Dukungan bagi keluarga penderita gangguan jiwa

Merawat penderita gangguan jiwa dalam jangka panjang yang tinggal serumah memang sering menimbulkan frustasi.  Lebih lebih bila keluarga tersebut tidak mempunyai pengetahuan yang memadai tentang apa itu gangguan jiwa dan bagaimana membantu memulihkan anggota keluarga yang terkena gangguan jiwa.

Apa yang diperlukan oleh keluarga agar bisa mendukung pemulihan anggota keluarganya yang terkena gangguan jiwa?

Yang pertama tentunya adalah pengetahuan tentang apa itu gangguan jiwa, apa penyebab gangguan jiwa, dan bagaimana membantu anggota keluarga yang terkena gangguan jiwa. Untungnya, saat ini cukup banyak artikel di internet yang bisa dipakai bahan pelajaran. Sayangnya, sebagian besar tulisan di internet tersebut memakai bahasa Inggris. Sangat jarang tulisan dalam bahasa Indonesia.

          Sebagai ilustrasi, ketika salah seorang dari anggauta keluarga ada yang dirawat dirumah sakit karena gangguan jiwa, maka keluarga perlu mencari informasi tentang hal hal sebagai berikut:

  1. apa diagnosa penyakitnya dan apa itu artinya?
  2. apa rencana pengobatan yang akan diberikan oleh rumah sakit/ dokter?
  3. apa yang perlu diketahui dan dilakukan untuk mencegah agar tidak kambuh?
  4. bagaimana mengetahui gejala gangguan jiwa?
  5. apa dan bagaimana caranya untuk mendapatkan dukungan (finansial, pelayanan, dll)?
  6. apa penyebab stress (tekanan jiwa) dan bagaimana menangani stress tersebut?
  7. bagaimana proses pemulihan gangguan jiwa?

Kedua, kemampuan mengelola stress atau tekanan hidup serta kemampuan berkomunikasi dengan baik. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa bila suatu keluarga sering menyatakan emosinya secara terang terangan (marah, berdebat, menangis lain lain bentuk emosi yang kurang terkendali) maka akan semakin sering/ mudah penyakitnya kambuh.

Ketiga, kemampuan memecahkan masalah. Keluarga yang mempunyai kemampuan tinggi dalam memecahkan masalah (keuangan, kesehatan, masalah sosial lainnya) akan semakin kuat dalam mendukung pemulihan gangguan kesehatan bagi salah seorang anggauta keluarganya yang terkena gangguan jiwa.

Ketiga hal tersebut sangat penting, namun sering tidak cukup. Kadang keluarga juga memerlukan dukungan dari luar (teman atau saudara) yang bisa mendukung mereka dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.

Sayangnya di Indonesia, masih amat jarang adanya individu atau kelompok yang terlatih dan secara sukarela membantu suatu keluarga dengan gangguan jiwa. Di banyak negara maju, ada kelompok kelompok pendukung yang anggotanya adalah bekas penderita gangguan jiwa, atau seseorang yang mempunyai anggauta keluarga dengan gangguan jiwa. dukungan kelompok tersebut akan sangat membantu suatu keluarga dalam memulihkan anggauta keluarganya yang terkena gangguan jiwa.

Pelan pelan, Tirto Jiwo juga nanti akan mengarah kesana. Tirto Jiwo juga akan menjadi pusat pelatihan bagi keluarga dan sukarelawan pendukung keluarga dengan gangguan jiwa. ilmunya sudah ada, masalahnya saya masih harus bekerja di luar negeri.

Perkembangan pembangunan sarana Tirto Jiwo

Dalam bulan Juli 2013, ada beberapa berita menggembirakan yang ingin saya bagi.

Pertama, bisnis adik saya mulai menggeliat kembali. Setelah sempat jatuh dan menyisakan hutang, kini bisnis adik saya mulai kelihatan hasilnya. Kini, dengan bisnis yang bergerak dibidang pembangunan rumah bersubsidi, adik saya bisa mendukung pembangunan Tirto Jiwo. Kebangkitan bisnis adik, menurut hemat saya, tidak lepas dari berkah dari doa ibunda, berkah dari adanya 2 anak, berkah dari mengelola Klinik Umiyah tanpa imbalan dan berbagai berkah lainnya.

