Laporan Keuangan Oktober 2013

Semoga Allah Yang Maha Kuasa berkenan membalas semua amal jariyah para dermawan dengan berlipat ganda, diampuni segala dosanya, diterima segala amalnya, dimudahkan urusannya, dilapangkan rezekinya, dimuliakan kedudukannya, dan dirahmati dengan kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu. Amin

Mengatasi khawatir berlebihan

Rasa khawatir berguna bila kekhawatiran tersebut membuat kita mengambil tindakan dan memecahkan masalah. Misalnya, ketika kita khawatir tidak lulus ujian dan kemudian membuat kita rajin belajar, maka kekhawatiran itu positif. Namun, bila kita merasa khawatir terus menerus, selalu memikirkan hal buruk akan terjadi pada diri kita, sehingga menganggu kegiatan sehari-hari, maka kekhawatiran tersebut sudah menjadi negatif dan merugikan.

 Bagaimana cara mengatasi khawatir berlebihan, berikut ini beberapa teknik yang bisa dicoba:

  1. Ciptakan masa waktu (periode) khawatir. Tentukan suatu periode (jangan malam hari, misalnya antara jam 5:00-5:30 sore, diruang keluarga), setiap hari pada waktu yang sama, dimana anda boleh memikirkan hal hal apa saja yang muncul yang membuat khawatir. Diluar waktu tersebut, jangan gunakan waktu untuk berpikir hal hal yang membuat khawatir. Bila timbul rasa khawatir diluar masa tersebut, maka tulis didalam secarik kertas bahwa anda akan memikirkan hal tersebut diwaktu yang sudah ditentukan. Dalam periode masa khawatir, buat daftar hal hal apa yang membuat anda khawatir dan renungkan kekhawatiran anda tersebut. Berhenti merasa khawatir bila waktu yang tersedia sudah habis.
  2. Bedakan antara masalah yang bisa dipecahkan dan tidak bisa dipecahkan oleh kita. Ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, misalnya: semua orang pasti mati, jalanan di Jakarta macet, pejabat banyak korupsi. Mau tidak mau kita harus hidup dengan keadaan tersebut. Khawatir berlebihan terhadap hal yang tidak bisa kita hindari tidak banyak gunanya. Namun kita bisa menyikapi dengan cara berbeda, misalnya: banyak beramal sholeh agar bila mati masuk surga, berangkat lebih awal agar tidak telat, dll.
  3. Terima ketidak pastian. Di dalam hidup ini selalu ada ketidak pastian, misalnya: pesawat terbang bisa jatuh, naik kendaraan umum bisa kecopetan, meskipun sudah belajar keras bisa saja yang keluar pertanyaan yang kita tidak siap, dll. Bila kita terus menerus khawatir karena sesuatu yang tidak pasti, maka hidup kita bisa tidak produktif atau bahkan kita jatuh sakit karenannya. Bila kemungkinan terjadinya hal buruk tersebut kecil (tidak besar), maka terima saja ketidak pastian tersebut. Banyak berdoa dan pasrah bisa mengurangi kekhawatiran.
  4. Perbaiki pola pikir yang salah. Rasa khawatir yang khronis sering timbul dari pola pikir yang salah. Cara meluruskan pola pikir yang salah tersebut adalah dengan menganalisa hal hal yang membuat khawatir tersebut. Misalnya: anda khawatir terus menerus bahwa anak anda akan celaka ketika sedang pulang/ pergi sekolah. Maka kita bisa analisa: apakah ada bukti nyata (evidence) atas kekhawatiran kita tersebut? Berapa banyak anak yg celaka ketika berangkat/ pulang sekolah, mengapa anak tersebut celaka? apakah ada cara untuk menghindari atau mengurangi hal tersebut terjadi pada anak kita, dll.
  5. Cari teman yang positif. Rasa khawatir sebenarnya menular. Bila kita ketemu dengan orang orang yang pesimis dan selalu khawatir, kekhawatiran mereka tersebut bisa menular dan membuat kita ikut-ikutan khawatir. Oleh karena itu, bila kita mau curhat, jangan curhat kepada orang yang pesimis dan suka khawatir.
  6. Berlatih “mindfullness”. Kita khawatir karena kita memikirkan hal hal dimasa yang akan datang. Dengan memikirkan dan menikmati hal hal sekarang yang kita hadapi, maka sedikit demi sedikit rasa khawatir kita akan bisa berkurang.

