Koperasi penderita gangguan jiwa

Penderita gangguan jiwa sering menganggur, tidak punya penghasilan dan jadi beban keluarga.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membentuk sebuah koperasi dimana anggotanya campuran antara penderita gangguan jiwa, tenaga kesehatan dan para donatur.

Di kota Chania, Yunani ada sebuah koperasi bernama Chania Social Cooperative yang anggotanya sebagian adalah para penderita gangguan jiwa. Chnia Social Cooperative membuat beberapa jenis usaha, seperti:

  • toko souvenir
  • usaha cuci mobil
  • kantin

Di Perancis juga ada La Fageda, sebuah koperasi yang hampir separuh anggotanya adalah penderita gangguan jiwa.La Fageda, didirikan oleh seorang psikolog bernama Cristobal Colon, bergerak dalam bidang peternakan dan pengolahan susu sapi.

Insya Allah, Tirto Jiwo nantinya juga akan mendirikan sebuah koperasi dimana sebagian anggotanya adalah para penderita gangguan jiwa. Mereka bisa bekerja di koperasi dan mendapatkan bagian keuntungan. Dengan demikian, diharapkan, para penderita gangguan jiwa tidak lagi menjadi beban keluarganya.

Anorexia Nervosa: penyakit gangguan makan

Penyakit anorexia nervosa  adalah gangguan makan yang disebabkan karena seseorang terobsesi (terlalu memikirkan)  tentang berat badannya dan makanan yang mereka makan. Orang dengan anoreksia nervosa mencoba untuk menjaga berat badan jauh di bawah normal (tidak sesuai dengan usia dan tinggi badannya). Untuk mencegah kenaikan berat badan atau untuk melanjutkan menurunkan berat badan, orang-orang dengan anoreksia nervosa mungkin melaparkan diri (diet ketat) atau berolahraga secara berlebihan.

Ciri ciri penderita anorexia nervosa adalah berbadan kurus, memikirkan berat badan dan penampilan tubuh secara berlebihan, takut gemuk. Karena kurang makan, maka penderita anorexia nervosa kadang kadang tidak bisa menjaga dietnya dan makan banyak (lebih dari biasanya). Karena takut gemuk, maka penderita kemudian berusaha mengeluarkan makanan yang sudah masuk ketubuhnya dengan cara memuntahkannya atau memakan obat pencahar. Sering juga sehabis makan agak banyak, penderita anorexia nervosa kemudian merasa mual, muntah dan buang air besar.

Salah satu hal mendasar yang dipunyai penderita anorexia nervosa adalah sangat mementingkan penampilan tubuh atau berat badannya. Berat badan yang rendah dan kurus menurutnya adalah prestasi besar dan sangat penting, melebihi pentingnya prestasi di bidang lainnya (prestasi dalam bekerja mencari uang, atau prestasi dalam kehidupan sosial, dll).

Pengobatan penderita anorexia nervosa dapat dilakukan melalui cognitive behavior therapy (terapi perilaku kognitif). Penderita anorexia nervosa perlu menyadari bahwa masih banyak hal lain yang penting dibandingkan dengan menjaga tubuh tetap kurus (langsing) dan berat badan rendah. Dengan meningkatkan perhatiannya terhadap hal hal yang lain, maka perhatiannya terhadap penampilan akan bisa berkurang. Tanpa adanya kesadaran tersebut maka secara tidak sadar penderita akan mencoba mengeluarkan makanan yang sudah masuk ke tubuhnya.

Terapi perilaku dilaksanakan melalui monitoring apa yang dimakan (jumlah, jenis, waktu makan) serta perasaan atau reaksi tubuh sebelum/ sehabis makan (mual, muntah, buang air besar, dll). Penderita anorexia nervosa juga dibuatkan jadwal kapan boleh menimbang berat badan. Dengan mengamati hasil monitoring pola makan dan reaksi tubuh, maka akan bisa diterapkan perubahan pola makan yang sehat.