Alhamdulillah, mulai pertengahan Juli 2013 kemarin pembangunan gedung Tirto Jiwo mulai digarap lagi. Kini instalasi listrik sudah terpasang. Jaringan listrik PLN yang belum menjangkau lokasi Tirto Jiwo, insya Allah akan mulai tersedia sebelum akhir tahun ini. Begitu jaringan listrik PLN terpasang, gedung Tirto Jiwo akan tersambung ke jaringan listrik tersebut. Adanya jaringan listrik PLN ini juga merupakan suatu karunia Allah yang tak terduga dan sangat berarti bagi pelayanan Tirto Jiwo nantinya.

Insya Allah, sebelum tahun baru 2014, sarana gedung utama Tirto Jiwo akan bisa mulai beroperasi.

Kedua, uang pensiun saya sebagai pensiunan pegawai negeri sipil golongan IV-D telah bisa dicairkan. Setelah berupaya dan bersabar selama setahun lebih, akhirnya pada tanggal 23 Juli 2013 uang pensiun saya bisa dicairkan. Insya Allah, dengan uang pensiunan tersebut akan kita manfaatkan untuk membeli tanah seluas 800 m2 bagi perluasan sarana Tirto jiwo. Bila ini terlaksana, maka luas tanah Tirto jiwo akan mencapai 3000 m2.

Insya Allah, dengan dukungan bisnis adik saya tersebut, sarana gedung Tirto Jiwo bisa diperluas sehingga akan lebih banyak peserta program yang akan terlayani

 

Laporan Keuangan Juni 2013

Semoga Allah swt berkenan memberi balasan berlipat ganda kepada para dermawan sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Mengatasi halusinasi suara (3)

Beberapa teknik tambahan untuk mengatasi halusinasi suara:

  1. Berdoa dan minta didoakan. Beberapa orang yang sering mengalami halusinasi suara melaporkan bahwa halusinasi mereka berkurang bila mereka banyak berdoa dan didoakan oleh banyak orang.
  2. Mengikuti kegiatan keagamaan. Mengikuti berbagai kegiatan keagamaan bisa, seperti pengajian, sholat di masjid, dll dilaporkan bisa mengurang gangguan halusinasi suara.
  3. Ganti foto/ gambar yang mengganggu. Bila ada foto atau gambar di tirai, karpet, dll yang menakutkan dan mengganggu, maka sebaiknya foto atau gambar gambar tersebut diganti.
  4. TV dan radio. Beberapa orang merasa bahkan TV dan radio membantu mereka mengatasi gangguan akibat halusinasi suara. Namun, ada juga yang merasa terganggu dengan adanya TV dan radio. Bila anda merasa terganggu dengan adanya TV dan radio maka matikan saja TV/radio tersebut atau setidaknya ganti saluran TV/radio ke acara yang menyenangkan. Untuk belajar konsentrasi, penderita gangguan jiwa bisa memakai buku anak anak atau komik untuk belajar konsentrasi.
  5. Minum obat yang sesuai. Ada berbagai obat untuk menekan halusinasi, hanya saja jenis dan dosisnya harus disesuaikan untuk masing masing individu. Bantu dokter dalam menemukan obat yang sesuai untuk anda dengan melaporkan perkembangan kondisi halusinasi dan ada tidaknya efek samping obat tersebut.
  6. Membaca atau belajar tentang halusinasi suara. Membaca atau belajar dari orang lain cara mengatasi halusinasi suara akan sangat membantu. Sayangnya, kebanyakan buku buku atau artikel tersebut ada dalam bahasa Inggris. Perkumpulan atau kelompok “hearing-voice group” juga setahu saya belum ada di Indonesia.
  7. Terapi pendukung. Beberapa orang berkurang halusinasinya dengan pijat atau terapi tusuk jarum.
  8. Hindari obat obat terlarang. Obat obat terlarang sering bisa memicu munculnya halusinasi suara. Hindari memakai obat obat terlarang.