Semoga bermanfaat

Cara mengendalikan marah

Funny Angry Face_Setiap orang pernah marah. Marah memang kadang kadang diperlukan. Marah jadi penyakit (kurang baik) bila marah terlalu sering, terlalu lama, pada waktu yang tidak tepat dan bila berlebihan.

Marah bisa berakibat buruk terhadap hubungan kita dengan seseorang dan dalam pekerjaan. Marah juga bisa membuat penilaian kita terhadap diri sendiri berubah. Kita cenderung menyalahkan orang lain bila marah.

Bila kita terlalu sering marah, setiap marah berlangsung terlalu lama, marah timbul pada waktu yang tidak tepat (hanya dipicu oleh hal hal kecil) dan bila marah menjadi berlebihan, maka kita perlu berlatih mengendalikan marah.

Langkah pertama dalam mengendalikan marah adalah dengan mempelajari bagaimana pola marah tersebut. Coba ingat ingat hal hal/ kejadian apa yg membuat kita marah, apa yg ada dipikiran ketika marah, apa reaksi tubuh ketika marah. Dengan menganalisa antara kejadian yg menyebabkan kita marah dan apa yg ada dipikiran ketika marah, kita bisa mengetahui pola berpikir kita yang tidak sehat sehingga menyebabkan kita gampang marah. Dengan mengubah pola berpikir kearah pola pikir yang lebih sehat, maka kita akan bisa mengendalikan perasaan dan pikiran kita sehingga kita tidak gampang marah.

Cara lain dalam mengendalikan marah, antara lain:

  1. melakukan relaksasi dengan bersantai (olah raga, membaca buku, menonton tv atau fil yang digemari, berkunjung ke rumah saudara atau teman, mengerjakan hobi, dll)
  2. melakukan latihan pernapasan (latihan napas panjang)
  3. hindari minum alkohol, banyak minum kopi, obat obatan terlarang, dll.
  4. perbanyak bergaul dengan teman dan saudara
  5. belajar teknik pemecahan masalah (problem solving) agar lebih pintar dalam memecahkan masalah kehidupan.
  6. melakukan olah raga secara teratur akan membuat kita lebih bisa mengendalikan marah
  7. ciptakan atau pilih tinggal dilingkungan yang nyaman, sejuk (tidak pengap, panas, berisik, dll) yang memudahkan kita menjadi pemarah.

 

Mengatasi rendah diri (low self-esteem) 2

Apa yang menyebabkan rendah diri ?

Keyakinan yang Anda miliki tentang diri Anda sering muncul menjadi pernyataan fakta (keadaan diri anda), meskipun sebenarnya hal tersebut sebenarnya hanya pendapat anda sendiri. Pernyataan tentang nilai diri yang rendah tersebut didasarkan pada pengalaman yang telah Anda miliki dalam hidup. Jika pengalaman hidup Anda banyak negatif , maka keyakinan Anda tentang diri Anda sendiri cenderung negatif juga.

Pengalaman penting yang membantu untuk membentuk keyakinan kita tentang diri kita sendiri sering ( meskipun tidak selalu ) terjadi pada awal kehidupan. Apa yang Anda lihat , dengar dan alami di masa kecil – dalam keluarga Anda , di masyarakat luas dan di sekolah – akan mempengaruhi cara Anda melihat diri Anda . Contoh pengalaman awal yang dapat menyebabkan Anda berpikir buruk diri sendiri meliputi:

  • hukuman, kurang asuhan atau mengalami kekerasan 
  • gagal memenuhi standar orangtua
  • gagal memenuhi standar teman sepermainan
  • dari keluarga atau kelompok sosial yang dicap buruk oleh masyarakat
  • tidak adanya pujian, kehangatan , kasih sayang atau perhatian
  • menjadi orang aneh keluar , di rumah atau di sekolah .

