Kursus Pemulihan Gangguan Jiwa

Dalam rangka menyebar luaskan ilmu tentang pemulihan gangguan jiwa kepada para relawan dan keluarga penderita gangguan jiwa, maka kami merencanakan untuk mengadakan Kursus Pemulihan Gangguan Jiwa.

Topik yang akan dibahas antara lain:

  1. Mengapa kita perlu menolong penderita gangguan jiwa
  2. Pengenalan gangguan jiwa berat (skizofrenia, gangguan jiwa bipolar, depresi, dan gangguan jiwa skizoaffective)
  3. Teori kerentanan terhadap stress (stress vulnerability theory)
  4. Pengantar pemulihan gangguan jiwa
  5. Rencana kerja pemulihan (diadaptasi dari wellness recovery actions plan)
  6. Pengantar terapi perilaku kognisi (cognitive behavior therapy)
  7. Teknik membantu mengatasi waham, halusinasi dan mengendalikan stress
  8. Peranan keluarga dan relawan dalam membantu pemulihan gangguan jiwa

Lama kursus 5 jam, dimulai dari jam 9:00 pagi hingga jam 3 sore, diselingi istirahat, makan siang dan sholat.

Syarat peserta: pendidikan minimal setingkat SLTA/SMU dan berniat untuk membantu pemulihan gangguan jiwa.

Waktu kursus:  tanggal 12 Oktober 2013.

Biaya kursus: Gratis alias tidak dipungut biaya.

Tempat pendaftaran: Peserta agar mendaftar kepada Bp Wibowo Setiaji, jl. MayJend Sutoyo 107, Purworejo 54113, Jawa Tengah. Telpon: 0813-2878-7978.

Tempat kursus Aula Balai Rehabilitasi Sosial, Wiloso Muda Mudi, jl Urip Sumoharjo no. 56, Purworejo (Depan Gedung Kesenian)

Bagi peserta dari luar kota bisa menginap di salah satu hotel di Purworejo (lihat di http://www.purworejokab.go.id/fasilitas/hotel ). Biaya menginap dan makan ditanggung oleh peserta sendiri.

 

 

 

Kunci Indonesia Bebas Pasung: psikoedukasi keluarga

Saat ini pemerintah telah mencanangkan Indonesia bebas pasung. Obat-obatan telah tersedia gratis (bagi yang tidak mampu) dan semua rumah sakit jiwa juga telah mendukung program tersebut. Meskipun demikian, program tersebut masih jauh dari berhasil. banyak hal bisa diperbaiki. Salah satu kuncinya adalah tidak dialkukannya psikoedukasi terhadap keluarga penderita gangguan jiwa.

Di dunia kedokteran, psikoedukasi bagi keluarga telah diakui manfaatnya. National Institute for Health and Care Excellence (NICE) yang diakui otoritasnya dalam menentukan terapi di bidang kesehatan dari Inggris telah menyatakan bahwa psikoedukasi bermanfaat dan dapat menurunkan kekambuhan. Di Inggris, setiap pasien yang menderita gangguan jiwa maka keluarganya akan mendapat psikoedukasi.

Psikoedukasi bagi keluarga penderita gangguan jiwa berlangsung selama 8-12 bulan. Sessi pertama adalah pertemuan bersama antara pihak pemberi pelayanan psikoedukasi dengan pasien dan keluarganya untuk saling berkenalan dan membuat komitmen bersama.

Pada pertemuan kedua, selama 1 hari, keluarga pasien akan diberi pelajaran tentang seluk beluk gangguan jiwa, bagaimana cara membantu penderita gangguan jiwa agar tidak kambuh serta teknik teknik mengatasi gejala gangguan dan mendukung pemulihannya. Setelah itu, dalam bulan bulan awal, keluarga pasien (bisa beberapa keluarga bergabung) pertemuan diadakan setiap 2 minggu sekali dan kemudian pertemuan diadakan sebulan sekali hingga 8-12 bulan.

Dalam setiap pertemuan dalam psikoedukasi tersebut dibahas permasalahan permasalahan yang dihadapi, misalnya; bagaimana mengatasi halusinasi, bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi penderita gangguan jiwa, dll.

Bagaimana di Indonesia? Indonesia bisa menerapkan psikoedukasi bagi keluarga dengan menggerakkan relawan kesehatan jiwa atau petugas kesehatan jiwa masyarakat. Tugas relawan kesehatan jiwa atau petugas kesehatan jiwa masyarakat adalah melaksanakan psikoedukasi bagi keluarga pasien yang ada di wilayah kerjanya.

Laporan Keuangan Periode Agustus 2013

Selama bulan Agustus 2013, sementara kegiatan fisik dihentikan karena menunggu terpasangnya saluran listrik dari PLN.

Kepada para dermawan, kami sampaikan ucapan terima kasih. Semoga Allah memberi balasan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

5 komponen utama bagi pemulihan gangguan jiwa

Gangguan jiwa bisa pulih. Salah satunya adalah Dr Patricia Deegan yang meskipun ketika muda pernah dirawat di rumah sakit jiwa karena menderita skizofrenia, namun kemudian bisa pulih dan menjadi psikolog klinis yang membantu penderita gangguan jiwa untuk pulih.

Gangguan jiwa bisa pulih, namun prosesnya tidak gampang karena memerlukan kerjasama dari 5 komponen utama. Mereka adalah:

  1. Dokter ahli jiwa yang menangani penderita dari sisi medis. 
  2. Penderita gangguan jiwa yang berniat pulih dan bersedia melatih kemampuan serta daya tahannya mengatasi goncangan jiwa (stress). Kemampuan mengatasi gejala gangguan jiwa dan meningkatkan kemampuan daya tahan terhadap stress bisa dilatih atau dipelajari oleh yang bersangkutan.
  3. Sesama penderita gangguan jiwa yang saling menolong dan memberikan semangat untuk terus berusaha pulih. Denagn bertemu dan mengobrol dengan penderita gangguan jiwa yang telah pulih, maka harapan dan semangat untuk pulih akan muncul. Selain itu, sesama penderita bisa mengajari bagaimana mengatasi halusinasi, depresi dan gejala gangguan jiwa lainnya. Sesama penderita juga bisa mengajari cara menciptakan lapangan kerja dan ketrampilan lainnya.
  4. Keluarga yang memberikan dukungan psikososial dan suasana nyaman dirumah. Keluarga juga berperanan dalam mendukung penderita agar mau minum obat secara teratur, memonitor efek samping obat, mendeteksi bila ada gejala awal akan kambuh dan menolong penderita bila terjadi kambuh. Peranan keluarga yang tidak kalah pentingnya mendukung penderita dengan doa dan dana.
  5. Masyarakat sekitar yang mau mengajak bergaul, tidak menyingkirkan penderita gangguan jiwa, memberikan lapangan kerja, dan lain lain.

Nantinya penderita gangguan jiwa yang datang atau menginap di Tirto Jiwo akan mendapatkan pelayanan dokter spesialis jiwa, dibimbing agar jiwanya menjadi semakin kuat dan bisa mengatasi stress. Selain itu, Tirto Jiwo juga akan memberikan pelatihan bagi keluarga penderita gangguan jiwa agar mereka siap dan bisa mendukung proses pemulihan gangguan jiwa. Di Tirto Jiwo juga akan ada kesempatan bagi penderita gangguan jiwa untuk bertemu dan mengobrol dengan penderita gangguan jiwa yang telah pulih atau dalam proses pemulihan. Penderita gangguan jiwa juga akan dilatih untuk secara bertahap bisa bergaul, bekerja dan kembali hidup masyarakat