Bila anda ingin belajar lebih lanjut tentang cara mengatasi halusinasi suara, silahkan kunjungi website www.hearing-voices.org

Mengatasi halusinasi suara (2)

Berikut ini lanjutan hal hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi munculnya halusinasi suara:

  1. Membentuk kelompok (group) pendengar suara (hearing voices group). Bila anda punya beberapa teman yang mempunyai masalah yang sama (mendengar halusinasi suara), maka buatlah kelompok “hearing voices group”. dengan berbagi pengalaman dan saling memperkuat, maka anggota kelompok akan bisa mengatasi halusinasinya.
  2. Jaringan sosial pendukung (social support network). Bangunlah pertemanan dan jaringan sosial yang akan dapat mendukun anda. Jaringan pendukung bisa berasal dari keluarga, teman atau kenalan.
  3. Belajar mengendalikan halusinasi suara. Seseorang yang mendengar halusinasi perlu belajar mengendalikan halusinasi tersebut, misalnya: Bila ada suara muncul, maka katakan ” Saat ini saya sedang sibuk, saya akan mendengarkanmu nanti jam 7 malam”. Pada beberapa orang, bila dijawab seperti diatas ternyata tidak ada perubahan, maka pada beberapa orang yang lain mereka mengacuhkan atau berusaha untuk tidak menghiraukan suara tersebu. 
  4.  Bersikap kreatif. Coba tulis atau gambar apa yang anda dengar atau lihat (halusinasi visual). Dengan bersikap kreatif maka anda pelan pelan akan bisa mengendalikan halusinasi tersebut.
  5. Hobby. Lakukan hobby. Kegiatan yang menyenangkan akan bisa mengurangi munculnya halusinasi.
  6. Dengarkan musik. Mendengarkan musik merupakan salah satu strategi yang banyak diterapkan. Jenis musik yang bisa menghilangkan halusinasi berbeda antara satu orang dengan lainnya. Coba pelajari musik mana yang cocok buat anda.
  7. Buat journal. Buat tulisan tentang halusinasi anda, misalnya kapan munculnya, apa yang anda dengar, apa pikiran dan perasaan anda waktu mendengar suara tersebut. Bila anda rajin menulis journal tentang halusinasi tersebut maka anda akan bisa mengenali polanya sehingga akan memudahkan pekerja sosial/ psikolog untuk membantu mengatasi hal tersebut.

Mengatasi halusinasi suara (1)

Riset menunjukkan bahwa ada sekitar 4% masyarakat yang sering mendenga suara suara meskipun pada kenyataannya suara tersebut berasal dari dalam dirinya. Di dalam ilmu jiwa, mendengar suara yang tidak bisa didengar oleh orang lain dikenal sebagai halusinasi suara.

Berikut ini beberapa saran untuk bisa mengatasi atau mengendalikan halusinasi suara:

  1. Bersiap-siaplah. Pada sebagian orang mereka tahu kapan halusinasi suara akan muncul, dan tahu juga hal hal apa yang mencetuskan timbulnya halusinasi suara. Kadang kadang, sebelum halusinasi suara terdengar, mereka mendengar suara seperti siulan atau degupan jantung. Bila ada tanda bahwa halusinasi akan muncul, segeralah melakukan teknik relaksasi dan teknik pernapasan agar segala sesuatunya menjadi lebih tenang (tidak cemas).
  2. Jangan percaya atau menuruti apa yang disampaikan oleh suara tersebut. Hal ini biasanya agak sulit dan memerlukan usaha/ upaya keras. Tapi memang sebaiknya tidak usah percaya atau mengikuti apa yang diperintahkan oleh suara suara tersebut. Hanya kadang, bila tidak diikuti, maka suara/ perintah tersebut akan semakin kasar. Sebenarnya bila ini bisa dilakukan maka halusinasi suara tersebut akan menghilang.
  3. Rawat diri sendiri. Mandi dengan air hangat atau mandi secara teratur akan mengurang halusinasi. Sering penderita gangguan jiwa tidak ingin mandi.
  4. Lakukan pola hidup sehat secara bertahap. Misalnya upayakan untuk keluar rumah beberapa lama setiap harinya. Jalan jalan santai akan bisa mengurangi munculnya halusinasi suara. Berhentilah minum alkohol atau minum obat obat terlarang.
  5. Lakukan kesibukan. Sibuk dengan berbagai kegiatan yang menarik akan bisa mengurangi munculnya halusinasi.
  6. Sesuaikan kegiatan dengan waktu munculnya halusinasi. Bila halusinasi sering muncul pada sore hari, maka ubah kegiatan dengan melakukan kegiatan kegiatan penting dipagi hari dan beristirahat di sore hari.