Kadang-kadang keyakinan negatif tentang diri disebabkan oleh pengalaman di kemudian hari , seperti ancaman atau intimidasi  di tempat kerja , hubungan antar manusia yang kasar , stres terus-menerus atau kesulitan , atau kejadian traumatis .

Pada intinya, rasa rendah diri timbul karena kita menilai diri kita sendiri negatif. Karena penilaian terhadap diri sendiri yang negatif tersebut terbentuk di masa kecil , maka penilaian diri tersebut biasanya bias dan tidak akurat , karena didasarkan pada pandangan seorang anak. Hal tersebut terbentuk  berdasar kesalahpahaman tentang pengalaman , karena Anda ketika itu belum memiliki pengetahuan yang dewasa dan belum memahami secara benar tentang apa yang sedang terjadi . Meskipun keyakinan ini mungkin tidak membantu atau ketinggalan jaman sekarang, mereka datang dari saat mereka masuk akal , mengingat apa yang Anda alami saat itu .

Pemikiran negatif tentang diri yang telah terbentuk dimasa kecil tersebut menjadi semakin sulit untuk diubah . Hal ini karena dipelihara dan diperkuat oleh pemikiran bias , yaitu Anda percaya kepada pemikiran yg sesuai dengan segala sesuatu yg negatif  dan tidak menenrima pemikiran yang psositif.

Dua bias berpikir berkontribusi rendah diri : persepsi bias dan interpretasi bias . Persepsi bias berarti bahwa Anda cepat untuk melihat apa saja yang cocok dengan ide-ide negatif tentang diri Anda , dan Anda menyaring apa pun yang bertentangan dengan hal tersebut. Jadi Anda berfokus pada kesalahan yang anda lakukan, dan mengabaikan kebaikan kebaikan yang Anda lakukan. Interpretasi bias berarti bahwa Anda menyelewengkan/ membelokkan makna yang melekat pada apa yang Anda alami – bahkan jika pengalaman adalah positif ( jadi jika seseorang memuji Anda pada penampilan Anda , Anda mungkin berpikir bahwa ini berarti mereka telah melihat keadaan anda yang tidak menarik sebelumnya, atau bahwa apa yang mereka katakan hanya mencoba untuk bersikap baik/ sopan ) .

Bias ini menyebabkan pola pikir yang menilai diri negatif tetap ada dan tidak berubah.  Anda mengantisipasi bahwa hal-hal akan menjadi buruk , dan ini membuat Anda peka terhadap tanda-tanda kejadian buruk/ jelek seperti yang Anda pikirkan .

Pola pikir negatif terhadap diri sendiri menyebabkan anda mempunyai pola hidup yang sesuai. Misalnya karena anda berkeyakinan  negatif ‘ aku bodoh ‘ , maka pola hidup anda menjadi ‘ Lebih baik tidak mencoba daripada gagal ‘ . Penilaian kepada diri sendiri yang negatif menyebabkan timbulnya pola hidup yang negatif juga dan memperkuat penilaian diri yang negatif tersebut.

Mengatasi rendah diri

Untuk mengatasi rendah diri itu perlu untuk memutuskan siklus yang membuat rasa rendah diri tersebut  terjadi. Terapi Perilaku Kognitif (CBT) adalah sebuah pendekatan yang ideal untuk mengatasi rendah diri, karena memberikan kerangka yang jelas untuk memahami bagaimana masalah berkembang dan apa yang membuat rendah diri terjadi. CBT berfokus pada pikiran, keyakinan dan pendapat, tetapi juga menyediakan pendekatan praktis untuk mengubah keyakinan dengan mengubah perilaku. Ini mendorong Anda untuk mencoba cara-cara baru berperilaku, dan untuk mengamati efek bahwa ini terhadap cara Anda merasa tentang diri Anda. Dengan CBT Anda dapat belajar untuk:

  • melihat pemikiran kritis terhadap diri sendiri dan menggantinya dengan pikiran yang lebih sehat.
  • melawan bias terhadap diri dengan berfokus pada kemampuan positif Anda
  • mengubah pola hidup yang menyebabkan Anda terjebak dalam pola pikir negatif.

