pikir semua orang juga kadang kadang punya pikiran aneh aneh, hanya saja mereka bisa menyembunyikannya. Namun seorang psikolog mampu meyakinkannya untuk minum obat dan mengendalikan penyakitnya.

Elyn Sack tahu kalau dia mulai punya pikiran bahwa ‘dengan pikirannya dia bisa membunuh 100,000 orang’, maka itu adalah pertanda awal bahwa gejalanya akan kambuh. Dia pelajari apa yang menjadi pemicu kambuhnya dan berusaha menghindari hal tersebut. Dia menyadari bahwa minum obat dan terapi psikososial membuatnya terhindar dari kekambuhan dan bisa bekerja sebagai profesor hukum.

sumber: http://io9.com/5983970/im-elyn-saks-and-this-is-what-its-like-to-live-with-schizophrenia

Laporan Keuangan Desember 2013

Alhamdulillah, pembangunan gedung Tirto Jiwo masih terus berlangsung.

Kepada para dermawan kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Semoga amal jariyah mereka mendapat balasan berlipat ganda sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al baqarah ayat 261:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Tak lupa, sehabis sholat tahajud kami juga memanjatkan doa untuk para dermawan

“Ya Allah ampunilah segala dosa para dermawan yang telah memberikan sumbangan ke Klinik Umiyah, Tirto jiwo dan Panti Asuhan Amanah. Ampunilah juga dosa kedua orang tua mereka. Ya Allah, lapangkanlah rezeki mereka, terimalah segala amalnya, mudahkanlah segala urusannya, tinngikanlah derajadnya, sehatkanlah jiwa dan raganya, dan rahmatilah mereka dengan kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu.” amin.

Tirto jiwo, sekolah pemulihan gangguan jiwa

Hingga sekarang, Tirto Jiwo masih dalam tahap pembangunan. Meskipun demikian, kami sudah mempunyai gambaran bila nanti Tirto Jiwo berfungsi secara penuh. Gambaran itu dituangkan dalam sebuah novel berjudul Tirto Jiwo, Sekolah Pemulihan Gangguan Jiwa

Silahkan download novel tersebut dengan mengklik disini atau dari link berikut:http://www.scribd.com/doc/199814115/TirtoJiwo-Sekolah-Pemulihan-Gangguan-Jiwa

Bagi yang kesulitan dalam mendown load, silahkan kontak kami melalui email setiabudi55@yahoo.com , insya Allah akan kami kirim ebook tersebut.

Novel tersebut dapat disebar luaskan secara gratis, khususnya kepada para penderita gangguan jiwa dan keluarganya, relawan gangguan jiwa dan siapa saja yang tertarik dengan permasalahan gangguan jiwa.

Atas bantuan dan kerja samanya diucapkan terima kasih

Mas Grahito, skizofrenia kronis

Saat ini Pak   Wibowo berusaha memulihkan Mas Grahito dari sakit yang dideritanya. Mas Grahito sudah berkali-kali masuk rumah sakit jiwa Magelang. Sekitar 2 minggu yang lalu dia dipulangkan paksa oleh RSJ Magelang. Karena dia tidak mempunyai keluarga, dia diserahkan kepada pak RT.

Kondisi kejiwaan Mas Grahito sekeluarnya dari RSJ masih parah. Dia punya waham curiga. setiap malam dia melakukan patrol keliling kota dan pulang sekitar jam 5 pagi. dia merasa harus berjaga-jaga dan patrol untuk menjaga keamanan kotanya. Dia juga punya waham kebesaran, manusia super. beberapa hari yang lalu, Mas Grahito dipukuli beberapa pemuda yang suka mabuk. Kelihatannya, para pemuda tersebut tidak suka karena ditegur Mas Grahito.

Kami tidak tahu kenapa dia dikeluarkan dari RSJ. Selama di RSJ Mas Grahito mengalami patah tulang karena memisah penderita gangguan jiwa yang berkelahi, tangannya dipukul kursi hingga patah dan harus di operasi. Selama di RSJ tidak ada keluarganya yang menengok.

Dirumahnya Mas Grahito tidak punya penghasilan. Dia makan seadanya. Pernah sehari hanya amakan papaya yang tumbuh dihalaman rumahnya. Sejak saat itu, Pak Wibowo selalu memberinya makan. Mas Grahito diminta untuk makan diwarung mbak Ning, Tirto Jiwo yang akan membayarnya (sekali makan sekitar Rp 4000). Rata rata 2 kali sehari Mas Grahito makan di warung itu. Hanya saja, pemilik warung sering malas melayani makan Mas Grahito.

Mas Grahito tidak minum obat. Strategi yang kita lakukan adalah mengurangi kegelisahannya. Memberinya rasa aman dengan memberinya makan. Alhamdulillah, pelan pelan kegelisahannya berkurang.

Perjalanan Mas Grahito menuju kesembuhan masih panjang. Hidupnya tidak aman sehingga pemulihan tidak gampang. Tidak punya penghasilan dan hidup sendiri pasti membuat seseorang selalu gelisah. Ini mempersulit pemulihan. Mohon doanya bagi pemulihan Mas Grahito. terima kasih atas sumbangan ke Tirto Jiwo yang sebagiannya kita pakai untuk membantu pemulihan Mas Grahito