Kampung Tirto Jiwo

Agar bisa kembali pulih, setelah keluar dari RSJ, penderita gangguan jiwa memerlukan dukungan psikososial. Dukungan psikososial tersebut mencakup: dukungan agar penderita bisa mengelola gejala gangguan jiwanya, penderita dapat mempunyai aktivitas (pekerjaan) yang berarti bagi dirinya, dan penderita bisa berintegrasi kedalam masyarakat (kehidupan sosial).

Sayangnya, kebanyakan keluarga tidak mampu memberikan dukungan psikososial tersebut secara penuh. Untuk itu, diperlukan adanya sebuah tim yang memberikan pembinaan dan dukungan psikososial bagi penderita gangguan jiwa di rumah penderita. Hal ini yang dilakukan di MHA Village di Kalifornia, Amerika. Di MHA Village dan di Project Transition (www.projecttransition.com) , penderita tinggal di apartment umum (atau bersama keluarganya), namun mereka mendapat dukungan psikososial dari tim kesehatan jiwa dari MHA Village center.

Tirto Jiwo juga nantinya akan mengarah kesana. Penderita gangguan jiwa yang baru keluar dari RSJ akan sementara tinggal di asrama Tirto Jiwo. Secara bertahap kemudian penderita akan dipindah untuk tinggal di rumah penduduk di sekitar asrama Tirto Jiwo. Mereka akan mendapat dukungan dari Tim Tirto Jiwo hingga punya rasa percaya diri untuk hidup mandiri di luar lingkungan Tirto Jiwo.

Penderita gangguan jiwa akan mendapat bimbingan dalam mengelola penyakitnya, mendapatkan atau menciptakan pekerjaan untuk dirinya (self-employment) dan kembali bergaul dan berperan dalam masyarakat.

Sebenarnya, akan lebih bagus bila Pemerintah berkenan mengadopsi ide ini dan menerapkannya di Indonesia. Tanpa dukungan psikososial yang menyeluruh, Indonesia tidak akan pernah bisa bebas dari pasung.

Terapi Keluarga

Di Inggris, bila ada salah satu anggauta keluarga terkena gangguan jiwa, maka seluruh anggauta keluarga yang tinggal serumah dianjurkan untuk mendapatkan terapi keluarga (family therapy) atau kadang juga disebut sebagai  intervensi keluarga (family intervention) atau family psychoeducation (penyuluhan/pendidikan psikologi bagi keluarga).

Mengapa terapi keluarga diperlukan?

Karena penelitian membuktikan bahwa peranan keluarga dalam pemulihan gangguan jiwa sangatlah penting. Tanpa dukungan keluarga, kecil kemungkinan seseorang bisa pulih dari gangguan jiwa. Selain itu, adanya anggauta keluarga yang menderita gangguan jiwa juga bisa menyita perhatian dan kadang memerlukan dukungan biaya juga. Bila penderita menjadi khronis, maka kadang keluarga bisa mengalami kelelahan atau frustasi dalam menangani penderita gangguan jiwa. Oleh karena itu, di Inggris, setiap keluarga dengan penderita gangguan jiwa dianjurkan untuk mengikuti terapi keluarga atau psikoedukasi keluarga.

Apa itu terapi keluarga?

Dalam kaitannya dengan gangguan jiwa, terapi keluarga merupakan intervensi psikologis berupa pendidikan (pemberian pengetahuan) tentang segala seluk beluk gangguan jiwa (penyebab, gejala, pengobatan, efek samping obat, dll); tindakan untuk mencegah kambuh, mengatasi bila terjadi kambuh, dan langkah langkah yang diperlukan untuk membantu pemulihan gangguan jiwa.

Dalam terapi keluarga, peserta juga akan diberi pengetahuan dan teknik bagaimana membantu mengatasi halusinasi, waham, memonitor efek samping obat, mengendalikan stress (tekanan hidup). Selain itu, peserta program terapi keluarga juga akan mendapatkan ilmu dan ketrampilan pemecahan masalah, teknik relaksasi, dan penerapan praktis dari terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy) sederhana.

Sebenarnya informasi tentang teknik teknik tersebut telah dikupas dan tersebar diberbagai artikel di website ini.