 

Mengatasi rasa rendah diri (low self-esteem) 1

Harga diri adalah aspek dari cara kita melihat diri kita sendiri. Ini berbeda dari citra diri, yang mungkin menjelaskan berbagai macam karakteristik (seperti ‘Aku orang Indonesia’ atau ‘aku perempuan’) tapi tanpa menyiratkan apakah hal tersebut baik atau buruk. Harga diri mengacu pada keseluruhan pendapat yang kita miliki tentang diri kita dan nilai kita tempatkan pada diri kita sebagai manusia. Harga diri yang rendah berarti bahwa nada pendapat ini adalah negatif: misalnya, “Aku tidak layak dicintai ‘atau’ aku tidak berguna ‘. Tentu saja sebagian besar dari kita memiliki pendapat campuran diri kita sendiri, tetapi jika pendapat Anda secara keseluruhan adalah bahwa Anda adalah orang yang tidak memadai atau rendah, jika Anda merasa bahwa Anda tidak memiliki nilai sebenarnya dan merasa tidak berhak atas hal-hal baik dalam hidup, ini berarti mempunyai rasa rendah diri (self esteem). Dan mempunyai rasa rendah diri dapat memiliki efek yang menyakitkan dan merusak hidup Anda.

Bila anda mempunyai rasa rendah diri, maka Anda cenderung kritis terhadap diri sendiri , menyalahkan diri sendiri dan meragukan diri , dan fokus pada kelemahan Anda daripada kualitas positif Anda . Keyakinan tersebut akan mempengaruhi perilaku Anda : Anda dapat menghindari tantangan dan peluang , akan terus menyesal , atau merasa sulit untuk bersikap tegas . Hal tersebut dapat berdampak pada emosi Anda , menghasilkan kesedihan , rasa bersalah , malu , frustasi atau marah . Hal tersebut juga dapat tercermin dalam kondisi fisik Anda , membuat Anda merasa lelah atau tegang .

Rasa rendah diri tersebut dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan Anda :

  • Di tempat kerja , Anda mungkin kurang berprestasi, atau, sebaliknya , menjadi sangat  perfeksionisme , didorong oleh rasa takut akan kegagalan .
  • Dalam hubungan pribadi Anda, Anda mungkin sangat menderita akibat rasa rendah diri karena menjadi sangat sensitif terhadap kritik atau ketidak-setujuan atau ketidaksetujuan , atau keinginan yang berlebihan untuk menyenangkan semua orang. Pada beberapa orang dengan harga diri yang rendah ada yang berusaha untuk selalu memegang kendali, atau disisi yang lain, selalu menempatkan orang lain terlebih dahulu , karena mereka berpikir bahwa jika mereka melakukan hal tersebut maka tidak akan ada orang lain yang tahu bahwa mereka sebenarnya merasa rendah diri.
  • Di waktu luang Anda, Anda mungkin menghindari aktivitas apapun di mana ada risiko dinilai orang lain atau dihakimi, atau mungkin hanya merasa bahwa Anda tidak layak untuk bersantai dan menikmati diri sendiri .
  • Anda mungkin tidak melakukan perawatan yang tepat diri sendiri, misalnya menolak untuk beristirahat ketika Anda merasa sakit , atau minum berlebihan atau menggunakan narkoba.

Efek dari rasa rendah diri yang dimiliki pada aeaeorang-orang tergantung pada peran yang dimainkannya dalam kehidupan mereka . Orang yang depresi  hampir selalu melihat diri mereka dalam cahaya yang negatif . Jika  Anda mempunyai rasa rendah diri sehingga menyebakan terjadinya depresi , maka prioritas pertama adalah mengobati depresi dalam diri anda sendiri . Hal tersebut akan  bisa mengembalikan kepercayaan Anda pada diri sendiri tanpa perlu langsung mengatasi masalah pada rendahnya rasa harga diri Anda .

Atau , rasa rendah diri mungkin diakibatkan oleh sesuatu yang menyebabkan Anda merasa tertekan – seperti kesulitan hubungan sosial , gangguan kecemasan atau terkema penyakit kronis . Dalam kasus ini , mengatasi akar masalah mungkin cara terbaik untuk memecahkan rasa rendah diri .

Bisa juga rasa rendah diri menyebabkan  Anda rentan terhadap masalah lain . Rasa rendah diri menyebabkan anda gampang terkena depresi , punya pikiran bunuh diri , gangguan makan atau kecemasan sosial. Jika hal ini terjadi , maka bila rasa rendah diri tidak  ditangani, maka  Anda akan tetap rentan terhadap hal hal tersebut di masa depan .

Sumber: http://www.overcoming.co.uk/single.htm?ipg=8610

 

Rumah Penyembuhan (healing homes)

Di kota Gothenburg, Swedia berbagai rumah yang dihuni oleh keluarga biasa (kebanyakan adalah keluarga petani di pedesaan Swedia) menjadi tempat penyembuhan bagi penderita gangguan jiwa yang tidak bisa sembuh oleh cara penyembuhan di rumah sakit. Cara penyembuhannya yang dilakukan adalah dengan menempatkan penderita gangguan jiwa di keluarga biasa yang didukung oleh sebuah tim pemulihan gangguan jiwa. dengan pendekatan ini, penderita gangguan jiwa terhindar dari stigma karena dirawat di rumah sakit jiwa, tetap mendapat sentuhan kehangatan dan kasih sayang sebuah keluarga serta mendapat dukungan psikososial dari tenaga pemulihan gangguan jiwa. 

Ide dari ” Rumah -Penyembuhan” adalah memadukan “suasa rumah” dengan “dukungan psikososial” ditempat dimana penderita gangguan jiwa tidak bisa tinggal dirumahnya sendiri.

Cara ini ternyata cukup efektif dalam mendukung penderita gangguan jiwa untuk bisa pulih. Banyak peserta rumah pemulihan yang bisa pulih dan kembali hidup produktif di masyarakat.

Saya kira model “rumah penyembuhan” di swedia yang dikelola oleh The Family care Foundation, Swedia ini patut kita coba dikembangkan di Indonesia.

 

6 Langkah mengatasi depresi

Berikut ini 6 langkah praktis mengatasi depresi:

  1. Jangan mengurung diri di kamar, cari teman atau pertolongan dari dokter. Seseorang yang mengalami depresi biasanya merasa letih, lemah, tidak punya kemauan dan inginnya hanya mengurung diri di kamar. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah keluar kamar dan cari pertolongan. Kelihatannya gampang tapi sebenarnya berat untuk penderita depresi karena pada dasarnya penderita depresi merasa tidak punya tenaga dan kemauan untuk bangkit dari tempat tidur. Pelajari hal hal yang terkait dengan depresi (penyebabnya, cara mengatasinya, dll).
  2. Perhatikan apa yang ada dipkiran anda. Coba amati (bila perlu ditulis) apa saja yang terlintas dipikiran anda. Bila bangun pagi dan malas keluar kamar, coba amati dan tulis apa saja yang ada dipikiran anda saat itu.
  3. Arahkan pikiran anda ke hal hal yang positif. Apa yang ada dipikiran kita akan mempengaruhi perasaan dan tingkah laku. Bila anda berpikiran dan percaya bahwa anda orang yang gagal, tidak berguna dan tidak punya masa depan, maka anda akan merasa sedih, tidak bertenaga dan malas. Akhirnya perasaan dan pikiran anda akan membuat anda tidak ingin bangun dari tidur, maunya tetap tiduran sepanjang hari. Dilain pihak, dengan mengalihkan pikiran ke hal hal yang positif, maka perasaan sedih akan mulai hilang dan timbul keinginan untuk bangkit.
  4. Rawatlah tubuh anda. Dalam tubuh yang sehat akan ada jiwa yang sehat. Bila mulai terasa depresi, segera bangun dan mandi dengan air hangat, lakukan olah raga (seperti jalan jalan ke taman), makan yang sehat yang banyak sayur dan buah-buahan. Kurangi minum kopi, kurangi begadang (tidur larut malam).
  5. Bersahabat dengan diri sendiri. Jangan terlalu banyak menuntut kepada diri sendiri (harus jadi juara, jadi paling kaya, paling bagus mobilnya, dll). Terimalah keadaan diri anda apa adanya. Jangan terlalu suka mencela diri sebagai bodoh, malas, dll. Tidak ada orang yang sempurna, selalu ada sisi positif dan sisi negatif.
  6. Berdoa dan perdalami agama. Dengan menyadari bahwa ada Allah Yang Maha Kuasa dan berdoa kepadanya, maka jiwa anda akan mempunyai daya tahan terhadap segala gonjangan/ stress. Perbanyak berdoa, sholat dan menolong orang yang sedang kesusahan (datangi bangsal rawat kleas 3 rs pemerintah, panti asuhan, dll) akan bisa menjauhkan diri kita dari depresi.

Rencana kerja memulihkan Pak Adam dari gangguan kecemasan

Pak Adam (bukan nama sebenarnya), saat ini berumur 49 tahun, seorang wirausaha dan mempunyai istri yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Mereka dikaruniai 2 orang anak.

Sejak beberapa tahun terakhir, usaha bisnis Pak Adam sering merugi. Keadaan ini menyebabkan Pak Adam sering merasa cemas, takut, keluar keringat dingin, gelisah, tidak bisa konsentrasi, sulit tidur. Meskipun demikian, Pak Adam tidak pernah mengalami halusinasi. Beberapa kejadian kecil, karena sering menyita pikirannya, akhirnya membuat Pak Adam sangat ketakutan dan gelisah. Pak Adam sangat takut bahwa kehidupan dirinya dan keluarganya akan hancur.

Puncaknya, pada beberapa bulan yang lalu, Pak Adam dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.

Sejak saat itu, Pak Adam secara rutin kontrol ke dokter spesialis jiwa di kota Magelang. Pak Adam minum obat sesuai petunjuk dokter. Meskipun demikian, Pak Adam masih terlihat gelisah, tidak bisa duduk tenang ditempatnya dalam waktu lama. Karena sering diejek, Pak Adam kini menjauhi teman-temannya sesama pengusaha. Kini Pak Adam lebih banyak bergaul dengan teman sekampungnya yang secara sosial ekonomi lebih rendah dari dirinya.

 Dalam pertemuan dengan pengelola Tirto Jiwo kemarin sore, Pak Adam masih terlihat gelisah. Meskipun demikian, Pak Adam mulai menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan jiwa dan bersedia untuk minum obat sesuai ketentuan dokter. Pengelola Tirto Jiwo menenkankan bahwa gangguan jiwa seperti yang dialami Pak Adam banyak terjadi di masyarakat dan bahwa penyakit tersebut bisa dipulihkan.  Hal ini penting ditekankan karena adanya harapan dan keinginan untuk pulih dan kembali hidup produktif di masyarakat akan mendorong Pak Adam mengupayakan secara aktif kesembuhannya dari gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang dideritanya.

Menurut penilaian kami, berikut ini beberapa kelompok kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendukung proses pemulihan Pak Adam dari gangguan kecemasan yang dideritanya. Kelompok kegiatan berikut merupakan campuran dari tiga pendekatan terapi, yaitu terapi perilaku, terapi kognisi dan terapi spiritual.

  1. Kelompok kegiatan pertama adalah terapi perilaku untuk mengurangi kecemasan dan memperkuat daya tahan terhadap serangan kecemasan. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan antara lain: melakukan kegiatan sesuai hobi, jalan santai dengan keluarga, ngobrol dan sosialisasi dengan tetangga. Pak Adam perlu pula belajar teknik relaksasi, seperti latihan menarip napas panjang dan melemaskan otot yang dilakukan 2 kali sehari.
  2. Kelompok kegiatan agar mempunyai pola pikir yang lebih sehat. Pak Adam perlu mengidentifikasi hal hal yang memicu timbulnya kecemasan, gejala awal kecemasan, dan hal hal yang selama ini telah dilakukan untuk mengurangi kecemasan. Pendekatan untuk mengubah pola pikir yang negatif kearah yang lebih positif dilakukan dengan gobrol (talk therapy) bersama petugas Tirto jiwo.
  3. Kegiatan spiritual (keagamaan) untuk menanamkan kesadaran bahwa ada Allah Yang Maha Besar dan Maja Kuasa yang bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi Pak Adam. Perlu juga ditanamkan kesadaran akan perlunya berdoa dan memohon kepada Allah dan bahwa Allah akan mengabulkan segala doa. Kelihatannya ini sederhana, namun bila Pak Adam mempunyai pemahaman dan keyakinan yang benar akan peranan Allah dalam kehidupan, maka gangguan kecemasan akan bisa diatasi dan dihilangkan.
  4. Bila ketiga hal tersebut diatas sudah mulai dilakukan, langkah berikutnya adalah meminta Pak Adam untuk membayangkan kejadian atau masalah yang dahulu membuatnya cemas. Ketika membayangkan masalah tersebut, Pak adam diminta menerapkan pola pikir yang positif, berdoa kepada Allah, melakukan relaksasi sehingga kecemasan bisa dihindari.
  5. Langkah berikutnya, bila kecemasannya sudah mulai berkurang, adalah mulai melakukan upaya upaya untuk mengembalikan usaha bisnisnnya. Tentunya langkah ini tidak gampang. Dalam tahap ini Pak Adam perlu menyandarkan segala upaya kepada pertolongan Allah sehingga pikiran dan hati tetap tenang (tidak cemas) dan langkah langkah bisnis yang dilakukan juga tidak keliru karena mendapat petunjuk dan pertolongan Allah Swt.

Demikian pemikiran dan upaya yang akan kami lakukan untuk membantu Pak Adam bisa pulih dari gangguan kecemasan dan hidup produktf 9secara sosial dan ekonomi) di masyarakat. Tentunya ini tidak mudah. dukungan keluarga sangat diperlukan.

 

Dr Daniel B. Fisher, penderita skizofrenia yang menjadi dokter spesialis kesehatan jiwa

PendDaniel B. Fisher, M.D., Ph.D.erita skizofrenia bisa pulih dan bahkan ada yang kemudian berhasil menjadi dokter spesialis jiwa.

Daniel B. Fisher pernah beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa dengan diagnosa skizofrenia. Pada waktu itu, hampir tidak ada tenaga kesehatan yang berani bilang bahwa penderita skizofrenia bisa pulih dan hidup produktif di masyarakat. Pendapat yang umum dipegang pada waktu itu adalah bahwa penderita skizofrenia akan menjadi cacat dan tidak bisa bekerja selama hidupnya.

Daniel B Fisher yakin mempunyai harapan bahwa dia bisa pulih dan berkeinginan untuk menjadi pskiater agar bisa menolong penderita gangguan jiwa dan tidak mengalami kondisi seperti yang dulu dialaminya.

Daniel B. Fisher mendapat gelar sarjana S1 dari Princeton University, dan S3 dalam bidang biokimia dari Wisconsin University, mendapat gelar dokter dari Washington University dan spesialisasi dalam kesehatan jiwa dari Harvard University. Semua universitas tersebut adalah universitas top di Amerika dan biaya kuliahnya sangat mahal. Sebagai ilustrasi, rata rata biaya uang kuliah di Harvard University mencapai Rp 500 juta per tahunnya.

Saat ini Dr Daniel B. Fisher  adalah co-director, National Empowerment Center dan anggota  President’s New Freedom Commission on Mental Health. Dr daniel B Fisher selama 12 tahun bekerja sebagai Direktur Medis pada Riverside Community Mental Health Center di Wakefield, Massachusetts, Amerika.

Harapan adalah kunci pemulihan gangguan jiwa (3)

Selama ini, dalam mengupayakan pemulihannya, kebanyakan penderita gangguan jiwa masih bersifat pasif. Penderita datang ketemu dokter spesialis jiwa, sebulan sekali atau sebulan dua kali, ketemu selama 5-10 menit dan mendapat resep untuk menebus obat. Penderita gangguan jiwa hanya ditanya tentang perkembangan gejala gangguan jiwanya (halusinasi, waham, gangguan berpikir, dll) agar dokter bisa menyesuaikan obat yang harus diminumnya.

Bila hanya ini yang dilakukan, kecil kemungkinannya seorang penderita gangguan jiwa bisa pulih dan kembali hidup produktif secara ekonomi dan sosial di masyarakat. Dengan pendekatan model tersebut, memang gejala halusinasi dan waham bisa ditekan, namun jarang yang bisa kembali hidup produktif secara ekonomi dan sosial di masyarakat.

Penderita gangguan jiwa perlu minum obat, namun minum obat saja tidak akan bisa membuat seorang penderita gangguan jiwa menjadi pulih. Penderita gangguan jiwa memerlukan lingkungan fisik dan sosial yang mendukung agar dirinya bisa mengatasi gangguan jiwanya dan membangun kemampuannya agar bisa kembali hidup produktif secara ekonomi dan sosial.

Pemulihan dari gangguan jiwa tidak akan bisa terjadi selama penderita gangguan jiwa masih bersikap pasif, hanya menurut perintah dan petunjuk dokter/ tenaga kesehatan lainnya. Agar bisa pulih, penderita gangguan jiwa perlu bersikap aktif dan secara bertanggung jawab mengupayakan pemulihan kesehatan jiwanya. Untuk itu, penderita gangguan jiwa memerlukan lingkungan yang memungkinkannya untuk secara aktif berpartisipasi dalam mengupayakan penyembuhan dirinya. Lingkungan juga bisa memberdayakan penderita gangguan jiwa dengan memberikan pilihan-pilihan, kesempatan untuk memperkuat sisi positif yang dimilikinya, memberikan informasi dan ketrampilan yang diperlukan, memberikan penghargaan atas pencapaian pencapaian kecil yang telah mereka raih, dan lain lain lingkungan yang memberikan harapan.

Karakteristik lingkungan (fisik dan sosial) yang akan mendukung pemulihan antara lain :

  1. lingkungan yang menumbuhkan harapan, menghargai pencapaian pencapaian kecil.
  2. lingkungan yang memberi peluang bagi penderita untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri, tidak hanya disuruh-suruh atau diatur oleh orang lain.
  3. lingkungan yang memperkuat kelebihan atau kekuatan seseorang, bukan fokus pada kelemahan atau kesalahannya.
  4. lingkungan yang memberdayakan, yaitu yang bisa memberikan informasi dan ketrampilan yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang.
  5. lingkungan yang memberi kesempatan untuk bangkit kembali ketika terjadi kambuh

Hal yang penting juga adalah bahwa agar bisa berpartisipasi secara aktif (tidak pasif), dosis obat yang diminum harus minimal. Dosis tinggi obat anti-psikosis biasanya menekan kemampuan otak sehingga membuat seseorang seperti robot.